Turun Level, Taman Publik di Kota Bogor Belum Boleh Buka

by -
Wakil Wali Kota Bogor Dedie Rachim. (Ryan/Metropolitan)

METROPOLITAN.id – Kota Bogor ditetapkan sebagai salah satu kota/kabupaten di Provinsi Jawa Barat yang turun status Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dari level 3 ke level 2. Beberapa sektor pun mendapat kelonggaran untuk beroperasi seperti mal dan tempat hiburan.

Namun warga yang ingin menikmati suasana taman-taman publik di Kota Bogor harus menunggu lebih sabar. Sebab taman publik belum jadi salah satu sektor yang kembali diperbolehkan untuk dibuka. Taman-taman publik di Kota Bogor sendiri sudah ditutup sejak pandemi di Kota Bogor atau sudah lebih dari satu tahun ditutup.

“Alhamdulillah Kota Bogor masuk yang dikategorikan level 2. Ada beberapa pelonggaran baru yang sebelumnya ditutup, boleh dibuka dengan beberapa syarat, seperti tempat wisata. Lalu saya melihat rencana pembukaan sarana olahraga agar bisa dimanfaatkan masyarakat meningkatkan imunitas,” katanya kepada Metropolitan.id di Pondokbitung, Bogor, Selasa (19/10).

Selain itu, sambung dia, pihaknya juga sedang merencanakan skema untuk beberapa tempat wisata yang ingin membuka wahana permainan dengan syarat dan ketentuan.

Baca Juga  Ini Trik Mengatur Keuangan Pas-Pasan Biar Bisa ‘Napas’ Sampai Akhir Bulan

“Insya Allah beberapa poin itu sedang kita persiapkan, juga sudah mendapatkan permohonan dari beberapa tempat wisata, untuk membuka wahana mereka,” tukasnya.

Meskipun sarana olahraga bakal segera dibuka, kata dia, untuk taman-taman publik di Kota Bogor nampaknya belum akan kembali dibuka pada PPKM level 2. Sebab, taman publik masih berpotensi menimbulkan kerumunan.

“Saya belum melihat di level 2, apakah taman sudah boleh dibuka. Kalau sarana olah raga kan lebih spesifik dan terbatas. Kalau taman (publik) dikhawatirkan menimbulkan kerumunan. Paling tidak dengan pembukaan sarana olah raga, sudah membuat masyarakat bisa melaksanakan keolahragaan dan meningkatkan imunitas,” jelas Dedie Rachim.

Ia menambahkan, dibukanya kembali taman-taman publik di Kota Bogor kemungkinan baru akan bisa diterapkan pada PPKM level 1. Selain itu, F2 juga memastikan pada PPKM level 2 ini, anak-anak dibawah usia 12 tahun sudah bisa masuk dan beraktifitas di dalam mal.

Baca Juga  Kota Bogor Hentikan PTM hingga 7 Februari, Sekolah Kembali Gelar PJJ, Kepsek : Siap Nggak Siap ya Harus Siap

“(Anak-anak masuk mal) sudah masuk boleh, taman bermain, kecuali taman publik. Saya belum lihat, mungkin di level 1 nanti boleh,” tandasnya.

Sebelumnya, Kota Bogor akhirnya berada pada status Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level dua bersama DKI Jakarta dan 10 kota/kabupaten se-Jawa Barat.

Sesuai Instruksi Menteri Dalam Negeri 53/2021 tentang PPKM Level 3, Level 2, dan Level 1, yang diteken Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian pada Senin (18/10).

Hal itu pun membuat Wali Kota Bogor Bima Arya semringah. Sebab, usulan untuk mempertimbangkan kembali sistem aglomerasi dalam penentuan level PPKM, akhirnya didengar dan diterapkan pemerintah pusat.

Wali Kota Bogor Bima Arya mengatakan, usulan untuk mempertimbangkan kembali sistem aglomerasi dalam penentuan level akhirnya didengar oleh pemerintah pusat.

Baca Juga  Calon Pengurus Kadin Bogor Jalani Uji Kelayakan

Alhasil, Kota Bogor bisa turun dari level 3 ke level 2 berkat capaian vaksinasi yang dianggap cukup baik.

“Ada beberapa hal yang kita sosialisasikan untuk disesuaikan di lapangan. Kami sudah koordinasikan. Mal sudah bisa dipenuhi anak-anak. Tempat hiburan juga sudah bisa dibuka dengan batas kapasitas 25 persen,” katanya, Selasa (19/10).

Dari informasi yang dihimpun, selain Kota Bogor dan DKI Jakarta, beberapa daerah se-Jawa Barat yang kini ada di level 2 yakni Kota Depok, Kota dan Kabupaten Bekasi.

Selain itu yakni Kota Bandung, Kota Sukabumi, Kota Cirebon, Kota Cimahi, Kabupaten Karawang, Kabupaten Bandung Barat dan Kabupaten Sumedang.

Sedangkan wilayah Jawa Barat yang masih berada di level 3 yakni Kabupaten Bogor, Tasikmalaya, Sukabumi, Purwakarta, Indramayu, Cirebon, Cianjur, Ciamis, Subang, Garut dan Kabupaten Bandung serta Kota Tasikmalaya. (ryn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *