Sumbar Siap Cetak Penangkar Benih Handal

by -
FOTO : Ist

METROPOLITAN.ID  – Benih unggul menjadi faktor yang amat penting dalam keberhasilan aktivitas tani. Maka dari itu, diperlukan para penangkar yang handal untuk memghasilkan kualitas benih jempolan.  Hal itulah yang tengah masif dilakukan di kegiatan Sekolah Lapang (SL) Daerah Irigasi Batang Coran, Nagari Sitanang, Kecamatan Lareh Sago Halaban.

“Jadi untuk materi pertemuan ke-6 kemarin kami fokuskan pada hasil pengamatan labor lapangan dan perbenihan,” ujar Pengawas Benih Kabupaten Lima Puluh Kota, Efi Natalia melalui keterangan tertulisnya, Minggu (10/10).

Efi memaparkan bahwa selama ini banyak benih lokal yang unggul hilang dari peredaran karena tidak disertifikasi. Ke depan, petani yang ingin berusaha atau mengembangkan benih agar dari awal menginformasikan kepada pengawas benih sehingga bisa didampingi secara maksimal.

“Disinilah peran penting Sekolah Lapang, salah satunya malahirkan, mendidik, dan memeberdayakan mereka yang memang fokus pada pengembangan benih unggul. Menjadi penangkar benih yang tersertifikasi,” jelas Efi.

Baca Juga  Sudah 28.930 Anak Usia 6-11 Tahun di Kota Bogor Dapat Suntik Vaksin

Saat ini, di Kabupaten Lima Puluh Kota terdapat lima penangkar, dan tersisa dua kelompok aktif yakni Kelompok Cempaka di Kec. Akabiluru dan Balibu di Kec. Luak. “Disisi lain kebutuhan benih berlabel di Kabupaten Lima Puluh Kota masih sangat kurang. Untuk kegiatan IPDMIP tahun 2021 ini kebutuhan benih 25 ton. Stok yang ada tidak mencukupi, jadi sementara kami datangkan dari luar sekitar tujuh ton,” beber Efi.

Dalam kesempatan itu Efi juga menuturkan ihwal peluang pemurnian padi Pandan Wangi bagi masyarakat Lareh Sego Halaban. Termasuk padi baru yang asalnya dari nagari Batu Balang, yaitu padi Ambon. “Citra rasa berasnya mirip dengan varietas Junjuang. Tampilan gabah kecil, mirip varietas Banang Pulau. Hasilnya tinggi,” beber dia.

“Kami siap mendampingi dan memberikan bantuan teknis kepada petani yang ingin dan mau melakukan usaha penangkaran benih,” lanjut dia. Sementara, Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo optimis bahwa program IPDMIP dapat bermanfaat bagi kepentingan masyarakat pedesaan, khususnya bagi petani dalam mendukung pencapaian ketahanan pangan. Lewat IPDMIP, produktivitas pertanian terus meningkat, khususnya di daerah irigasi.

Baca Juga  Hingga Semester I 2022, Kota Bogor Baru Rampungkan 74 Paket Tender

“Pendapatan petani harus terus naik sehingga kesejahteraan petani juga meningkat. Pertanian adalah emas 100 karat,” kata Mentan Syahrul melalui keterangan tertulisnya. Dia menyampaikan jika produktivitas meningkat, pendapatan petani juga meningkat. “Kemampuan sumber daya manusia juga harus kita tingkatkan agar mereka bisa mengelola pertanian dengan baik,” ungkapnya.

SYL-sapaannya- mengingatkan bahwa sektor pertanian adalah ‘emas 100 karat’. Menjanjikan dan tak pernah ingkar janji sehingga sangat prospektif untuk digeluti. “Terutama para pemuda dan milenial. Kita gerakan pertanian Indonesia, masa depan pertanian kita ada pada mereka,” ujar SYL.

 

Senada, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Dedi Nursyamsi, menegaskan, “Program IPDMIP menjadi salah satu cara untuk meningkatkan produktivitas pertanian, khususnya di daerah irigasi sehingga pada akhirnya kesehatan petani bisa meningkat,” ungkap Dedi.

Baca Juga  Terkesan Presidensi G20, Direktur Eksekutif Global Fund Jajaki Peluang Kerja Sama Saat Ketemu Menko Airlangga

Menurutnya, IPDMIP harus berperan mendorong proses transformasi dari sistem pertanian tradisional menjadi modern. Untuk itu, SDM-nya harus digarap lebih dahulu. “Mereka adalah petani, penyuluh, petani milenial melalui pelatihan,” kata Dedi.

Sistem pertanian tradisional, katanya, dicirikan oleh produktivitas yang rendah, penggunaan varietas lokal, dikerjakan secara manual atau dengan bantuan tenaga ternak. Sistem pertanian ini belum memanfaatkan mekanisasi pertanian serta teknologi informasi dan komunikasi (TIK). “Pertanian modern dicirikan masifnya varietas berdaya hasil tinggi, menerapkan mekanisasi dan pemanfaatan teknologi era industri 4.0,” pungkas Dedi.(tob/suf)

Leave a Reply

Your email address will not be published.