Tagih Hutang, Pinjol Hina hingga Ancam Sebarkan Data Pribadi Konsumen

by -

METROPOLITAN.ID – Kasus pengancaman yang dilakukan jasa penagihan (debt collector) pinjaman online (pinjol) ilegal masih saja terjadi disaat pemerintah tengah gencar-gencarnya memberantas fintech peer to peer (P2P) yang tak terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tersebut.

Seperti dialami AS (42), warga Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor yang belum lama ini menerima ancaman dari pihak aplikasi H-Dompet melalui pesan WhatsApp (WA).

“Ya isi pesannya ancaman penyebaran data serta penghinaan saat melakukan penagihan pinjaman,” ungkapnya Minggu (24/10/2021).

Ia mengaku pada awalnya pesan yang diterima hanya berisikan pengingat pembayaran pinjaman. AS mengaku sempat merespon akan membayar pinjaman tersebut jika sudah memiliki uang.

“Eh jawabannya malah kasar, menghina saya dan mengancam akan menyebar data. Saya bilang silahkan kalau mau begitu, karena semua tindakan atau perbuatan yang merugikan ada konsekuensi hukumnya,” terangnya. Merasa diancam, tak lama kemudian ia pun langsung bergegas menuju polsek terdekat untuk membuat laporan.

Baca Juga  Prabowo Emosional Saat Kampanye, TGB Mengingatkan Jangan Sampai Ditiru

“Saya sudah membuat laporan agar kasus ini ditindaklanjuti serta menjadi informasi tambahan bahwa meski gencar diberantas, masih banyak pinjol ilegal yang meresahkan masyarakat,” paparnya.

Masih menurut dia, selain aplikasi H-Dompet, masih ada beberapa nama aplikasi pinjol lainnya yang diduga ilegal. Bahkan AS mengaku sudah mengecek status beberapa pinjol tersebut dan diketahui tidak terdaftar di OJK, antara lain aplikasi Dana Mudah, Prima Plus, Kotak Koin dan beberapa aplikasi lainnya.

“Salah satunya aplikasi Dana Mudah yang penagihnya sama sekali tidak beretika bahkan terang-terangan mengaku tidak takut. Saya punya bukti tangkapan layarnya,” tandas dia.

Sebelumnya, tror Pinjaman Online (Pinjol) makin meresahkan, tak sedikit masyarakat menjadi korban buaian dengan iming-iming bunga rendah namun kenyataannya mencekik. Bermodalkan aplikasi smartphone, oknum pengelola Pinjol menjerat korban. Tak pelak, belum lama ini polisi melakukan penggerebekan yang diduga menjadi sarang Pinjol, puluhan orang diamankan dalam giat tersebut.

Baca Juga  Sempat Tertunda, Universitas Pakuan Bogor Gelar WEBF 2022 Secara Offline

Menanggapi hal ini, Ketua Indonesia Police Wacth (IPW) Sugeng Teguh Santoso meminta pada pihak kepolisian untuk bertindak tegas dan menangkap para pemilik Pinjol karena sudah jelas bertentangan dengan undang-undang.

“Pinjaman online ilegal harus ditindak.Pinjol ilegal adalah pinjol yang tidak terdaftar pada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan tidak mentaati aturan suku bunga yang ditetapkan oleh OJK serta dalam proses penagihannya menggunakan cara – cara melawan hukum. Berantas sampai ke akar-akarnya,” tegas Sugeng. (tob/suf)

Leave a Reply

Your email address will not be published.