Tinjau Persiapan WSBK 2021, Menko Airlangga Harap Gelaran Ini Mampu Dorong Eksposur Pariwisata Indonesia

by -

METROPOLITAN.id – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto meninjau langsung kesiapan sarana dan prasarana di Mandalika International Street Circuit pada Kamis (14/10).

Kegiatan kunjungan ini juga dilakukan dalam persiapan menuju penyelenggaraan event World Superbike (WSBK) Mandalika 2021.

Sebelum ke Sirkuit Mandalika, Menko Airlangga telah melihat kesiapan infrastruktur di Bandara Internasional Lombok. Proyek pengembangan fasilitas bandara ini termasuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN).

Yang dibangun dalam proyek tersebut adalah fasilitas Terminal dan Landside, termasuk perluasan terminal dan fasilitas penunjangnya, renovasi terminal eksisting, pengembangan fasilitas kargo, dan pembangunan Waving Gallery dan
perluasan parkir penumpang.

Kemudian, dibangun juga fasilitas Airside yang terdiri atas perpanjangan runway, dan pengembangan fasilitas sisi udara (apron dan RET).

“Semoga semua proses renovasi tersebut dapat selesai sebelum penyelenggaraan World Superbike 2021 di Mandalika. Sebab, bandara merupakan salah satu pintu masuk utama bagi semua pihak yang terlibat, termasuk para penonton event megah tersebut. Kapasitas bandara ini bisa menerima 7 juta penumpang per tahun,” ujar Menko Airlangga.

Baca Juga  Pemkot Bogor Larang Ojol Mangkal di Seputaran SSA

Seluruh gelaran acara WSBK juga akan diselenggarakan dengan protokol kesehatan (prokes) ketat, di mana jumlah penonton akan dibatasi maksimal 25 ribu orang dengan syarat telah menjalani vaksin dosis lengkap.

Kru dan tim yang terlibat dalam WSBK pun diharuskan menjalankan karantina terlebih dahulu saat masuk ke Indonesia, dan pada saat acara seluruh peserta (Pembalap, Crew, Mekanik, Official, Media, dan Konsultan) hanya diperbolehkan beraktivitas di venue latihan/pertandingan sesuai dengan lokasi yang ditentukan.

Untuk melengkapi kesemua hal tersebut, akan dibentuk pula Satgas Protokol Kesehatan di lokasi acara, serta tenda-tenda masker untuk penyediaan secara gratis.

“Gelaran WSBK di KEK Mandalika tentu saja akan memberikan eksposur yang luar biasa
terhadap pariwisata dalam negeri. Ini proyek kedua terbesar setelah Nusa Dua, land bank
yang sudah dikuasai ITDC sebesar 1175 Ha,” ucap Menko Airlangga.

Baca Juga  Keluarga Alumni SMAN 7 Bogor Kawal Kasus Pembacokan Pelajar Hingga Tuntas

Sebagai bentuk nyata dampak langsung terhadap masyarakat maupun UMKM di sekitar Mandalika, diusulkan system bundling tiket penonton WSBK dengan paket wisata lokal dan merchandise produksi UMKM setempat.

Di sekitar lokasi sirkuit juga telah direncanakan kegiatan pendamping berupa penyediaan lokasi bazar UMKM, pameran produk, festival kuliner, pertunjukan musik dalam skala kecil, dan pameran komunitas sebagai acara pendamping.

Kegiatan pendamping dibuat untuk mengisi waktu para penonton di antara sesi
balap dan mengurangi tekanan beban lalu lintas orang dan kendaraan yang meninggalkan venue pada saat acara utama selesai.

“Tentunya gelaran ini diharapkan mendatangkan semakin banyak wisatawan lokal dan internasional, serta menarik devisa untuk negara. Di saat yang bersamaan juga
menggeliatkan kembali aktivitas perekonomian masyarakat Lombok, karena potensi ekonomi (multiplier effect) diperkirakan mencapai Rp500 miliar per tahun (event balap),” tutup Menko
Airlangga yang melanjutkan kegiatan meninjau sirkuit dengan menyetir sendiri buggy car.

Baca Juga  Bupati Bogor Minta Pejabat yang Baru Dilantik Bekerja Profesional Percepat Pemulihan Ekonomi

Selain itu, Menko Airlangga juga telah mengunjungi Desa Wisata Sasak Sade yang menjadi partner ITDC dan Pemda sebagai tempat produksi merchandise WSBK Mandalika 2021. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan internasional akan menggerakkan perekonomian lokal.

 

Di sana, Menko Airlangga meninjau proses pembuatan berbagai souvenir dan kain tenun etnik yang diawali dengan sambutan tarian tradisional. (rez)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *