Pemkot Depok Ancam Tutup PTM

by -

METROPOLITAN – Wakil Wali Kota Depok, Imam Budi Hartono, mengancam akan menghentikan pelaksanaan kegiatan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas jika di­temukan pelanggaran protokol kesehatan (prokes) Covid-19.

”Kalau terjadi hal-hal yang tidak kita harapkan akan kita hentikan PTM-nya, baik se­cara total maupun parsial di sekolah-sekolah yang tidak mematuhi protokol Covid-19,” ujar Imam Budi Hartono di Depok, kemarin.

Mengantisipasi timbulnya klaster baru di sekolah, Pem­kot Depok telah mengeluarkan Peraturan Wali Kota (Perwal) Depok Nomor 66 Tahun 2021 tentang Pedoman Penyelen­ggaraan PTMT di Masa Pan­demi Covid-19. Perwal terse­but salah satunya mengatur tentang kapasitas dalam satu kelas tidak boleh lebih dari 20 peserta didik. ”Antisipasi untuk penularan Covid-19, jumlah siswa dalam kelas hanya 50 persen dan siswa yang masuk sesuai nomor absen genap-ganjil,” jelasnya.

Baca Juga  Pembentukan Satgas Sekolah dan Vaksinasi Guru Jadi Syarat dari Komisi IV Dalam Penyelenggaraan PTM

Imam pun berpesan kepada siswa-siswi agar selalu men­jaga prokes Covid-19. Di an­taranya dengan memakai masker, mencuci tangan dengan sabun di air mengalir dan menjaga jarak fisik. “Selain itu, selalu giat belajar dan harus berdoa kepada Allah SWT agar dijaga kesehatannya dan dis­ukseskan belajarnya,” katanya.

Sementara itu, Dinas Kese­hatan (Dinkes) Kota Depok mengeluarkan panduan siswa untuk menerapkan protokol kesehatan saat pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas. Panduan yang diberikan tersebut diterapkan sebelum berangkat sekolah, saat beraktivitas di sekolah serta setelah pulang sekolah. ”Ada beberapa hal yang harus diterapkan siswa terkait prokes selama menjalani PTM terba­tas,” terang Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kota Depok, Zakiah.

Baca Juga  Sekolah di Bogor Sering Terlibat Kekerasan? Siswanya Terancam Nggak Bisa Masuk Kampus Negeri

Prokes sebelum berangkat sekolah, sambung Zakiah, siswa harus memastikan diri dalam keadaan sehat, mem­bawa hand sanitizer, mem­bawa minuman dari rumah, membawa perlengkapan pribadi, memastikan meng­gunakan masker dan mem­bawa cadangan masker serta sarapan dan mengonsumsi gizi seimbang.

Sebelum masuk gerbang se­kolah, pengantar hanya sampai di lokasi yang ditentukan. Lalu, mengikuti pemeriksaan suhu dan melakukan cuci tangan pakai sabun (CTPS) sebelum masuk ruang kelas.

Selama kegiatan belajar mengajar pun harus tetap meng­gunakan masker dan menjaga jarak minimal 1,5 meter, meng­gunakan alat belajar, alat mu­sik, alat ibadah, alat makan dan minum pribadi serta dilarang meminjam peralatan belajar. (med/tob/suf/py)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *