Kredit Kendaraan Bermotor Diperpanjang, DP 0 Persen

by -

METROPOLITAN – Sebagai lembaga keuangan tinggi ne­gara, Bank Indonesia (BI) memutuskan melanjutkan kebijakan pelonggaran keten­tuan uang muka (DP) kredit terkait pembiayaan kendara­an bermotor dan properti. Penerapan DP 0 persen ini akan berlangsung hingga akhir 2022 nanti.

Menurut Gubernur BI Perry Warjiyo, perpanjangan waktu pemberlakuan ketentuan DP 0 persen efektif diberlakukan mulai 1 Januari hingga 31 De­sember 2022.

“Kebijakan ini dimaksudkan untuk mendorong pertumbu­han kredit di sektor otomotif dengan tetap memerhatikan prinsip kehati-hatian dan ma­najemen risiko,” ungkap Perry saat konferensi pers usai Rapat Dewan Gubernur (RDG), di Jakarta (19/10).

Kebijakan lama yang hingga kini masih diberikan fasilitas DP 0 persen bagi nasabah bank atau lembaga keuangan hanya bisa dilakukan bank atau lem­baga pembiayaan yang me­menuhi syarat.

Baca Juga  Dilengkapi CCTV, Aquila Valley Suguhkan Rumah Mewah Harga Terjangkau

Syarat tersebut memenuhi kriteria NPL/NPF tertentu di­antaranya NPL atau tingkat kredit macet bersih di bawah 1 persen. Menurut Perry ke­bijakan BI itu telah dipikirkan secara matang dengan tetap memerhatikan prinsip kehati-hatian dan manajemen risiko.

“Lembaga keuangan yang melaksanakannya juga harus bertindak cermat dan hati-hati dengan mengedepankan prinsip prudential,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Pembi­ayaan Indonesia (APPI) Su­wandi Wiratno menyatakan walaupun telah mendapatkan payung hukum berupa keten­tuan dari BI, pada pelaksana­an di lapangan kebijakan tidak akan serta-merta dilakukan semua lembaga pembiayaan.

“Ini berdasar pengalaman yang telah terjadi selama ini. Kebijakan DP 0 persen ini bukanlah sesuatu yang baru, saat ini juga sudah berlaku. Aturan turunan untuk lem­baga pembiayaan atau leasing itu ada di Otoritas Jasa Keu­angan (OJK). Di OJK, ada Pe­raturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 35/POJK.05/2018 yang mengatur soal pembe­rian DP 0 persen tersebut,” ungkapnya.

Baca Juga  Cara Cepat Dapat Uang Di Bulan Ramadan

Dalam aturan disebutkan bagi perusahaan pembiayaan yang memberikannya adalah mereka yang memiliki tingkat kesehatan tertentu. Dimana telah ditetapkan yaitu (non performing loan atau NPF) pembiayaan macet di bawah 1 persen.

Di sisi lain, kebijakan ini akan menjadi penyemangat di In­dustri Otomotif sekaligus se­bagai pendongkrok angka penjualan. Meskipun sebe­lumnya pemerintah juga mem­berikan kebijakan PPnBM yang mampu menstabilkan angka pertumbuahan di tengah pan­demi.

Masyarakat bisa memanfaat­kan kebijakan ini untuk me­miliki kendaraan, ini merupa­kan sebuah keuntungan. (*/ feb/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *