Kunjungi Pameran Foto Rekam Wabah, Bima Arya: Foto Adalah Sejarah Masa Depan

by -
Wali Kota Bogor Bima Arya saat mengunjungi pameran foto Rekam Wabah yang digelar Pewarta Foto Indonesia (PFI) Bogor di gedung Bogor Creative Center (BCC) Kota Bogor, Sabtu (30/19). Pameran yang berlangsung hingga 31 Oktober ini menampilkan 80 karya pewarta foto sepanjang Covid-19 melanda. (Arifin/Metropolitan)

METROPOLITAN.id – Wali Kota Bogor Bima Arya mengunjungi Pameran Foto Rekam Wabah yang digelar Pewarta Foto Indonesia (PFI) Bogor di gedung Bogor Creative Center (BCC), Kota Bogor, Sabtu (30/10).

Bima terkesan dengan berbagai momen pandemi yang diabadikan dan percaya foto-foto tersebut akan menjadi sejarah di masa yang akan datang.

Bima Arya tiba di BCC sekitar pukul 12.30 WIB. Orang nomor satu di Kota Bogor ini langsung berkeliling area pameran didampingi Ketua PFI Bogor, Hendi Novian.

Langkah Bima Arya terhenti saat melihat foto yang menggambarkan potret dirinya memakai baju bertuliskan ‘ALUMNI COVID-19’ sembari memegang buku berjudul ‘Positif’.

Ya. Buku tersebut merupakan karyanya sendiri. Bima Arya menjadi orang pertama di Kota Bogor yang terpapar Covid-19.

Bima sempat berdiri lama di hadapan foto tersebut. Ia mengenang pengalamannya selama menjadi pasien Covid-19 di RSUD Kota Bogor.

Baca Juga  4 Kasus Gara-gara Kenalan Facebook

“Ini pengalaman dan renungan selama menjalani perawatan dan isolasi sebagai pasien positif Covid-19,” ujar Bima Arya sambil menunjuk foto dirinya yang ikut menghiasi pameran.

Wali Kota Bogor Bima Arya saat mengunjungi pameran foto Rekam Wabah yang digelar Pewarta Foto Indonesia (PFI) Bogor di gedung Bogor Creative Center (BCC) Kota Bogor, Sabtu (30/19). Pameran yang berlangsung hingga 31 Oktober ini menampilkan 80 karya pewarta foto sepanjang Covid-19 melanda. (Arifin/Metropolitan)

Potret Bima Arya lainnya menggambarkan dirinya melintasi chamber disinfektan saat akan melantik pejabat di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor di Ruang Paseban Sri Baduga, Balaikota Bogor. Potret dirinya itu menggambarkan aktivitas pertamanya usai dinyatakan sembuh dari Covid-19.

“Ini agenda pertama setelah sembuh dari Covid ya,” kata Bima seraya mengingat kembali ingatan masa lalunya.

Bima Arya kemudian melanjutkan berkeliling melihat puluhan karya foto yang dipamerkan. Ia banyak berhenti untuk memandangi momen-momen yang terjadi sepanjang pandemi. Baginya, foto-foto yang dipamerkan akan menjadi sejarah di masa depan.

Baca Juga  Jadikan Konsumen Sebagai Saudara

“Dari foto kita rekam peristiwa, dari peristiwa kita rekam sejarah, dari sejarah kita belajar untuk masa depan,” tandas Bima.

Wali Kota Bogor Bima Arya saat mengunjungi pameran foto Rekam Wabah yang digelar Pewarta Foto Indonesia (PFI) Bogor di gedung Bogor Creative Center (BCC) Kota Bogor, Sabtu (30/19). Pameran yang berlangsung hingga 31 Oktober ini menampilkan 80 karya pewarta foto sepanjang Covid-19 melanda. (Arifin/Metropolitan)

Sementara itu, Ketua PFI Bogor, Hendi Novian mengatakan, Pameran Foto Jurnalistik ‘Rekam Wabah’ menampilkan peristiwa-peristiwa yang terjadi sepanjang Covid-19 melanda.

Pameran ini berlangsung di gedung Bogor Creative Center, Kota Bogor selama tiga hari sejak Jumat (29/10) hingga Minggu (31/10), dengan menerapkan protokol kesehatan ketat.

Pameran foto jurnalistik ‘Merekam Wabah’ menyajikan 80 karya Pewarta Foto Indonesia (PFI) Bogor.

Menurut Hendi , pameran foto ini menjadi wujud karya nyata para pewarta foto Bogor yang setiap hari bertugas mengabarkan berbagai peristiwa lewat bidikan kamera.

Pameran ini menampilkan berbagai sisi pandemi Covid-19. Dampak yang begitu dahsyat dipotret meski dengan risiko tinggi.

Dalam keseharian, karya-karya pewarta foto ini juga menghiasi media tempat mereka bekerja. Mengabarkan berbagai peristiwa untuk masyarakat.

Baca Juga  Terbang Ke Sulut, Optimis Jadi Juara

“Yang jelas, dalam setiap peliputan, para pewarta berkomitmen menjaga kesehatan dan keselamatan satu sama lain dengan terus menerapkan protokol kesehatan ketat. Ini adalah buah dedikasi dan semangat mewartakan secara jujur tentang apa yang terjadi,” ujar Hendi.

Menurutnya, Rekam Wabah diharapkan menjadi pengingat tentang ganasnya pandemi yang menyerang negeri.

Rekam Wabah juga menjadi pengingat bagaimana tenaga kesehatan dan elemen lainnya yang berjibaku bertaruh nyawa berada di garda terdepan penanganan Covid-19.

“Pameran ini kami persembahkan bagi masyarakat, dan tentunya rekan-rekan PFI Bogor sebagai kado kecil pengabdian dalam mengabadikan berbagai momen setiap harinya di kota maupun Kabupaten Bogor. RekaM Wabah adalah pengingat kita bersama bahwa Covid-19 pernah ada dan masih ada hingga kini,” tandasnya. (fin)

Leave a Reply

Your email address will not be published.