Rusak Kantor Desa, Warga Bojong Koneng Diperiksa Polisi

by -
Kapolres Bogor AKBP Harun

METROPOLITAN.id – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Bogor melakukan pemeriksaan kepada sejumlah warga atas pengerusakan Kantor Desa Bojong Koneng yang menyebabkan sejumlah fasilitas di desa tersebut mengalami rusak-rusak.

Kapolres.Bogor AKBP Harun mengatakan, pada saat kejadian, Sabtu (210) lalu, ada puluhan orang mendatangi kantor desa tersebut. Kedatangan warga tersebut bukan tanpa alasan, mereka telah diprovokasi oleh beberapa orang hingga mau melakukan aksi unjuk rasa.

“Kurang lebih ada 50 orang datang ke kantor desa. Ada beberapa dari mereka yang memprovokasi masyarakat hingga terjadi pengerusakan tersebut,” kata Harun.

Kericuhan tersebut, lanjut Harun, bermula dari Sentul City yang mau melaksanakan pengelolaan lahan miliknya yang berlokasi di RT01/11 Desa Bojong Koneng. Namun rupanya ada warga dari RW 08 ikut memprovokasi warga lainnya.

Baca Juga  Digugat Konsumen, Sentul City Bangkrut?

“Saat pihak Sentul City Tbk melakukan pengosongandan penguasaan lahan miliknya di RT 01 TW 11, ternyata tiba-tiba datang 50 orang warga dari RW 08, mereka memprovokasi, melakukan unjuk rasa hingga terjadi pengrusakan Kantor Desa Bojong Koneng,” paparnya.

Namun karena tersulut emosi, warga pun akhirnya merangsek masuk ke kantor desa dan memecahlan kaca pintu kantor desa Bojong Koneng.

“Kita juga sudah masuk tahap penyelidikan, ada beberapa orang yang diperiksa sebagai saksi juga,” kata dia.

Jika terbukti bersalah, warga yang melakukan provokasi dan pengerusakan akan dijerat pasal 170 pasal 70 KUHP dengan ancaman pidana lima tahun penjara.

Sementara itu, Head of Corporate Communcation PT Sentul City Tbk David Rizar Nugroho mengaku p prihatin dan menyesalkan peristiwa anarkisme terjadi dan telah merusak fasiltas kantor Desa Bojong Koneng tersebut.

Baca Juga  Ratusan Warga Ontrog Sentul City

Ia menilai, tindakan anarkisme merupakan melawan hukum dimana hal ini tidak dibenarkan secara hukum. Maka dengan begitu menjadi ranah aparat untuk melakukan penegakan dan menghilangkan keresahan di masyarakat.

“Kegiatan penataan lahan di Kampung Gunung Batu Kidul, Desa Bojong Koneng, Kecamatan Babakan Madang sudah melalui koordinasi dengan pengurus RT, RW dan desa setempat dan mendapat dukungan warga kampung sekitar,” kata David.

David juga mengaku, bahwa ada yang aneh dalam penolakan tersebut. Warga kampung lain ikut memperkeruh keadaan, padahal pihaknya belum sama sekali melakukan pengukuran tapal batas dalam rangka penataan lahan.

“Ada apa ini? Harus diusut tuntas jangan sampai menjadi banyak pertanyaan diluar,” tegasnya

Baca Juga  Waduh, Camat Babakanmadang Lontarkan Kata Kasar ke Perusahaan

Lebih lanjut ia menambahkan, PT Sentul City Tbk tegaskan bahwa tidak menbuldozer rumah warga asli Bojong Koneng.

“Yang kami kejar adalah warga pendatang yang menguasai tanah garapan dari mafia tanah dan mereka mendirikan bangunan liar di atas tanah kami,” ungkapnya. (mam)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *