Ultimatum Kontraktor Double Track Usai Insiden Pipa Bocor, Bima Arya : Jangan Sampai Digugat Pelanggan

by -
Wali Kota Bogor Bima Arya. (Tangkapan layar)

METROPOLITAN.id – Setelah dua kali terjadi insiden bocornya pipa air milik Perumda Air Minum Tirta Pakuan di kawasan Gununggadung, Kecamatan Bogor Selatan, yang diduga terdampak proyek pembangunan double track atau rel ganda Bogor-Sukabumi, Wali Kota Bogor Bima Arya memberi ultimatum pelaksana proyek agar lebih berhati-hati sebelum jadi persoalan hukum.

Hal itu disampaikan usai mengundang PT Adhi Karya sebagai pelaksana proyek rel ganda serta direksi Perumda Tirta Pakuan di Balai Kota Bogor, Jumat (8/10) siang. Untuk memberikan klarifikasi terkait insiden bocornya pipa air yang merugikan 70 ribu pelanggan di Kota Bogor itu karena pasokan air yang terganggu.

Konferensi pers terkait pertemuan Wali Kota Bogor dengan pelaksana proyek double track usai insiden pipa bocor di Balai Kota Bogor, Jumat (8/10). (Ist)

“Saya undang untuk klarifikasi. Saya sampaikan PT Adhi Karya ini sudah sanget merugikan pelanggan PDAM, sudah dua kali kejadian merugikan pelayanan publik. Jangan sampai terjadi lagi. Saya minta atensi betul supaya tidak terjadi lagi dan masuk ke ranah hukum. Kedepan jangan sampai jadi persoalan hukum,” katanya kepada awak media, di Balai Kota Bogor, Jumat (8/10).

Menurutnya, jika tidak jadi atensi betul dan terjadi kembali insiden yang sama, sangat mungkin menimbulkan persoalan hukum.

Baca Juga  Hii.. Masih Ada Kepala Ayam Busuk Dijual di Bogor Jelang Lebaran

“Bisa saja pelanggan (Perumda Tirta Pakuan) yang gugat, atau kami (Pemkot Bogor, red). Jangan sampai kesana, makanya harus ada langkah antisipasi,” tegas Bima Arya.

Selain itu, setelah dilakukan pemetaan antara PT Adhi Karya dan Perumda Air Minum Tirta Pakuan, ia juga mendapati ada lima titik yang berpotensi menimbulkan persoalan yang sama. Bima Arya pun mewanti-wanti agar ada langkah taktis pencegahan dan mesti dikerjakan lebih dulu agar tidak terjadi insiden yang sama atau bahkan lebih buruk dampaknya bagi publik di Kota Bogor.

Belum lagi, sambung dia, beberapa lokasi seperti titik tempat kebocoran yang lalu, merupakan lokasi yang sangat rawan dari segi kontur dan lanskap. Ada pipa milik Tirta Pakuan yang berhimpitan dengan kegiatan. Sehingga sangat mungkin terjadi kesalahan teknis atau human error hingga force majure.

“Ada langkah taktis dari PDAM dan pelaksana. Pertama itu pemetaan, hasilnya ada lima titik rawan yang harus cepat lebih dulu dikerjakan. Kedua, segera melakukan langkah-langkah pencegahan,” imbuhnya.

Baca Juga  Kota Bogor Nggak Kebagian Kuota Haji 2020

Lalu, kata dia, disepakati ada sistem mitigasi, sehingga jika terjadi insiden kembali sudah jelas tugas masing-masing stakeholder dan ada koordinasi intens saat terjadi sesuatu hal untuk kemudian dikomunikasikan ke publik dengan cepat dan masyarakat bisa tahu persoalan yang terjadi.

“Kalau ada peristiwa lagi, siapa berkoordinasi dengan siapa dan melakukan apa, itu sudah jelas. Jangan sampai pelayanan publik terganggu lama. Lalu ada koordinasi intens, kalau terjadi suatu hal itu komunikasikan ke publik dengan cepat, jadi publik tau persoalannya,” tukas politisi PAN itu.

Sementara itu, Direktur Utama (Dirut) Perumda Air Minum Tirta Pakuan, Rino Indira Gusniawan menegaskan bahwa pihaknya sudah beberapa kali survei untuk menginventarisasi aset-aset milik Tirta Pakuan disekitaran proyek double track. Pihaknya juga sudah melakukan pemetaan dan klasterisasi titik mana saja yang harus diperhatikan secara khusus karena berpotensi mengganggu kelancaran pasokan air ke pelanggan.

Perumda Tirta Pakuan juga terus melakukan kerjasama dengan pelaksana untuk update terus mana yang berpotensi timbulkan gangguan.

Baca Juga  Gaet Penggawa Baru, Tiga Politisi Senior Bogor Nyebrang ke Nasdem

“Ada yang sudah kita identifikasi, ada beberapa yang kita bisa lakukan pencegahan. Seperti potensi longsoran, misalnya saat lewat alat berat yang berpotensi sebabkan penurunan tanah, kita bisa antisipasi. Namun ada beberapa hal lain yang tidak bisa kita lakukan karena ada yang menimpa pipa kita dan lainnya. Ada satu lagi ketika kita terpaksa harus memutus aliran air, tapi semua kita coba agar dampaknya bisa seminimal mungkin ke pelanggan,” tukas Rino.

Di lokasi yang sama, General Manager (GM) Departemen Perkeretaapian PT Adhi Karya Persero Tbk Isman Widodo menuturkan bahwa secara prinsip pelaksana akan mendukung rencana dari wali kota dan direksi Perumda Tirta Pakuan. Pihaknya juga mengklaim untuk selanjutnya akan terus kerjasama untuk antisipasi.

“Kita akan dukung rencana pak wali dan pak dirut (Perumda Tirta Pakuan). Selanjutnya kita akan selalu kerjasama untuk antisipasi dan secara cepat dalam bertindak,” singkatnya. (ryn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *