Nggak Punya Duit, Tapi Pemkot Bogor Ngebet Tambah Rusunawa

by -
ILUSTRASI (Foto:Fadli/Metropolitan)

METROPOLITAN.id – Hingga saat ini, Kota Bogor sudah memiliki dua rumah susun sederhana sewa (rusunawa), yakni Rusunawa Menteng dan Rusunawa Cibuluh. Tak puas sampai disitu, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor berencana untuk membangun dua unit rusunawa lagi.

Padahal, untuk membangun rusunawa diperlukan anggaran yang tidak sedikit. Sehingga Pemkot Bogor kini tengah mengusulkan untuk meminta bantuan anggaran dari pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), untuk membangun dua rusunawa baru.

Hal itu diungkapkan Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim. Menurutnya, ada dua lokasi yang diincar untuk dibangun dua rusunawa baru, yakni di kawasan Bogor Nirwana Residence (BNR), Kelurahan Empang, Kecamatan Bogor Selatan dan di kawasan Kelurahan Sukaresmi, Kecamatan Bogor Selatan.

Baca Juga  Dishub Wacanakan Tambah 18 CCTV

Pihaknya mengaku sudah mengajukan usulan anggaran ke Direktorat Jenderal (Dirjen) Perumahan Rakyat Kementerian PUPR untuk membangun dua rusunawa tersebut. Sebab diakuinya, anggaran untuk membangun dua rusunawa membutuhkan jumlah yang besar dan kemungkinan sulit dicover Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kota Bogor.

“Kami sudah mengajukan ke Dirjen Perumahan Rakyat Kementerian PUPR untuk bisa memanfaatkan beberapa aset Kota Bogor, untuk dijadikan rusunawa baru. Ada di BNR dan Sukaresmi (aset Kota Bogor), untuk bisa dibangun,” katanya kepada Metropolitan.id, baru-baru ini.

Sebab, sambung dia, untuk membangun dua rusunawa perlu anggaran besar dan sulit bisa diwujudkan jika mengandalkan APBD Kota Bogor. Belum lagi kondisi keuangan Pemkot Bogor yang belum stabil terdampak pandemi dan beberapa kali terkena refocusing.

Baca Juga  Jadi Garda Terdepan Tangani Covid-19, Atty Somaddikarya Bakar Semangat Ketua RT dan RW se-Kota Bogor

“Kalau pakai APBD kita, ya sulit ya, karena bicara anggaran, kemampuan keuangan kita kecil. Belum lagi kondisi pandemi saat ini, ada refocusing dan sebagainya,” ujarnya.

Namun, kata Dedie, rencana ini juga sangat tergantung pada kondisi keuangan dari Kementerian PUPR sendiri.

“Permasalahannya, apakah Dirjen Perumahan Rakyat punya anggaran atau nggak. Yang pasti kita pikirkan rencana yang bisa diusulkan pembangunannya oleh pusat,” jelas Dedie.

Di lokasi yang sama, Kepala Dinas Perumahan dan Pemukiman (Disperumkim) Kota Bogor, Juniarti Estiningsih membenarkan pihaknya sudah menyurati bagian Perumahan Rakyat pada Kementerian PUPR untuk meminta bantuan rencana pembangunan rusunawa. Pihaknya mengusulkan lokasi-lokasi milik Pemkot Bogor untuk dapat dibangun rusunawa tambahan.

Baca Juga  10 Kinerja Jeblok, 3 Dinas Sumbang SILPA RP350 Miliar

“Dalam pembangunannya nanti, harus mengacu pada masyarakat penghasilan rendah, khususnya masyarakat yang tidak mampu terkait hunian. Ada kajian kajian yang sudah ada, yang menjadi acuan dasar dalam usulan,” tandasnya.

Terkait kebutuhan anggaran pembangunan rusunawa baru, ia mengaku belum ada angka pasti kebutuhan anggarannya karena masih dalam kajian. Nantinya, kata Esti, bakal ada pertemuan lagi dengan kementerian.

“Kita baru permohonan untuk membangunkan rusunawa-nya saja. terkait dengan acc atau tidak, nanti ada pertemuan-pertemuan dulu dengan kementerian,” pungkasnya. (ryn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *