Ada Biskita Transpakuan, Komisi II DPRD Dorong Akselerasi PDJT Demi Genjot PAD Kota Bogor

by -
Ketua Komisi II DPRD Kota Bogor Rusli Prihatevy (paling kanan) bersama pimpinan dan anggota DPRD Kota Bogor. (Ryan/Metropolitan)

METROPOLITAN.id – Hadirnya bus program Buy The Service (BTS) Biskita Transpakuan mestinya bisa segera diselaraskan dengan perbaikan dan akselerasi Perusahaan Daerah Jasa Transportasi (PDJT), demi bisa menggenjot Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Bogor.

Hal itu diungkapkan Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bogor Rusli Prihatevy. Menurutnya, selama tahun 2021, pihaknya terus mendorong agar PAD masuk dengan maksimal.

“Sampai hari ini dapat kami selaraskan. Hanya saja dua tahun belakangan ini agak sulit diprediksi mengingat adanya pandemi,” katanya saat ‘Coffe Talk’ DPRD Kota Bogor dengan awak media di Teras Dara, Kamis (25/11) lalu.

Selain itu, sambung dia, ada hal penting terkait PAD yakni keberadaan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di Kota Bogor. Pihaknya saat ini masih fokus pada penyehatan serta peningkatan pendapatan PDJT.

Baca Juga  Perdana! HA IPB Gelar Anugerah Alumni IPB 2021, 12 Alumni Diganjar Penghargaan

Termasuk kehadiran Biskita Transpakuan yang harus disambut cepat dengan akselerasi dari PDJT.

“Yang paling penting hari ini, kaitan PDJT. Ada satu harapan PDJT ini bisa akselerasi. Kan ada program Biskita, hanya saja nakhoda (Direktur)-nya belum. Ini harusnya bisa diselaraskan. Ini krusial di komisi II biar bisa segera mendatangkan PAD,” jelas politisi Golkar itu.

Pihaknya ingin agar PDJT nantinya dipimpin direksi yang bisa mengembalikan marwah perusahaan pelat merah itu.

Diketahui, saat ini DPRD Kota Bogor tengah membahas Rancangan APBD 2022 dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Kota Bogor.

Dalam RAPBD 2022 yang ditetapkan Rp2,45 triliun, rencana pembangunan Kota Bogor akan mengarah kepada pemulihan dan peningkatan ekonomi pasca pandemi. Hal itu diutarakan Ketua DPRD Kota Bogor Atang Trisnanto.

Baca Juga  BUMD se-Kota Bogor Setor Keuntungan Rp32,4 M buat Pemkot, Paling Banyak Setoran Tirta Pakuan

Meski anggaran untuk penanganan Covid-19 tetap prioritas, kata dia, namun pos anggaran untuk peningkatan ekonomi juga akan lebih ditingkatkan.

“Prioritas 2022 tetap menyiapkan penanganan Covid-19. Namun fokus lainnya adalah pemulihan ekonomi, baik melalui program peningkatan ekonomi masyarakat, maupun belanja pemerintah yang mungkin menunjang pertumbuhan ekonomi masyarakat,” ujarnya. (ryn)

Leave a Reply

Your email address will not be published.