Loenwood, Kerajinan Kayu Jasinga Tembus Pasar Luar Negeri

by -

METROPOLITAN – Terletak tepat di sisi Jalan Raya Jasinga, Kampung Darisul Tengah, Desa Kalongsawah, Muhamad Eldyana mencoba peruntung­annya dalam berbisnis. Sejak tiga tahun lalu, Eldy, sapaan­nya, memproduksi berbagai jenis perkakas rumah tangga berbahan kayu.

Eldy memanfaatkan limbah kayu jati belanda dalam pem­buatan kerajinan kayunya. Loenwood, namanya. Sebuah Usaha Mikro, Kecil, dan Me­nengah (UMKM) yang sudah ia tekuni sejak keluar dari pe­kerjaannya di Jakarta.

”Begitu resign, saya fokus usaha. Kebetulan, kakak hobi buat kerajinan kayu, saya kembangkan. Alhamdulillah, sekarang sudah jalan tiga tahun, dan bisa membuka lapangan pekerjaan yang lumayan bagi warga Kampung Garisul,” tu­tur Eldy, Kamis (14/10).

Karyawan Eldy memang lu­mayan untuk kategori UMKM. Tak kurang dari 20 orang sudah direkrutnya da lam mengembangkan bisnis Lo­enwood. Beberapa produk unggulan yang dibuat seperti alat asahan pisau, rak bumbu, rak bunga, dan masih banyak lagi. “Rata-rata tiga itu. Tapi kami juga terima pesanan se­suai yang diorder. Jadi ada sistem PO (pre-order) juga,” kata pria kelahiran 1996 itu.

Meski tinggal jauh di pelosok Kabupaten Bogor, usaha Eldy terbilang sukses menjangkau pasar. Bahkan, tak sedikit pe­langgannya dari Negeri Jiran yang memesan kerajinan kayu dari Loenwood.

“Alhamdulillah, pasar kami sudah sampai ke Malaysia. Kebanyakan untuk penjualan asahan pisau atau stropping,” paparnya.

Soal harga, Eldy tidak me­matok harga tinggi. Untuk satu buah rak bunga minima­lis, ia hanya membanderol seharga Rp45.000. Terlihat di workshop-nya, rak minimalis buatannya bisa menampung tiga buah pot bunga berukuran sedang untuk mempercantik halaman rumah.

Selain rak bunga, rak bumbu, dan juga stropping, masih ba­nyak kerajinan kayu yang bisa dibeli di Loenwood. Seperti leader hanger atau jemuran kecil untuk di dalam rumah, leader hanger foto macrame untuk hiasan dinding kamar, dan masih banyak lagi.

Cara Loenwood memasarkan seluruh produknya, Eldy men­jualnya secara online. Produk-produknya dibuka mulai harga Rp15.000 sampai Rp160.000.

”Penjualan kita sistemnya pre-order. Tapi ada juga yang selalu ready stok. Kayak rak bumbu, itu selalu kita pro­duksi, karena laris,” kata Eldy.

Di samping itu, ia berharap bisnis UMKM yang ditekuninya bisa mendapat perhatian lebih dari pemerintah daerah seba­gai salah satu pendongkrak ekonomi warga.

“Ya harapannya tentu pem­da pun bisa melirik usaha ini karena sudah membantu memberikan lapangan peker­jaan untuk warga sekitar,” ha­rapnya. (far/d/feb/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *