Mahasiswa Unpak Bikin Pelatihan Khusus Warga Ciomas

by -

METROPOLITAN – Tim Wi­radesa Unpak memberikan pelatihan kepada para pelaku Industri Kecil Menengah atau IKM alas kaki di Desa Sukamak­mur, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor. Kegiatan yang merupakan program pengabdian kepada masyara­kat itu dilakukan selama lima pekan, dengan menerjunkan 25 orang dari berbagai Fakul­tas Unpak.

“Jadi, selama lima pekan akan memberikan pelatihan, materi-materi yang diberikan untuk mendorong peng­embangan usaha. Gimana sih cara IKM ini mengembangkan usahanya,” ujar salah seorang Tim Wiradesa Unpak, Evan Tanton, saat ditemui di gedung Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Minggu (17/10).

Evan menjelaskan, ada be­berapa kali pelatihan yang diberikan kepada IKM alas kaki di Desa Sukamakmur. Mulai dari pemasaran secara digital, pengelolaan keuangan hingga pelatihan kesehatan keselamatan kerja untuk pe­kerja di IKM tersebut.

Baca Juga  Fakultas Ekonomi Unpak Bahas Human Capital 4.0 dan New Normal

“Pengabdian kepada masy­arakat itu merupakan imple­mentasi dari Menteri Pendi­dikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) yakni Program Wiradesa,” katanya.

“Setiap individu itu ada tu­gasnya masing-masing, di­bentuk lagi persub kelompok lagi. Jadi ada yang memang khusus untuk membuat pe­masaran, lalu ada untuk pu­blikasi, lalu ada lagi untuk kayak proyek-proyek gitu,” sambungnya.

Lalu, ada tim yang bertugas membantu mereka terkait pengawasan atau bimbingan terhadap IKM setelah dibe­rikan materi untuk pengap­likasiannya. Di Desa Sukamak­mur, mereka rata-rata berge­rak di bidang IKM sandal sepatu yang pemasarannya saat ini masih dilakukan se­cara manual. Terlebih dengan kondisi pandemi Covid-19, Tim Wiradesa mencoba mem­bantu mereka agar lebih pro­duktif. “Kita perkuat branding-nya, lalu kita ada planning untuk mencoba si UMKM (IKM) tersebut bisa ekspor ke luar negeri,” ucapnya.

Baca Juga  Tenaga Pendidik Kena Covid, Kampus Unpak Dilockdown

“Saat ini kita sedang men­gurus untuk SNI-nya dan nanti akan dikembangkan untuk diekspor lagi ke luar negeri. Jadi, ada feedback-nya seperti itu. Ada 12 IKM yang kita berikan pelatihan,” ujar­nya.

Mahasiswa manajemen FEB Unpak itu juga menyebutkan, dari 12 IKM yang diberikan pelatihan, ada satu pelaku usaha sepatu yang sebenarnya sudah layak di-branding dan dijual ke luar negeri.

“Itu kita coba mengurus SNI-nya, jadi mereka tinggal SNI-nya belum ada, di-branding SNI-nya untuk saat ini kita sedang urus buat ke depannya bisa ekspor impor,” katanya. Evan yang didampingi Syalwa Aulia Saputri dan Nurlita Per­matasari menyebutkan, Tim Wiradesa membantu untuk mempromosikan pemasaran­nya melalui marketplace agar bisa mendunia pemasarannya.

Baca Juga  Tim PKM Unpak Bekali Guru PAUD Cara Buat Video PPT

“Ya, kita bantu gimana cara mereka mengelola pemasaran digitalnya ini di marketplace-marketplace yang sudah ter­sedia di aplikasi android khususnya. Nah, kita bantu untuk bagaimana cara men­gunggahnya, bagaimana cara untuk ada yang beli lalu kita mengetahui, bagaimana cara menjawab pertanyaan-per­tanyaan dari konsumen,” tu­turnya.

Selain dosen Unpak yang turut terlibat dalam pelatihan, Dekan FEB Hendro Sasong­ko juga ikut hadir dalam ke­giatan Program Wiradesa itu.(rb/feb/py)

Leave a Reply

Your email address will not be published.