Polres Bogor Tetapkan Satu Tersangka Pelaku Pengerusakan Kantor Desa Bojong Koneng

by -
Kapolres Bogor AKBP Harun

METROPOLITAN.id – Polres Bogor akhirnya menetapkan satu orang tersangka yang melakukan pengerusakan di kantor Desa Bojong Koneng, Kecamatan Babakan Madang beberapa waktu lalu.

“Yang jelas saat ini pelaku sudah ada dilakukan penangkapan, masih kita cari lagi pelaku lainnya. Kemarin sudah beberapa, tapi tak ada ditempat semuanya,” kata Kapolres AKBP Harun, Selasa (5/10).

Harun juga mengungkapkan jika tersangka berasal dari warga setempat. Namun bukan RW yang dilakukan pengolahan lahan oleh PT Sentul City.

“Jadi mereka itu tidak tahu lahan yang mana, dan bukan RW 08 tetapi melakukan unjuk rasa, dan tak tahu awal mula permasalahannya. Karena tersulut emosi mereka melakukan pengerusakan,” paparnya.

Baca Juga  Tukang Cilok Pembunuh PL Ditangkap Saat Cukur Rambut

Pelaku yang ditangkap masih didalami, Sebab pihaknya pun masih menggali informasi atas peristiwa tersebut. Bahkan ia tak menapik akan ada tersangka selanjutnya.

“Kita sangat tegas, siapapun yang melakukan anarkis dan perusakan akan kita tindak sesuai hukum berlaku,” kata dia.

Harus menuturkan, pasca perusakan, anggota Sabaran melakukan pengaman dulu baik polsek dan balai desa, untuk antisipasi kejadian terulang.

“Tetapi kita masih mencari para tersangka lainnya, karena tak ada ditempat ketika didatangi petugas,” bebersnya.

Sebelumnya, sejumlah warga atas pengerusakan Kantor Desa Bojong Koneng yang menyebabkan sejumlah fasilitas di desa tersebut mengalami rusak-rusak.

Harun mengatakan, pada saat kejadian, Sabtu (2/10) lalu, ada puluhan orang mendatangi kantor desa tersebut. Kedatangan warga tersebut bukan tanpa alasan, mereka telah diprovokasi oleh beberapa orang hingga mau melakukan aksi unjuk rasa.

Baca Juga  Waduh, Camat Babakanmadang Lontarkan Kata Kasar ke Perusahaan

“Kurang lebih ada 50 orang datang ke kantor desa. Ada beberapa dari mereka yang memprovokasi masyarakat hingga terjadi pengerusakan tersebut,” kata Harun.

Kericuhan tersebut, lanjut Harun, bermula dari Sentul City yang mau melaksanakan pengelolaan lahan miliknya yang berlokasi di RT01/11 Desa Bojong Koneng. Namun rupanya ada warga dari RW 08 ikut memprovokasi warga lainnya.

“Saat pihak Sentul City Tbk melakukan pengosongandan penguasaan lahan miliknya di RT 01 TW 11, ternyata tiba-tiba datang 50 orang warga dari RW 08, mereka memprovokasi, melakukan unjuk rasa hingga terjadi pengrusakan Kantor Desa Bojong Koneng,” paparnya.

Namun karena tersulut emosi, warga pun akhirnya merangsek masuk ke kantor desa dan memecahlan kaca pintu kantor desa Bojong Koneng.

Baca Juga  30 Ribu Petasan untuk Tahun Baru Gagal Beredar di Bogor

“Kita juga sudah masuk tahap penyelidikan, ada beberapa orang yang diperiksa sebagai saksi juga,” kata dia.

Jika terbukti bersalah, warga yang melakukan provokasi dan pengerusakan akan dijerat pasal 170 pasal 70 KUHP dengan ancaman pidana lima tahun penjara. (gi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *