Pelajar Berkerumun Selepas PTM, Sekolah Terancam di Sanksi

by -

METROPOLITAN.id – Kapolresta Bogor Kota, Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro mengeluarkan peringatan kepada sekolah di Kota Bogor yang menggelar kegiatan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) saat ini.

Pasalnya, apabila ada pelajar kedapatan berkerumun selepas mengikuti PTM, sekolah terancam mendapatkan sanksi dari Satuan Gugus Tugas (Satgas) Covid-19 Kota Bogor.

“Jangankan tawuran, mereka berkerumun saja petugas dari Pemkot, TNI dan Polri itu akan foto mereka dan tanya sekolah dari mana,” kata Kapolresta usai menggelar Apel Pelajar Sadar Prokes se-Kota Bogor di Mako Polresta Bogor Kota, Rabu (6/10).

“Setelah itu kita akan kirimkan surat ke sekolah bersangkutan sebagai bentuk teguran, sekaligus mengevaluasi pelaksanaan pembelajaran tatap muka yang dilaksanakan (sekolah),” sambungnya.

Mencegah para pelajar berkerumun selepas mengikuti PTM, menurut Kapolresta, personil gabungan dari tiga instansi di Kota Bogor akan melakukan patroli di lapangan setiap harinya.

Apabila melihat ada kerumunan pelajar dengan tujuan yang tidak jelas, petugas akan langsung mengambil foto, sebagai bukti untuk sekolahan bahwa para pelajar ini tidak memanfaatkan waktu PTM itu dengan sebaik-baiknya.

“Intinya sadar protokol kesehatan tentunya ini adalah upoya pro aktif kami untuk menjaga agar PTM ini tidak menjadi klaster baru,” ucap dia.

“Kami memonitor jangan sampai nanti di sekolahnya prokes ada SOP dan sebagainya, begitu dia pulang sekolah berkerumun dan sebagainya, kenanya di luar yang di salahkan PTM-nya,” lanjutnya.

Baca Juga  200 Sekolah Kota Bogor Buka PTM Terbatas, Dedie Rachim : Masih Banyak Anak Naik Angkot

Ditanya apakah hanya kerumunan pelajar yang dilarang, dituturkan Kapolresta, bahwa orang tua pun termasuk yang dilarang berkerumun di sekolah, sebagaimana yang sudah disampaikan pihaknya melalui tujuh list yang sudah ditetapkan.

Diantaranya, SOP baik pada guru, orang tua hingga para pelajar terkait dari datang sampai mereka pulang. Kemudian, bagaimana pengaturan jam belajar, istirahat dan sebagainya.

“Itu semua sudah ada aturannya. Nah tahap sosialisasi ini tentunya sambil berjalan sudah mulai dibuka sambil kita mengingatkan agar tetap prokes supaya angka Covid-19 Kota Bogor sudah bagus ini tidak lagi melonjak,” imbuh dia.

“Pokoknya lingkungan sekolah itu lingkungan steril, sudah ada prokes cara masuk sekolah dan sebagainya, nah sehingga kalau memang pada saat menjemput ya silahkan menjemput tapi selama anak sekolah jangan juga orang tuanya kumpul-kumpul juga nungguin anaknya, itu bisa jadi klaster baru,” sambungnya.

Dirinya juga menambahkan, ketujuh list yang sudah dibuat ini diperuntukan sebagai komitmen pihaknya terhadap pelajar agar bisa bersekolah layaknya pelajar, dalam artian tidak menggunakan daring lagi.

“Jangan sampai tau sekolah (tapi) engfak pernah masuk sekolah. Nah kita berharap ini benar-benar bisa menjadi solusi agar menjaga protokol kesehatan di luar sekolah, selain ada pengawas bagi para sekolah yang secara rutin akan mengecek termasuk di luar sekolah menjadi atensi kami,” ujarnya.

Baca Juga  Kasus Covid-19 Melonjak, Kota Bogor Tutup Jalur SSA

Sementara itu, Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim mengingatkan kepada semua pihak agar tidak melakukan hal yang kontraproduktif. Maka, manfaatkan PTM ini sebagai sebuah langkah dan peluang untuk menghadapi masa depan yang lebih baik lagi.

Dengan kondisi pandemi yang semakin membaik, dilanjutkan Dedie, dibarengi dengan upaya yang dilakukan semua pihak, semua bisa menghadapi situasi ke depan yang mungkin akan merubah kondisi Kota Bogor yang selama ini terpuruk akibat pandemi. Termasuk dari bidang pendidikan.

Lewat kunjungannya ke beberapa sekolah, sambung Dedie, ia juga menemukan para pelajar yang masih menggunakan transportasi umum. Memang untuk saat ini disarankan, penggunaan transportasi umum bisa diminimalisir. Karena faktor risiko penularan yamg bisa saja terjadi.

“Saya meminta Kepala Dinas Perhubungan untuk terus mengingatkan para pengusaha angkutan, pengemudi, atau pihak yang terkait dengan angkutan umum, untuk terus juga memperhatikan protokol kesehatan,” jelas Dedie.

Diluar itu, Dedie mengatakan saat ini begitu banyak permohonan dari sekolah – sekolah kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor untuk melaksanakan PTM Terbatas. Hanya saja, denfan keterbatasan tersebut, maka tak semua diizinkan serentak.

Baca Juga  Bima Arya Ingin Musem Perjuangan Dikelola Pemkot

Bukan hanya soal standar operasional prosedur (SOP), namun juga terkait perangkat sarana prasarana terkait dengan pelaksanaan PTM juga harus dipenuhi sekolah. Kemudian juga yang harus dipastikan, ada beberapa siswa yang mungkin belum dilakukan vaksinasi.

“Jadi saat ini Pemkot Bogor dibantu TNI-Polri membuka kesempatan seluas-luasnya, kepada pelajar, termasuk guru dan stakeholder di sekolah itu untuk bisa segera divaksin. Itu salah satu langkah yang kita laksanakan, sebelum nanti kita bicara masalah daftar periksa yang banyak itu sesuai dengan kebijakan SKB 4 Menteri,” urai Dedie.

“Nanti kita akan coba evaluasi dulu, akan ada visitasi dari tim gabungan TNI-Polri dan dari Pemkot Bogor untuk memastikan bahwa sekolah-sekolah yang mengajukan itu layak untuk melaksanakan PTM,” tandasnya.

Untuk diketahui, kegiatan Apel Pelajar Sadar Prokes se-Kota Bogor ini diikuti puluhan pelajar setingkat SMP dan SMA, Ketua OSIS, komite sekolah, orang tua hingga Satgas Pelajar.

Adapun, upacara dipimpin lansung Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim didampingi Kapolresta Bogor Kota, Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro dan perwakilan dari Kodim 0606 Kota Bogor. (rez)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *