Ada Peningkatan Kasus Covid-19 di Jawa-Bali, Jangan Lengah!

by -
Foto: Luhut Binsar Pandjaitan (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

METROPOLITAN – Penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Jawa- Bali akan diperpanjang dua minggu ke depan hingga 29 November.

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman dan Investasi sekaligus Koordinator PPKM Jawa-Bali Luhut Binsar Pandjaitan mengingatkan masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan sikap hati-hati, menyusul peningkatan kasus di Jawa- Bali dalam sepekan terakhir.

Hal itu terlihat dari bebera­pa kabupaten/kota di Jawa- Bali yang mulai mengalami peningkatan kasus dan pera­watan mingguan.

Ia menyebut di wilayah Jawa- Bali terdapat 29 persen kabu­paten/kota yang mengalami peningkatan kasus dibanding­kan minggu lalu dan 34 persen kabupaten/kota yang men­galami peningkatan orang yang dirawat dibandingkan minggu lalu.

”Kehati-hatian harus dila­kukan terutama untuk men­ghadapi Nataru (Natal dan Tahun Baru). Saat ini indika­tor Google Mobility yang me­mantau pergerakan masyara­kat di Jawa-Bali menunjukkan kenaikan yang cukup signifi­kan di atas periode Nataru tahun lalu dan mendekati posisi periode Idul Fitri pada Mei–Juni 2021,” jelas Luhut, Senin (15/11).

Baca Juga  Positif Covid-19 di Bogor Nyaris Tembus 3000 Kasus

Ia mengungkapkan terdapat penambahan lima kabupaten/ kota yang masuk Level 1 dan sebanyak sepuluh kabupaten/ kota yang masuk Level 2 dalam penanganan Covid-19. Dengan demikian, jumlah keseluruhan menjadi 26 kabupaten/kota yang masuk Level 1 dan 61 kabupaten/kota yang masuk Level 2.

”Dalam asesmen yang akan berlaku dalam dua minggu ke depan, terdapat penam­bahan kabupaten/kota yang masuk Level 2 sebanyak se­puluh kabupaten/kota dan Level 1 sebanyak lima kabu­paten/kota,” ujar Luhut.

Dengan demikian, jumlah keseluruhan kabupaten/kota yang masuk Level 1 menjadi 26 kabupaten/kota, Level 2 menjadi 61 kabupaten/kota, dan Level 3 menjadi 41 kabu­paten/kota.

”Terkait detail keputusan ini akan kembali dituangkan da­lam Inmendagri,” terang Lu­hut. Luhut juga meminta seluruh masyarakat tetap berhati-hati mengingat masih terdapat 47 persen kabupaten/ kota di Jawa-Bali yang sunti­kan dosis pertama vaksinasi untuk lansia masih di bawah 50 persen dan 75 persen ka­bupaten/kota di Jawa-Bali yang suntikan vaksinasi dosis keduanya masih di bawah 50 persen.

Baca Juga  Kasus Penularan Covid-19 Menurun, Pusat Isolasi di Cibogo Kosong

”Masih ada 16 kabupaten/ kota di Jawa-Bali yang cakupan vaksinasi umum dan lansia dosis satu yang masih di bawah 50 persen,” ujar Luhut yang juga Wakil Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC PEN) itu. (feb/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published.