Wanita di Bogor Dituduh Gelapkan Dua Mobil Milik Rentenir?

by -

METROPOLITAN – Dugaan aksi lintah darat (Rentenir) di wilayah Bumi Tegar Beriman kem­bali terjadi. Kali ini korbannya dialami Agini Wijayanti, war­ga Desa Tegal, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor.

Agini menceritakan, dirinya yang hari ini (14/10) telah me­menuhi pemanggilan kedua dari Polres Bogor diminta memberikan keterangan ter­kait kasus yang kini tengah di hadapinya itu.

”Hari ini saya diminta kete­rangan dari dua kali pemang­gilan terkait masalah peng­gelapan mobil yang diarahkan kepada saya atas pelaporan AH,” kata Agini kepada war­tawan usai dirinya diperiksa penyidik Polres Bogor di ha­laman lembaga penegak hukum tersebut, Kamis (14/10).

Ia melanjutkan, untuk indi­kasi penggelapan kedua unit mobil jenis Honda Mobilio dan Daihatsu Grand Max milik sau­dara AH yang disewa lalu di­gadaikan terlapor sangat tidak dibenarkan. Sebab, sebelum ada pelaporan dari AH kepada Polres Bogor tertanggal 2 Agus­tus 2021, dirinya sempat mengembalikan kedua unit mobil ini pada 13 Agustus 2021.

Baca Juga  Gara Gara Pinjaman, Rentenir Adu Jotos dengan Warga

”Sebenarnya dua mobil yang saya sewa ini sudah saya kem­balikan kepada pemiliknya pada 13 Agustus, tapi tiba-tiba pada 20 Agustus 2021 saya dipanggil penyidik dari Polres Bogor yang langsung datang ke rumah saya sembari bawa surat pemanggilan serta mengambil dua kunci mobil yang diperkarakan di kediaman saya. Jadi, kedua mobil ini su­dah saya pulangkan, akan tetapi Pak AH-nya tidak mau terima kunci mobil miliknya itu yang saya pinjam tersebut dan ada bukti serah terima atau bukti fotonya juga,” jelasnya.

Agini membeberkan, sosok AH yang merupakan pelapor dalam kasus Pasal 372 KHUP itu adalah seorang rentenir. Jika seseorang yang meminjam sejumlah uang kepada lawan hukumnya itu untuk setiap nilai yang dipinjam memiliki bunga yang sangat tinggi atau mencekik leher bagi pemin­jamnya. ”Sebenarnya bunga­nya sangat mencekik leher sih, nggak masuk akal karena ter­lalu tinggi,” bebernya.

Baca Juga  Rentenir Pasar Cileungsi Kian Beringas

Untuk itu, sambung dia, ter­kait adanya indikasi lintah darat ini, pihak kepolisian dapat menindaklanjuti perihal du­gaan rentenir yang dilakukan Anton Heriprasetianto selaku pelapor dirinya tersebut. Sebab, setiap pinjaman uang kepada lintah darat yang nilainya Rp45 juta bunga yang dipatok ren­tenir ini senilai Rp6,5 juta se­tiap bulannya.

”Jadi saya pikir itu sudah melebihi batas wajar untuk bunganya ya,” kesalnya.

Sementara itu, untuk dirinya pribadi yang meminjam uang sejumlah Rp219 juta dan hingga saat ini pihaknya telah mengembalikan uang milik saudara AH beserta bunganya itu mencapai Rp320 jutaan dari total pinjaman yang dite­rima senilai Rp219 juta.

”Jadi, untuk pengembalian­nya nggak ada temponya, berjalan saja waktunya. Pemin­jaman uang saya kepada AH sudah berjalan 1,5 tahun. Jadi macam-macam bunganya. Kalau saya pinjam Rp45 juta bunganya Rp6,5 juta. Kalau pinjam Rp100 juta bunganya sampai Rp12 juta dan ada pin­jaman Rp25 juta bunganya Rp5,5 juta,” jelasnya.

Baca Juga  Warga Kedungjaya Keluhkan Rentenir

Ketika awak media hendak meminta tanggapan kepada penyidik yang menangani ka­sus Agini Wijayanty itu, penyi­dik enggan berkomentar hingga berita ini mencuat dan menjadi asumsi di kalangan masyarakat luas.

Sekadar diketahui, AH yang lahir di Jakarta pada 17 No­vember 1975 mengadukan terkait dugaan tindak pidana penggelapan berupa dua unit mobil miliknya berjenis Hon­da Brio dan Daihatsu Grandmax yang dipinjam Agini Wijayan­ty, warga Kampung Desa Te­gal, Kecamatan Kemang, Ka­bupaten Bogor.

Pelaporan kepada pihak ber­wajib itu diketahui tertanggal 2 Agustus 2021 yang diterima Aipda Andri Ariandi, penyidik Polres Bogor, Kabupaten Bogor. Hingga berita ini diturunkan pun belum juga mendapatkan konfirmasi dari AH sebagai pelapor.(eka/py)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *