Sekolah Lapang Solusi Jitu Dongkrak Produktivitas Petani

by -
FOTO : Ist

METROPOLITAN.ID -Para petani di Nagari Sitanang, Kecamatan Lareh Sago Halaban merasa terbantu dengan keberadaan program Program Integrated Participatory Development and Management of Irrigation Project (IPDMIP). Ya, lewat program Sekolah Lapang (SL) Daerah Irigasi (DI) yang notabene bagian dari item IPDMIP, kompetensi mereka meningkat seiring banyaknya pembekalan materi seputar optimalisasi lahan.

Salah seorang penyuluh, Yanti Yulianti mengatakan sejak pertama kali digulirkan, program SL DI mendapat antusias yang cukup tinggi dari para petani. “Tanggal 7 Oktober kemarin kami baru saja melaksanakan sekolah lapang, pesertanya dari Kelompok Tani Coran Jaya. Pesertanya 25 orang,” ujar Yanti melalui keterangan tertulisnya, Senin (11/10).

Yanti menegaskan penguatan materi yang diberikan yakni seputar pengataman vase vegetatif padi, permodalan, dan analisa usaha tani. Ketiga aspek tersebut sangat penting dalam menunjang keberhasilan petani. “Mula dari pra maupun pasca panen. Semisal analisa usaha tani, ini bermanfaat sekali dalam hal aspek perencanaan teman-teman ketika memulai menanam,” beber Yanti.

Baca Juga  Gaet Penggawa Baru, Tiga Politisi Senior Bogor Nyebrang ke Nasdem

Dia optimis bahwa dengan masifnya program SL DI di berbagai daerah, kualitas SDM para petani di daerah akan semakin meningkat drastis. Ini mengingat banyaknya item atau program turunan dari IPDMIP yang notabene sangat berguna bagi para petani.

“Mudah-muadahan kesejahteraan petani semakin meningkat sebagaimana yang disampaikan Bapak Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo,” jelas Yanti. Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo mengatakan IPDMIP harus berperan dalam mendorong transformasi sistem pertanian tradisional menjadi modern. Transformasi ini dilakukan melalui peningkatan kapasitas SDM pertanian.

“IPDMIP harus berperan mendorong proses transformasi dari sistem pertanian tradisional menjadi modern. Untuk itu, SDM-nya harus digarap lebih dahulu. Mereka adalah petani, penyuluh, petani milenial melalui pelatihan,” kata Dedi Nursyamsi dalam keterangan tertulisnya.

Baca Juga  403 Personel Polisi Diterjunkan Dalam Perhelatalan Liga 1 di Stadion Pakansari

Sistem pertanian tradisional, katanya, dicirikan oleh produktivitas yang rendah, penggunaan varietas lokal, dikerjakan secara manual atau dengan bantuan tenaga ternak. Sistem pertanian ini belum memanfaatkan mekanisasi pertanian serta teknologi informasi dan komunikasi (TIK).

“Pertanian modern dicirikan masifnya varietas berdaya hasil tinggi, menerapkan mekanisasi dan pemanfaatan teknologi era industri 4.0,” kata Menteri SYL.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian (Kementan) Dedi Nursyamsi mengingatkan, IPDMIP harus melaksanakan kegiatan-kegiatan yang memberikan dampak output dan outcome signifikan di lahan-lahan pertanian beririgasi. IPDMIP dapat berperan melalui kegiatan Training of Trainer (TOT), Training of Facilitator (TOF), Bimbingan Teknis (Bimtek) bagi Komando Strategis Pembangunan Pertanian (KostraTani) di tingkat provinsi (Kostrawil) dan kabupaten (Kostrada).

Baca Juga  Pemkot Bogor Larang Ojol Mangkal di Seputaran SSA

Dedi Nursyamsi mengharapkan NPIU dari IPDMIP dalam bekerja mencontoh tim sepak bola yang mengutamakan kerjasama tim, kemampuan individu sehingga dapat menerjemahkan dan melaksanakan arahan pimpinan.

“Tim NPIU juga harus melakukan akselerasi semua kegiatan melalui proses yang cepat, sistematis dan taktis,” pungkasnya.

(suf)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *