Polisi Gelar Rekontruksi Pembacokan Pelajar Kota Bogor Hingga Tewas, Ini Hasilnya

by -

METROPOLITAN.id – Jajaran Satreskrim Polresta Bogor Kota melakukan rekontruksi kasus pembacokan pelajar Kota Bogor yang menyebabkan korban berinisial RMP (18) tewas seketika pada Selasa (12/10).

Rekontruksi dilakukan jajaran Satreskrim Polresta Bogor Kota di lokasi yang dirahasikan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Kasat Reskrim Polresta Bogor Kota, Kompol Dhony Erwanto menuturkan, rekontruksi dilaksanakan dengan tujuan untuk melengkapi berkas perkara yang harus segera dikirim ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Bogor.

Karena, rekontruksi menjadi salah satu syarat wajib yang dipenuhi dalam penyerahan berkas perkara nanti.

“Dari hasil rekonstruksi ini untuk menambah jelas lagi bagaimana kronologis kejadian atau pun melengkapi berkas tersebut agar lebih mudah dilakukan penelitian oleh kejaksaan,” kata Kasat Reskrim saat ditemui di Mako Polresta Bogor Kota, Selasa (12/10).

Menurutnya, dari hasil rekontruksi yang dilakukan pada hari ini, ada 25 adegan yang diperagakan baik oleh para pelaku hingga saksi-saksi.

Baca Juga  Budayawan Tolak Kebun Raya Bogor Dikelola Swasta

“Mulai dari persiapan, korban datang ke sekolahan, tersangka datang bersama rombongan sampai akhirnya tersangka utama menghabisi korban tersebut,” ucap dia.

Dari hasil rekontruksi juga, motif tersangka utama membacok korban masih sama sesuai dengan hasil penyelidikan atau penyidikan yang dilakukan pihaknya saat ini.

“Motifnya masih sama sakit hati antara tersangka utama dengan korban. Kami menetapkan dua tersangka dalam kasus ini, pertama tersangka utama RAP (18) dan kedua RM (17) yang turut membantu,” imbuhnya.

Namun, dari hasil rekontruksi ini diketahui korban sempat memberikan perlawanan saat pelaku menyerangnya. Hal itu juga diperkuat dari hasil autopsi, bahwa ada salah satu luka di bagian tangan dan kaki korban.

“Dari hasil rekontruksi berdasakan keterangan saksi korban memang ada perlawanan terlebih dahulu itu juga terlihat dari hasil autopsi salah satu luka di bagian tangan dan kaki,” beber dia.

Baca Juga  Program Bagi-bagi Alat Kontrasepsi di Bogor Disoal, APH Diminta Turun Tangan

“Tapi karena memang korban ini sudah tidak berdaya makanya sabetan senjatanya kan beberapa kali ya makanya korban tidak bisa melawan lagi dan akhirnya yang bersangkutan (korban) tidak tertolong lagi,” lanjutnya.

Disinggung apakah penyerangan yang dilakukan pelaku untuk menghabisi korban, dituturkan Kasat Reskrim, berdasarkan hasil penyidikan diketahui pelaku tidak memiliki niat untuk menghabisi korban.

Akan tetapi, pelaku melakukan penyerangan dengan gelap mata sehingga tak sadar menghabisi korban.

“Kalau hasil penyidikan kami pelaku tidak niat menghabisi korban, tapi karena kalapnya tersangka ini,” ungkap Kasat Reskrim.

“Bahkan tersangka meninggalkan lokasi (karena) dia nyadar korban terkena dibagian dada yang sampai parah, setelah melukai pelaku meninggalkan lokasi itu, namun pelaku tidak tahu kalau korban meninggal,” lanjutnya.

Adapun, ditambakan Kasat Reskrim, yang menyebabkan korban meninggal dunia karena luka bacok di bagian dada yang tembus sedalam 25 cm.

Baca Juga  Pemkot Bogor Minta Tarif Gratis Biskita Transpakuan Sampai 2022, Kepala BPTJ : Evaluasi Dulu Lah

“Iya meninggal di tempat. Kalau berdasarkan hasil autopsi luka di bagian jantung dan paru-paru kena bahkan ada organ dalam yang sempat terluka,” ujarnya.

Sebelumnya, aksi kekerasan yang melibatkan pelajar hingga menimbulkan korban jiwa kembali terjadi Kota Bogor.

Teranyar, seorang pelajar yang diperkirakan siswa salah satu SMA negeri di Kota Bogor, mesti meregang nyawa saat tengah berada di sekitaran Taman Palupuh, Tegalgundil, Kecamatan Bogor Utara, Rabu (6/10) malam.

Hal itu dibenarkan Camat Bogor Utara Marse Hendra Saputra, bahwa telah terjadi dugaan penganiayaan dan atau pengeroyokan menggunakan senjata tajam yang mengakibatkan seorang meninggal dunia, pada Rabu (6/10) malam, sekitar pukul 22:30 WIB dekat Taman Palupuh, Kecamatan Bogor Utara.

Ia juga membenarkan bahwa korban merupakan seorang pelajar berinisial RMP (18), warga Babakan, Kecamatan Bogor Tengah. (rez)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *