Warga Tiga Kelurahan di Bogor Utara Kena DBD, Pemkot Diminta Aktifkan Jumantik

by -

METROPOLITAN.id – Di tengah pandemi yang belum usai, kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Bogor justru meningkat di tahun 2021.

Selama satu pekan terakhir di Kecamatan Bogor Utara saja, ada warga di tiga kelurahan yang kedapatan dirawat di Rumah Sakit (RS) karena terkena DBD.

Berdasarkan catatannya, dalam sepekan ini sudah ada tiga laporan warga yang dirawat di rumah sakit karena DBD.

“Ada tiga titik pekan ini, yakni di RW 9 Kelurahan Tegalgundil, RW 1 di Kelurahan Ciluar dan Kelurahan Cimahpar,” kata Anggota DPRD Kota Bogor Endah Purwanti kepada wartawan, belum lama ini.

Sekretaris Komisi IV itu pun meminta Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor melakukan langkah strategis. Sebab jika tidak ditangani dengan baik, tidak menutup kemungkinan korban terus berjatuhan dan bahkan merenggut korban jiwa.

Ia pun meminta Pemkot Bogor agar mengaktifkan relawan juru pemantau jentik (jumantik).

Baca Juga  Purna Tugas, Ronny Sukmana Banjir Apresiasi Saat Paripurna

“Relawan jumantik ini diaktifkan jadi kembali, RW ada relawan jumantik. Dia keliling ke rumah-rumah. Mungkin karena pandemi, relawannya nggak jalan. Aktifkan kembali tuh relawan Jumantik di masing-masing RW. Itu dasar awal pencegahan,” ujar legislator dapil Bogor Utara itu.

Selain itu, Dinkes juga harus melakukan langkah-langkah strategis melakukan tracking dengan konsolidasi masyarakat.

Dinkes menggerakan aparatur wilayah untuk melakukan sosialisasi dan pembagian abate sebagai pencegahan.

Endah juga meminta setiap kelurahan mengajak warganya untuk melakukan bersih-bersih dan menerapkan 3M dengan menguras, menutup, dan mengubur barang tak terpakai.

Politisi PKS itu juga mengingatkan masyarakat untuk lebih berhati-hati saat memasuki musim hujan jelang akhir tahun. Sebab, DBD ini penyakit tahunan dengan puncak jumlahnya ada di akhir tahun.

Ia jug menilai perlu ada apresiasi ketika ada wilayah yang dapat mempertahankan zero kasus.

Baca Juga  Klaim Biskita Diminati Warga, Bima Arya Bakal Operasikan Tiga Koridor Baru di Akhir Bulan

“Misalnya suatu wilayah bebas DBD, harusnya diapresiasi, kasih reward. Sehingga upaya masyarakat untuk pencegahan diapresiasi. Saya lihat belum ke arah sana,” tandasnya.

Endah juga meminta koordinasi dengan PMI terkait dengan stok darah.

“Seringkali seperti itu. Tahun kemarin nggak tercollect karena pandemi. Dan kalau sudah dengue butuh transfusi ya, nggak boleh kosong tuh stok di PMI,” ucapnya.

Sebelumnya diberitakan, di tengah kasus Covid-19 yang melandai, masyarakat Kota Bogor dibuat waswas dengan penyebaran Demam Berdarah Dengue (DBD). Sebab, kasusnya meningkat dari tahun sebelumnya.

Wakil Direktur Pelayanan Medik, Keperawatan dan Penun­jang Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bogor, dr Sari Chandrawati, mengatakan ba­hwa kasus DBD di Kota Bogor mengalami lonjakan pasien. Bulan ini saja, ada 45 pasien DBD yang ditangani RSUD Kota Bogor.

Baca Juga  Polisi Mulai Garap Kasus Dugaan Penggelapan Pupuk Subsidi di Sukawangi

“Untuk bulan ini, kami me­nangani total ada 45 kasus hingga Senin (25/10). Dengan rincian, 35 anak-anak dan sepuluh dewasa,” kata dr Sari Chandrawati kepada war­tawan, Selasa (26/10).

Dari 45 kasus tersebut, masih tersisa 17 pasien yang dirawat di RSUD Kota Bogor. Termasuk 40 persennya merupakan warga Kabupaten Bogor.

“Ke-17 pasien ini merupakan pasien anak-anak. Mereka menjalani perawatan di bad rawat inap anak-anak,” terang­nya.

Sementara itu, jika dihitung sejak awal tahun sampai per­tengahan Oktober 2021, ada 118 kasus DBD yang ditanga­ni RSUD Kota Bogor. Ini ter­diri 73 pasien anak-anak dan 45 pasien dewasa.

Jumlah ini berbanding ter­balik dengan data kasus DBD yang ditangani RSUD Kota Bogor tahun lalu. RSUD hanya menangani 89 pasien DBD sepanjang 2020. (ryn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *