Pasar Kebonkembang Punya Sentra Ikan Hias

by -

METROPOLITAN – Warga Bogor pencinta ikan hias kini punya sentra baru untuk menambah koleksi hingga mempercantik aksesori, ya­kni Bogor Aquatic Center di Lantai 3 Blok F Pasar Kebon­kembang, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor.

Di sentra ikan hias pertama dan terbesar ini tersedia ber­bagai jenis ikan hias yang indah dan langka, yang bisa menjadi referensi untuk pe­liharaan dalam akuarium. Tak hanya ikan hias, pedagang di Bogor Aquatic Center juga memasarkan aneka pe­ralatan dan aksesori akua­rium, serta pakan untuk memenuhi kebutuhan nu­trisi ikan hias.

Salah satunya pemilik N2 Betta Gallery, Sigit Isdian, yang menyediakan berbagai jenis ikan cupang. Baginya, adanya Bogor Aquatic Cen­ter menjadi pertanda bahwa bisnis dan geliat dunia ikan hias di Kota Bogor masih sangat tinggi.

“Ada cupang berbagai jenis. Memang sempat booming banget beberapa waktu lalu. Tapi tetap peminatnya masih ada kok. Berbagai jenis cupang juga masih menarik minat banyak orang,” kata Sigit, Selasa (5/10).

Senada, salah seorang pen­jual ikan hias, Dadang Su­priyatna, hadir di Bogor Aquatic Center dengan men­jual ikan hias louhan dan aksesori akuarium. Selain itu, ia bakal menyediakan ikan discus dan ikan hias lainnya.

Baca Juga  Dua Pejabat DP PPJ Di Desak Mundur

“Kalau harga ya kisaran Rp500 ribu sampai Rp1 juta. Yang sudah jadi seperti cen­cu, kampa, itu Rp1 sampai Rp3 juta,” terangnya.

Dadang yang juga pemilik Jasmine Louhan itu melihat geliat usaha selama sepekan terakhir menunjukkan cukup baik, meskipun Bogor Aqu­tic Center baru resmi dibuka.

Ia berharap ke depan Pe­rumda Pasar Pakuan Jaya Kota Bogor dan stakeholder lain dapat memaksimalkan sentra ikan hias ini sehingga bisa lebih menarik minat daya beli masyarakat.

“Kita di sini difasilitasi un­tuk sementara ini gratis dulu, dan tempatnya jelas cukup senang sesuai tema pasar sebagai pasar modern. Airnya juga kualitasnya bagus untuk ikan, langsung perform ketika dimasukkan akuarium,” jelas Alev, panggilan akrab­nya.

Terpisah, Direktur Utama Perumda Pasar Pakuan Jaya (PPJ) Kota Bogor Muzakkir menjelaskan ada 53 kios di­siapkan di Bogor Aquatic Center yang saat ini sudah terisi semua oleh penjual ikan hias. Para penjual ikan hias ini berasal dari berbagai tem­pat yang dibuat satu sentra terpusat di Blok F Pasar Ke­bonkembang.

Baca Juga  PKL Sebut Ada Oknum Bermain di Pasar Kebonkembang, Atty Somaddikarya : Akan Kami Cari dan Tindak Tegas

Dengan dibuatnya sentra ikan hias ini, jelas Muzakkir, tentu masyarakat bisa lebih mudah mengakses ikan hias dan pakan, termasuk kebu­tuhan peralatan serta ak­sesori untuk akuarium.

“Selain itu juga harga di sini relatif sangat murah. Tadi kita memonitor harga ikan hias, jauh lebih murah dibandingkan di tempat lain. Harapannya kami mengajak masyarakat berbelanja ikan hias dan menghidupkan pa­sar ikan hias di Blok F ini,” harapnya usai peresmian Bogor Aqutic Center, Selasa (5/10).

Sementara itu, Asisten Pembangunan dan Ekonomi Setda Kota Bogor Dody Ah­diat yang membuka resmi Bogor Aqutic Center menga­presiasi terobosan dari Pe­rumda PPJ yang bisa menang­kap peluang di masa pan­demi Covid-19 untuk ikut membangkitkan sektor eko­nomi di pasar rakyat.

“Saya juga minta teman-teman SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah, red) untuk mendukung keberadaan Bo­gor Aquatik Center ini,” pin­tanya.

Baca Juga  Baru Pembongkaran Sudah Molor

Di lokasi yang sama, Ketua DPRD Kota Bogor Atang Tris­nanto menilai Kota Bogor ini menjadi kota transit yang diibaratkan sebagai Singa­pura antara Jawa Barat dan DKI Jakarta.

“Sehingga ini harus diman­faatkan menjadi kota jasa dan perdagangan. Kita apresiasi upaya PPJ untuk membangun sentra ikan hias terbesar di Kota Bogor sebagai salah satu bagian dari pemulihan ekonomi masyarakat,” kata Atang.

Namun, Atang mengemu­kakan bahwa ada pekerjaan rumah berikutnya agar Bogor Aquatic Center bisa menarik pengunjung sebanyak-ba­nyaknya, sehingga roda eko­nomi bergerak dan tumbuh kembali. DPRD akan men­dukung dari sisi regulasi ataupun hal lain.

“Kami dari DPRD tentu akan support secara regulasi atau­pun hal lain, dan kita berha­rap ini menjadi salah satu contoh. Dan kita tunggu gebrakan-gebrakan berikut­nya agar pasar rakyat ini benar-benar bergerak, eko­nomi bisa bergerak, dan pe­rekonomian Kota Bogor bisa tumbuh lebih baik lagi,” tutupnya. (ryn/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *