Narkoba Rumahan Sasar Anak Muda

by -

Bisnis narkoba seolah nggak ada matinya. Anak-anak muda kerap dijadikan sasaran empuk para gembong narkoba. Bahkan, mereka tak segan mengembangkan narkoba rumahan layaknya home industri pada umumnya.

SATUAN Reserse Narkoba (Satres Narkoba) Polres Bogor mengungkap jaringan peng­edar dan home industri tem­bakau sintetis. Tiga anak muda berusia 19 tahun jadi dalang di balik bisnis tersebut. Mereka adalah RAN, WZ, dan MAP.

Kapolres Bogor AKBP Harun mengatakan, penangkapan tiga tersangka itu merupakan rangkaian dari pengungkapan kasus-kasus sebelumnya. Dari hasil pemeriksaan, ke­tiga tersangka itu sudah men­jalankan bisnis haramnya selama dua tahun terakhir, dengan memproduksi pulu­han kilogram tembakau sin­tetis.

“Semua tersangka berusia 19 tahun. Mereka menjalan­kan bisnisnya dengan meny­ewa rumah di Kota Bandung, menjadikannya home industri untuk memproduksi tembakau sintetis ini,” terang Harun.

Hasil penggeledahan rumah kontrakan ketiga tersangka itu ditemukan 14 bungkus plastik bening berisi serbuk narkotika dengan berat 286 gram, bahan baku tembakau, pewarna makanan, mesin pengaduk, dan beberapa ba­rang bukti lainnya.

Baca Juga  Polisi Bingung Pilihkan Sel Lucinta Luna

Harun menjelaskan ketiga tersangka itu memiliki pro­fesi yaitu RAN merupakan sales apartemen dan WZ serta MAP karyawan sablon. Harun menuturkan, ketiga tersangka itu nekat melakukan bisnis haram tersebut lantaran banyak peminatnya, khusus­nya anak-anak muda.

“Ini merupakan rangkaian dari kasus sebelumnya. Di­mana ada enam kasus dengan 14 tersangka yang kita ungkap, dengan bahan baku sintetis 23,74 kg, lalu tembakau sin­tetis 15,92 kg,” paparnya.

Harun menerangkan, pela­ku mengedarkan tembakau sintetis itu melalui media sosial Instagram, dengan sa­saran usia pelajar.

“Memang tembakau sintetis ini tengah booming di kalangan anak muda. Keuntungan me­reka juga cukup besar. Dengan penjualan 1 gram biang sin­tetis senilai Rp1 juta,” beber Harun.

Baca Juga  Ngeri! Kabupaten Bogor Darurat Narkoba

Harun menambahkan, un­tuk 14 tersangka tembakau sintetis yang sudah ditangkap pun masih dalam satu ja­ringan yang sama dengan bahan baku atau biang tem­bakau sintetis dari China. “Kasus ini masih terus kami kembangkan,” tegasnya.

Ketiga tersangka itu dijerat Pasal 114 ayat 2 atau 112 ayat 2 UU Nomor 35 tentang nar­kotika, dengan ancaman hu­kuman seumur hidup atau pidana penjara minimal lima tahun, serta denda Rp1 mi­liar.

Sebelumnya, Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Pol Erdi Adrimulan Chaniago mengatakan, jaringan inter­nasional (China, red) terung­kap setelah Polres Bogor menangkap beberapa ter­sangka pengedar maupun bandar dari tembakau sinte­tis ini.

“Penyidik juga sedang mem­perdalam sejauh mana pera­nan jaringan internasional ini dalam pengungkapan kasus tembakau sintetis. Karena, biangnya didapat langsung dari China,” tuturnya.

Baca Juga  Pengedar hingga Pemakai Narkoba Diringkus, 10 Orang Masuk Bui

Dari penangkapan ketiga remaja tersebut, Polres Bogor berhasil mengamankan be­berapa barang bukti. Di an­taranya, 14 bungkus plastik klip bening berisi bibit serbuk narkotika jenis tembakau sin­tetis seberat 286,86 gram, satu bungkus plastik besar wana hitam dan empat plas­tik bening besar berisi bahan baku tembakau kering dengan masing-masing berat 10 kilo­gram.

Selain itu, diamankan juga alat-alat yang digunakan pelaku untuk pembuatan tembakau sintetis. Di antara­nya, satu ember berisi pe­warna makanan, satu mesin pengaduk, satu katel besar, dua buah timbangan, delapan botol berisi alkohol.

Kemudian, satu buah gelas takar, satu buah sendok, se­puluh pak plastik klip warna hitam, empat pak kertas klip warna cokelat, satu dus co­kelat berisi stiker, 43 lakban segel putih, delapan lakban online shop, dan tiga buah lakban bening. (jp/feb/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published.