Pemerintah Stop PTM Sekolah Terlibat Pembacokan Pelajar Kota Bogor Hingga Tewas

by -

METROPOLITAN.id – Pemerintah secara resmi menyetop kegiatan pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di sekolah yang pelajarnya terlibat aksi pembacokan yang menyebabkan seorang pelajar tewas.

Keputusan ini diambil sesuai kesepakatan bersama yang diambil antara Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Wilayah II Jawa Barat dengan Kepala Sekolah di Kota Bogor sebelum PTM dilaksanakan.

“Sebelum PTM dilaksanakan sudah ada pembinaan dari kita kalau terjadi sesuatu hal terlebih masalah tawuran kami cabut kembali PTM-nya. (Untuk itu) kita akan tunda PTM-nya. (khusus) SMAN 6 dan 7,” kata Kasi Pengawas KCD Pendidikan Wilayah II Jabar, Irman Khaeruman, Kamis (7/10).

Soal sekolahan lain yang pelajarnya diduga ikut terlibat, dijelaskan Irman Khaeruman, pihaknya belum mendapatkan informasi lebih lanjut terkait hal tersebut. Untuk itu, dalam waktu dekat ini pihaknya akan mengumpulkan seluruh Kepala Sekolah setingkat SMA di Kota Bogor.

Baca Juga  Kematian Covid-19 di Kota Bogor Melandai, Rino : Stok Peti Jenazah Aman

“Kami belum ada info valid SMA mana saja yang terlibat selain kedua sekolah itu. Pasti kami akan melakukan pemanggilan masing-masing Kepsek untuk meminta informasi terkait hal itu,” ucap dia.

“Kami juga akan panggil semua Kepsek dan memberikan arahan ke mereka termasuk hal-hal yang kejadian sudah terjadi,” ujarnya.

Terpisah, Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim sepakat dengan keputusan yang diambil KCD Pendidikan Wilayah II Jabar. Sebab, hal ini selaras dengan arahan Kapolresta Bogor Kota dalam Apel Pelajar Sadar Prokes se-Kota Bogor yang dilakukan pada Rabu (6/10).

“Sesuai arahan Kapolresta Bogor, barang siapa yang menyalahgunakan PTM menjadi ajang berkerumun apalagi meresahkan masyarakat dapat diusulkan agar sekolah ditunda PTM-nya,” katanya.

Baca Juga  Sempat Targetkan September Selesai, Bima Arya : Kota Bogor Belum Bisa Vaksinasi 100 Persen Bulan Ini

Sebelumnya, aksi kekerasan yang melibatkan pelajar hingga menimbulkan korban jiwa kembali terjadi Kota Bogor.

Teranyar, seorang pelajar yang diperkirakan siswa salah satu SMA negeri di Kota Bogor, mesti meregang nyawa saat tengah berada di sekitaran Taman Palupuh, Tegalgundil, Kecamatan Bogor Utara, Rabu (6/10) malam.

Hal itu dibenarkan Camat Bogor Utara Marse Hendra Saputra, bahwa telah terjadi dugaan penganiayaan dan atau pengeroyokan menggunakan senjata tajam yang mengakibatkan seorang meninggal dunia, pada Rabu (6/10) malam, sekitar pukul 22:30 WIB dekat Taman Palupuh, Kecamatan Bogor Utara.

Ia juga membenarkan bahwa korban merupakan seorang pelajar berinisial RMP (18), warga Babakan, Kecamatan Bogor Tengah. (rez)

Baca Juga  Pengemudi Ojol Tolak Aturan Larangan Mangkal di Seputaran SSA Bogor, Ini Respon Bima Arya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *