Ratusan Buku Nikah Kosong Dijual ke Bogor

by -

METROPOLITAN – Bisnis kawin kontrak di Bogor rupanya jadi ladang baru bagi PH (42) warga Bogor dan AA (41) warga Bandung. Keduanya masuk sindikat penjualan buku nikah kosong yang didapat dengan cara mencuri.

PH dan AA nekat mencuri buku nikah di Kantor Urusan Agama (KUA). Hasil curiannya tersebut dijual kepada penyedia jasa kawin kontrak yang marak di Bogor.

Kepala Kepolisian Resor Gunungkidul AKBP Aditya Galayudha Ferdiansyah mengatakan, pencurian di KUA Kecamatan Patuk dan KUA Kecamatan Playen terjadi pada 5 Agustus 2021.

Dari dua KUA itu, pencuri membawa lari buku akta nikah sebanyak 168 buah, 122 lembar blangko surat nikah, 424 buah kartu nikah, dan duplikat buku nikah sebanyak 70 buah. Laptop yang ada di kantor itu juga turut dibawa kabur.

Baca Juga  Kawin Bulan Depan, Buku Nikah Dikirim via WA

“Dalam melancarkan aksinya, pelaku pencurian menggunakan modus yang sama yaitu mencungkil pintu sebagai akses masuk mereka,” kata Aditya di Mapolres Gunungkidul, Rabu (13/11).

Setelah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan hasil pemeriksaan saksi, polisi mendapat informasi pada hari terjadinya pencurian ada sekelompok orang bertingkah mencurigakan di SPBU Patuk. Lokasi SPBU Patuk tidak jauh dari KUA yang dimasuki pencuri.

Polisi kemudian memeriksa kamera pengawas atau CCTV yang ada di SPBU dan mendapatkan ciri-ciri pelaku.

Hingga pada 2 September 2021, seorang pencuri berinisial AA ditangkap di Bandung, Jawa Barat. Kemudian pada 4 September, pencuri lain berinisial PH ditangkap di Jakarta Selatan. “Masih ada satu pelaku lagi yang belum tertangkap yaitu ED,” kata Aditya.

Baca Juga  Jadi Peserta Tertua, Gembira Miliki Buku Nikah

Kepala Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Gunungkidul AKP Rian Permana mengatakan, dua pencuri itu mengaku bahwa buku nikah yang dibawa lari dijual ke penyedia jasa kawin kontrak atau orang yang ingin memalsukan status pernikahannya.

“Mereka menjual kartu nikah kosong ini kepada sindikat penyedia jasa nikah siri, kawin kontrak yang banyak terdapat di wilayah Bogor,” terang Ryan.

Kartu nikah dan buku nikah mereka jual seharga Rp1.000.000 sampai Rp1.500.000. Pelaku mengaku sudah ada beberapa KUA yang mereka bobol untuk dicuri buku nikahnya. Sedangkan hasil pencurian di Gunungkidul belum mereka jual. (kps/feb/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *