PPKM Masih Diperpanjang, Bogor Gagal Turun Level

by -

Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Jawa-Bali masih diperpanjang pemerintah pusat. Bahkan, khusus wilayah Bogor yang merupakan bagian dari aglomerasi Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) juga gagal turun ke Level 2.

TURUNNYA kasus penularan Covid-19 nyatanya tidak ber­banding lurus dengan turun­nya level PPKM yang diberla­kukan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Wilayah Jabodetabek dianggap belum memenuhi ketentuan pelaksanaan PPKM Level 2.

Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, gagalnya wilayah Jabodetabek turun level lantaran kurangnya cakupan vaksinasi.

”Aglomerasi Jabodetabek belum turun karena ada di Kabupaten Bogor, Kabupaten Tangerang, dan Bekasi masih kekurangan vaksinasi Level 3,” ujar Luhut saat konferensi pers, Senin (4/10).

Pemerintah akan menggenjot pelaksanaan vaksinasi di ke­tiga wilayah tersebut. Sehing­ga dalam dua pekan ke depan, level PPKM Jabodetabek dapat turun menjadi Level 2.

”Ada dua juta vaksin yang akan kita suntikkan dalam waktu minggu-minggu ke de­pan,” terang Luhut yang juga Koordinator PPKM Jawa dan Bali. Hal serupa juga terjadi di sejumlah wilayah aglomerasi. Berdasarkan aturan penetapan PPKM di Jawa dan Bali, indi­kator vaksinasi pada wilayah aglomerasi akan mengacu pada daerah dengan cakupan vaksinasi terendah.

Luhut menyebut kawasan Bandung Raya, Malang Raya, dan Surabaya masih berada di PPKM Level 3. Meskipun secara indikator pandemi mengalami penurunan.

Baca Juga  Presiden Jokowi Sebut Perpanjangan PPKM Level 4 Hanya di Kabupaten/Kota Tertentu

Selain Jabodetabek, masih ada wilayah aglomerasi yang cakupan vaksinasinya belum mencapai target yaitu, Bandung Raya dan Surabaya Raya. Namun, wilayah Solo Raya mengalami penurunan level.

”Terdapat tiga kabupaten/kota turun ke Level 2 ,yaitu Cirebon, Banjar, dan Madiun,” terang Luhut.

Sementara itu, aglomerasi Solo Raya dapat turun dan menerapkan PPKM Level 2. Pemerintah akan melakukan uji coba pemberlakuan PPKM Level 1 di Kota Blitar.

Implementasi uji coba PPKM Level 1 diberlakukan karena telah memenuhi syarat indi­kator Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan target caku­pan vaksinasi dosis satu sebe­sar 70 persen dan dosis satu lansia sebesar 60 persen.

Luhut mengatakan, dalam penerapan PPKM Level 1 akan mendekati aktivitas kehidupan masyarakat yang normal.

“Untuk mengimbangi terse­but, tindakan surveilans testing dan peningkatan disiplin pro­tokol kesehatan dan kami sudah membentuk task force juga, yang terdiri dari pakar-pakar dan ahli dalam bidang­nya untuk nanti tinggal be­rapa waktu di Blitar untuk memonitor,” jelas Luhut.

Sebagai informasi, Luhut menyebut angka reproduksi penularan Covid-19 di Jawa dan Bali telah berada di bawah angka satu. Jumlah testing pun akan terus digenjot untuk mencapai rasio kasus positif di bawah satu persen.

Persoalan vaksinasi rupanya menjadi salah satu kendala Pemerintah Kabupaten (Pem­kab) Bogor untuk turun level dalam PPKM Level 3 menjadi Level 2.

Baca Juga  PPKM Diperpanjang Lagi Hingga 30 Agustus, Sebagian Wilayah Jawa Bali Turun ke Level 3

Sekretaris Satuan Tugas (Sat­gas) Covid-19 Kabupaten Bo­gor Hadijana mengatakan, target yang ditetapkan pusat untuk capaian vaksinasi Ka­bupaten Bogor tinggi. Yakni 4,6 juta orang.

“Iya, kalau dilihat persen­tase kecil. Tetapi lihat juga target orangnya. Kan yang sudah divaksin 2 juta orang lebih. Dua kali lipat dari ma­syarakat Kota Bogor,” ujarnya.

Meski demikian, Hadijana mengaku optimis target vaksi­nasi 4,6 juta orang dapat ter­selesaikan hingga akhir tahun ini atau akhir Desember. Ter­lebih, pihaknya telah menam­bah jumlah vaksinator yang disebar ke beberapa wilayah di Kabupaten Bogor.

“Mudah-mudahan dengan jumlah vaksinatornya, ditam­bah targetnya cepat tercapai. Hingga PPKM bisa turun level menjadi Level 2,” harapnya.

Pemkab Bogor melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) pun terus mengejar akselerasi vaksi­nasi sampai tingkat desa atau RT/RW. Bahkan, saat ini ba­nyak jenis vaksin sebagai al­ternatif dan pilihan.

Selain itu, ia mengaku saat ini semua instansi bergerak untuk capaian target vaksi­nasi sampai Desember sekitar 70 persen dengan jumlah sa­saran 4,6 juta orang.

“Mudah-mudahan targetnya tercapai karena sentra vaksin­nya terus bertambah. Bahkan, dari TNI-Polri serta beberapa elemen yang ada di Kabupaten Bogor sering menggelar vaksi­nasi massal,” ungkap Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinkes Adang Mulyana.

Baca Juga  Tegas, Kasatpol PP Jaktim Rutin Gelar Operasi PPKM Mikro

CAKUPAN VAKSINASI PE­RINGKAT LIMA DI DUNIA

Meski begitu, Menteri Kese­hatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan, cakupan vaksinasi Covid-19 di Indone­sia saat ini sudah berada di peringkat kelima dunia. Total penduduk Indonesia yang sudah menerima vaksinasi Covid-19 dosis pertama seba­nyak 94 juta orang per hari ini.

”Kami laporkan per hari ini Indonesia ada di ranking ke­lima dunia. Kita naik satu tingkat karena menyusul Jepang yang ada di kisaran 80-an juta orang,” kata Budi.

Dari segi jumlah dosis vaksin yang telah digunakan dalam vaksinasi, Indonesia menem­pati urutan keenam. Sampai saat ini, sebanyak 148 juta dosis vaksin Covid-19. Sedang­kan jumlah orang yang divaksi­nasi per harinya sudah mele­bihi 2 juta orang.

”Kita sudah melampaui 2 juta suntikan per hari di bulan September ini,” ujar Budi.

Pemerintah sudah menerima total 222 juta dosis vaksin Co­vid-19. Dimana sebanyak 193 juta dosis vaksin di antaranya sudah dikirimkan ke berbagai daerah. Menurutnya, stok vaksin Covid-19 yang ada di Indonesia saat ini memenuhi kebutuhan dalam negeri.

”Total stok ada di kita di ki­saran 70 jutaan, masih cukup banyak. Kita terus membica­rakan bagaimana percepatan vaksinasi ini,” tandas Budi. (mam/feb/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published.