Pembangunan TPPAS Nambo Dilanjut

by -

METROPOLITAN – Tempat Pengolahan dan Pemrosesan Akhir Sampah (TPPAS) Lulut Nambo, Kecamatan Klapa­nunggal, diharapkan men­jadi solusi mengurangi vo­lume sampah di Kabupaten Bogor. Namun, pembangu­nannya baru akan dilaksana­kan Oktober tahun ini.

Untuk diketahui, volume sampah yang dihasilkan Ka­bupaten Bogor mencapai 2.700 hingga 3.000 ton per hari. Saat ini, sampah tersebut masih ditampung di TPAS Galuga.

“Kami dapat informasi pembangunan TPPAS Lulut Nambo sudah mau berjalan. Secara fisik masih dalam pro­ses. Namun, secara adminis­trasi sudah dilakukan,” kata Kepala Bidang Persampahan pada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor, Is­mambar Fadli, kemarin.

Ia menambahkan, TPPAS Lulut Nambo secara regional milik Provinsi Jawa Barat. Baik secara pengelolaan hingga pengawasannya tanggung jawab Jawa Barat.

Baca Juga  Akhir Tahun Ini TPPAS Nambo Siap Beroperasi

“Pemprov Jabar menunjuk PT Jabar Lestari untuk mene­ruskan pembangunan TPPAS Lulut Nambo pada tahun ini. Jadi segala sesuatunya men­jadi tanggung jawab Provinsi Jabar,” terang Fadli.

Waktu pembangunan TPPAS ini ditargetkan selesai pada akhir Januari atau awal Fe­bruari 2022, dan dapat se­gera beroperasi.

“Hanya untuk kapasitas 40 persen dari total kapasitas yang ada. Nantinya di 2022 saat TPPAS Lulut Nambo berjalan, dapat menampung sampah empat kota dan kabupaten. Di anta­ranya, Kota Depok, Kota Tang­erang Selatan, Kota dan Kabu­paten Bogor,” jelasnya.

Jika nanti TPPAS Lulut Nam­bo beroperasi baik 40 persen maupun 100 persen pada 2022, TPAS Galuga tetap berope­rasi untuk menampung sam­pah yang ada di Kabupaten Bogor. “TPAS Galuga tetap beroperasi, karena tidak se­muanya dapat ditampung di TPPAS Lulut Nambo yang diisi sampah dari berbagai daerah,” katanya.

Baca Juga  Ini Rincian Dana Kompensasi Negatif Pengelolaan TPPST Nambo Bogor

Untuk mengurangi sampah yang ada di Kabupaten Bogor, DLH bekerja sama dengan pemerintah desa baik tingkat RT maupun RW untuk mem­bentuk bank sampah.

“Sampah-sampah yang da­pat bernilai ekonomis. Itu dijadikan tabungan, sehingga tidak langsung dibuang. Te­tapi dipilah terlebih dahulu sehingga dapat didaur ulang. Ini dapat mengurangi volume sampah yang ada,” ujarnya.

Ismambar Fadli berharap dengan adanya TPPAS Lulut Nambo ini tidak mengganggu aktivitas warga dan jadi lebih efektif dari pembuangan sam­pah yang ada. “TPPAS Lulut Nambo menggunakan tekno­logi. Tapi jangan sampai juga mengganggu aktivitas warga. Artinya tidak menimbulkan bau,” harapnya. (rb/els/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published.