MUI Kritik soal Libur Maulid Digeser

by -

METROPOLITAN – Kebijakan pemerintah meng­geser waktu libur nasional mendapat sorotan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). Ketua MUI Bidang Dakwah dan Ukhuwah, Cholil Nafis, menilai keputusan menggeser hari libur keagamaan untuk membatasi mobilitas warga sudah tidak relevan. Apa­lagi, kasus Covid-19 di Indonesia saat ini sudah mulai menurun.

”Saat WFH dan Covid-19 mulai reda, bahkan hajatan nasional mulai normal, se­pertinya menggeser hari libur keagamaan dengan alasan agar tak banyak mobilitas liburan warga dan tidak ber­kerumun sudah tak relevan. Keputusan lama yang tak di­adaptasikan dengan berlibur pada waktunya merayakan acara keagamaan,” kata Cho­lil dalam akun Twitter-nya, @ cholilnafis (ejaan sudah di­sesuaikan), Senin (11/9).

Cholil menilai seharusnya hari libur mengikuti hari be­sar keagamaan. Bukan malah sebaliknya. ”Indonesia paling banyak libur kerja karena menghormati Hari Besar Kea­gamaan (HBK). Jadi libur itu mengikuti HBK, bukan HBK yang mengikuti hari libur. Jika ada penggeseran hari libur ke setelah atau sebelum HBK, berarti bonus, karena kita memang selalu libur,” paparnya.

Baca Juga  MUI Tolak Sertifikasi Ulama

Untuk diketahui, libur Mau­lid Nabi 2021 telah ditetapkan pemerintah. Namun, libur Maulid Nabi tahun ini men­galami perubahan dan tidak sesuai dengan kalender se­belumnya.

”Pemerintah memutuskan untuk mengubah dua hari libur nasional dan meniada­kan satu hari libur cuti ber­sama,” ujar Menko PMK Mu­hadjir Effendy dalam konfe­rensi pers beberapa waktu lalu.

Jika sebelumnya libur Mau­lid Nabi 2021 ditetapkan 19 Oktober 2021, kini digeser menjadi 20 Oktober 2021. Lantas, apa alasan pemerin­tah menggeser libur Maulid Nabi tahun ini?

Perubahan libur Maulid Nabi 2021 sudah diatur dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri Agama, Men­teri Ketenagakerjaan, serta Menteri Pendayagunaan Apa­ratur Negara dan Reformasi Birokrasi. Dari SKB itu, ada tiga perubahan pada libur nasional dan cuti bersama pada tahun ini.

Baca Juga  Simak Nih, Bukber di Ramadan Kali Ini Diperbolehkan, Tapi Ada Syaratnya

Berdasarkan SKB tersebut, terlihat ada ada tiga poin pe­rubahan yang terjadi pada libur nasional dan cuti ber­sama pada 2021. Salah satu yang mengalami perubahan ialah libur Maulid Nabi 2021.

Dengan digesernya libur Maulid Nabi 2021, tanggal merah pada Oktober 2021 hanya berlangsung satu hari, yakni pada 20 Oktober 2021. Perubahan hari libur nasional bukan pertama kalinya dire­visi pemerintah. Sebelumnya, hari libur tahun baru Islam 1443 H, yang awalnya jatuh pada 10 Agustus 2021, diubah menjadi Rabu, 11 Agustus 2021.

Bukan hanya libur Maulid Nabi 2021, dalam SKB itu, pemerintah juga merevisi libur dan cuti bersama Natal 2021. Semula, hari libur dan cuti bersama Natal jatuh pada 24 Desember 2021. Namun tahun ini hari libur cuti bersama Natal ditiadakan.

Baca Juga  10 Muharam Jadi Agenda Rutin Santunan

Penggeseran hari libur Mau­lid Nabi 2021 ini didasari be­berapa alasan, salah satunya pemerintah hendak menganti­sipasi klaster baru Covid-19. Meski hari libur Maulid Nabi digeser, peringatannya tetap jatuh pada 12 Rabiul Awal.

”Sebagai antisipasi muncul­nya kasus baru Covid-19, hari libur Maulid Nabi digeser 20 Oktober 2021. Maulid Nabi Muhammad Saw tetap 12 Rabiul Awal. Tahun ini bertepatan 19 Oktober 2021 M. Hari libur peringatannya yang digeser menjadi 20 Ok­tober 2021 M,” ujar Dirjen Bimas Islam Kamaruddin Amin, sebagaimana dikutip dari laman resmi Kemenag.

Menteri Agama Yaqut Cho­lil Qoumas menambahkan, perubahan libur Maulid Nabi 2021 mempertimbang­kan kondisi dan situasi Co­vid-19. Ke depan, Kemenag bersama dua menteri lainnya bakal menentukan cuti ber­sama 2022. (de/feb/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *