Motif Pembacokan Pelajar Kota Bogor Hingga Tewas, Pelaku: Saya Dendam

by -

METROPOLITAN.id – RAP (18), pelaku pembacokan terhadap pelajar asal Kota Bogor mengaku memiliki dendam pribadi terhadap korban berinisial RMP (18) sehingga tega menghabisi nyawa korban sampai tewas.

Hal itu pelaku ungkapkan dalam konferensi pers yang dilaksanakan jajaran Polresta Bogor Kota di Taman Corat Coret di Kelurahan Tegalgundil, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor, Kamis (7/10).

“Dendam pribadi,” singkat RAP saat ditanya motif melakukan pembacokan terhadap korban, Kamis (7/10).

Hal sama diungkapkan Kasat Reskrim Polresta Bogor Kota, Kompol Dhony Erwanto. Menurutnya, berdasarkan hasil pemeriksaan, tersangka mengaku melakukan pembacokan terhadap korban karena bermotif dendam.

Sebab, pada saat sebelum kejadian pembacokan sekitar pukul 21:00 WIB pada Rabu (6/10), sekitar pukul 15:00 WIB pelaku terlebih dahulu mengalami penganiayaan atau pemukulan.

Baca Juga  ABG di Cileungsi Bunuh Mahasiswa Pakai Tabung Gas

“Penyerangan karena dendam pribadi. Kemungkinan besar oleh korban (pelaku dipukuli dan dianiaya),” kata Kasat Reskrim.

Meski demikian, menurutnya, pengakuan pelaku ini masih di dalami pihaknya. Sebab, pihaknya pun belum mengetahui secara pasti siapa yang melakukan penganiayaan terhadap tersangka.

“Tersangka juga tidak mengetahui siapa sih yang mukulin, tapi anggapan mereka adalah lawan SMA mereka dan biasa nongkrong disini (Jalan Palupu Raya lokasi kejadian),” ucapnya.

“Ini masih kita dalami (siapa pihak yang memukuli dan menganiaya pelaku),” sambung Kasat Reskrim.

Sementara itu, dilanjutkan Kasat Reskrim, atas kejadian ini pihaknya mengamankan sebanyak enam orang yang diduga terlibat dalam pembacokan hingga menyebabkan korban jiwa.

Baca Juga  Nenek Maria Sudah Tewas Minggu Lalu

“Dua orang sudah ditetapkan sebagai tersangka, termasuk RAP sebagai pelaku utama dan ML (17) yang turut membantu,” imbuhnya.

“Sementara untuk empat orang lainnya masih dalam penyelidikan. Karena berdasarkan pengakuan sementara mereka hanya ikut saja secara bersama-sama, kalau mereka tidak tahu tujuan pelaku ini mau apa,” lanjut dia.

Di tempat sama, Kapolresta Bogor Kota, Kombes Pol Susatyo Purnomo Condor menuturkan, atas perbuatannya pelaku disangkakan melanggar Pasal 80 Undang-undang 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara.

“Pelaku utama kita ancam 15 tahun penjara. Kalau satu pelaku (ML) lagi kita gunakan sistem peradilan anak dengan peraturan yang lebih khusus,” tandasnya.

Baca Juga  Jadi Korban Proyek Alun-Alun Kota Bogor, 31 Pohon 'Dibinasakan'

Sebelumnya, aksi kekerasan yang melibatkan pelajar hingga menimbulkan korban jiwa kembali terjadi Kota Bogor.

Teranyar, seorang pelajar yang diperkirakan siswa salah satu SMA negeri di Kota Bogor, mesti meregang nyawa saat tengah berada di sekitaran Taman Palupuh, Tegalgundil, Kecamatan Bogor Utara, Rabu (6/10) malam.

Hal itu dibenarkan Camat Bogor Utara Marse Hendra Saputra, bahwa telah terjadi dugaan penganiayaan dan atau pengeroyokan menggunakan senjata tajam yang mengakibatkan seorang meninggal dunia, pada Rabu (6/10) malam, sekitar pukul 22:30 WIB dekat Taman Palupuh, Kecamatan Bogor Utara.

Ia juga membenarkan bahwa korban merupakan seorang pelajar berinisial RMP (18), warga Babakan, Kecamatan Bogor Tengah. (rez)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *