Warga Rumpin Murka, Adang Truk Tronton dengan Blokade Jalan

by -

METROPOLITAN.id – Puluhan warga memblokade jalan raya penghubung Rumpin – Parungpanjang, Kabupaten Bogor, Senin (18/10). Mereka murka lantaran jalur yang kerap dilintasi kendaraan truk tambang tersebut rusak parah dan tak kunjung diperbaiki meski sudah banyak memakan korban jiwa.

Aksi ini dilakukan di Jalan Cijengir, Desa Cipinang, Kecamatan Rumpin Kabupaten Bogor. Warga memblokade jalan dengan memasang spanduk bernada protes di tengah jalan yang kondisinya rusak parah.

“Stop! Jalan Hancur,” demikian isi tulisan salah satu poster yang dipasang di tengah jalan.

Warga juga menanamkan pohon pisang di antara poster tersebut.Akibatnya, kendaraan truk tambang tak bisa melintas.

Aksi ini merupakan luapan amarah warga yang murka atas kondisi ‘jalur maut’ yang seringkali memakan korban jiwa.

Baca Juga  Info PTSl, BPN Bogor Bakal Keluarkan 90 Ribu Sertifikat Tanah Tahun Ini

Koordinator aksi, Sarnata mengatakan, aksi ini digelar agar jalur tersebut segera diperbaiki. Warga tak ingin korban terus berjatuhan akibat kondisi jalan yang buruk dan dilintasi truk-truk besar pengangkut tambang.

“Warga mengadang truk tronton bermuatan meterial tambang yang sering melintas di jalur ini, tujuannya¬† agar jalan ini diperbaiki. Jangan sampai ada korban lagi karena sering terjadi kecelakaan. Kemarin warga yang mau lahiran alami kecelakaan, beruntung masih selamat,” kata Sarnata.

Menurutnya, kondisi jalur yang rusak ini sudah terjadi sejak sekira sepuluh tahun lalu dan terus dibiarkan begitu saja.

Warga juga meminta perusahan tambang lebih peduli dengan ikut memperbaiki jalan yang rusak karena seban hari dilintasi kendaraan besar mereka.

Baca Juga  Diganggu Isu Masa Depan Conte, Inter Milan Pede Lawan Getafe di Liga Europa

“Kami berharap ada keseriusan dari Pemkab Bogor terkait jalan rusak ini. Kepada perusahaan tambang, semoga ada perbaikan ke titik masyarakat juga jangan cuek,” ungkapnya.

Meksi warga cukup kesal, namun kemarahan mereka tak sampai menimbulkan gejolak. Aparat dari kepolisian, koramil, hingga pihak kecamatan pun berjaga selama aksi berlangsung.

Sementara itu, Kepala UPT Jalan dan Jembatan  Kelas A Wilayah V, Eko Sulistianto mengaku jalan tersebut sudah pernah ia cek beberapa bulan lalu saat adanya aksi mahasiswa di Hari Jadi Bogor (HJB) Juni lalu. Ia mengaku bakal meneruskan keluhan warga ini ke dinas terkait.

“Kita sudah sampaikan juga bahwa jalan tersebut akan dibangun di ajuan anggaran 2022. Kami akan memfollow up kembali ke dinas apa yang menjadi keluhkan masyarakat di sana,” katanya. (mul/c/fin)

Baca Juga  Camat Minta Warga Tak Salah Pilih

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *