Tolak Kebun Raya Bogor Dikelola Swasta, Budayawan Bakal Ontrog Kantor Ridwan Kamil

by -

METROPOLITAN.id – Sejumlah budayawan berencana bakal mengontrog kantor Gubernur Jawa Barat (Jabar), Ridwan Kamil dalam waktu dekat ini.

Kedatangan mereka tak lain untuk menyampaikan aspirasi penolakan Kebun Raya Bogor dikelola pihak swasta.

“Tokoh-tokoh dan budayawan di Jabar semalam sudah kumpul dan berencana untuk ketemu dengan Ridwan Kamil. Kita ingin menyampaikan terkait penolakan Kebun Raya Bogor dikelola pihak swasta,” kata salah satu budayawan asal Kota Bogor, Ki Tjetjep Thoriq usai melakukan aksi unjuk rasa di Balai Kota Bogor, Rabu (13/10).

“Mudah-mudahan bulan ini bisa ketemu Gubernur,” sambung Ki Tjetjep Thoriq.

Tak hanya Ridwan Kamil, menurutnya, aspirasi penolakan Kebun Raya Bogor dikelola pihak swasta pun akan disampaikan pihaknya ke Pemerintah Pusat hingga DPR RI.

Baca Juga  Satgas Covid-19 Megamendung Genjot Vaksinasi

“Jangankan ke gubernur, ke pusat sampai DPR RI,” ujarnya.

Sebelumnya, sejumlah budayawan kembali menggelar aksi unjuk rasa menolak pengoperasionalan wisata malam GLOW yang rencananya bakal dioperasionalkan pengelola Kebun Raya Bogor pada bulan ini.

Namun aksi unjuk rasa kali ini bukan hanya menolak pengoperasionalan wisata malam GLOW. Para budayawan juga menyampaikan aspirasi penolakan Kebun Raya Bogor dikelola oleh swasta.

Adapun aksi unjuk rasa sendiri dilaksanakan di Balai Kota Bogor pada Rabu (13/10). Sedikitnya ada ratusan peserta aksi unjuk rasa terdiri dari unsur budyawan, tokoh masyarakat dan adat, kabuyutan hingga Organisasi Masyarakat (Ormas) yang mengikuti kegiatan ini.

“Tuntutannya masih sama, sampai berapa kali pun kita akan lakukan sampai swasta tidak ada lagi mengelola Kebun Raya Bogor,” kata Korlap Aksi, Ki Tjetjep Thoriq di tengah aksi unjukrasa.

Baca Juga  DPRD Kota Bogor Persoalkan Pengadaan Alat Kontrasepsi di Tengah Pandemi

“Keluar dari situ kembalikan ke pemerintah karena dengan begitu rakyat bisa gampang masuk,” sambungnya.

Menurutnya, bukan tanpa alasan pihaknya menolak Kebun Raya Bogor dikelola pihak swasta. Karena, semenjak Kebun Raya Bogor dikelola pihak swasta, rakyat yang biasanya sebelum bulan puasa bisa melakukan cucurak disana, saat ini sudah tidak bisa.

“Sekarang sudah dikelola swasta harga masuk mahal, bawa makan dari rumah tidak boleh dan makan disana mahal,” ucap dia.

“Kan sayang karena beli di dalam itu mahal, sementara warga Bogor tidak semuanya mampu untuk menjangkaunya, karena dulu hanya bermodal Rp10 ribu warga sudah bisa kesana dan bawa bekel sendiri,” lanjutnya.

Untuk itu, pihaknya meminta Kebun Raya Bogor agar dikembalikan kepada fungsi semestinya.

Baca Juga  Kota Bogor Optimis Turunkan Status PPKM ke Level 1, Ini Upaya Bima Arya

“Bukan hanya GLOW saja, bentuknya apapun selama swsta yang di dalam itu harus keluar. Komitmen kita semua swasta keluar dari situ,” ingat Ki Tjetjep Thoriq.

Menanggapi itu, GM Corporate Communication & Security KRB, Zaenal Arifin mengaku menghargai aspirasi yang disampaikan para budayawan sebagai orang tua dan sesepuh yang sangat peduli kepada Kebun Raya Bogor. Bahkan, pihaknya pun demikian.

“Kami sangat menghargai aspirasi yang disampaikan para budayawan. Bahkan kami mengajak langsung para budayawan untuk bersama-sama melihat (ke dalam Kebun Raya Bogor),” singkatnya. (rez)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *