Airlangga Hartarto: Visi Bersama dan Semangat Kolaborasi Kunci Utama Kebangkitan Sektor Industri Asia Pasifik

by -

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengapresiasi penyelenggaraan Konferensi Regional Pembangunan Industri (Regional Conference on Industrial Development (RCID) ke-2.

DALAM sambutan yang dilakukan secara hybrid di Hotel Fairmont, Senayan, Rabu (10/11) siang, Airlangga Hartarto berharap adanya terobosan dalam komitmen percepatan im­plementasi Industri 4.0, untuk industri yang inklusif dan berkelanjutan, sebagaimana tema dari konferensi ini.

“Visi bersama, semangat kolabo­rasi, dan langkah kebersamaan, menjadi kunci utama kebang­kitan sektor industri di kawa­san Asia Pasifik. Terutama dalam menghadapi pandemi Covid-19,” kata Airlangga da­lam pidato pembukaannya.

RICD ini diselenggarakan Kementerian Perindustrian bersama United Nations on Industrial Development Or­ganization (UNIDO) pada Rabu dan Kamis (10–11/11), dengan mengusung tema ‘Ac­celeration of Industry 4.0 for Inclusive and Sustainable In­dustrialization’.

Acara pembukaan dihadiri Presiden Joko Widodo, Men­teri Perindustrian Agus Gu­miwang Kartasasmita, Li Yong (Direktur Jenderal UNIDO), Nurul Majid Mahmud Hu­mayun (Menteri Perindustri­an Bangladesh), Wimal We­erawansa (Menteri Perindu­strian Sri Lanka), Valerie Jul­liand, (Resident Coordinator United Nations Indonesia), Bernardo Calzadilla Sarmien­to (Managing Director UNIDO), serta sejumlah Duta Besar negara sahabat.

Baca Juga  Rayakan Natal, Ini Permintaan Airlangga untuk Kader

“Saya masih ingat ketika membuka RICD yang pertama di Bali, tahun 2018, saat itu kami memiliki semangat ber­sama untuk membangun in­dustri di daerah yang dituang­kan dalam Agenda Bali Indu­stri 4.0. Setelah berjalan se­lama tiga tahun, saya yakin sudah banyak kemajuan dalam implementasi Bali Agenda on Industry 4.0 yang membawa kemajuan,” kata.

Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Eko­nomi Nasional (KPCPEN) itu juga berharap the 2nd RCID yang mengambil tema ‘Un­locking the Potential of Indu­stry 4.0 for Developing Countri­es’ dapat menghasilkan gaga­san dan terobosan dalam mempercepat penerapan Industri 4.0, di negara ber­kembang dan kurang ber­kembang.

Khususnya dalam aspek par­tisipasi UMKM pada global value chain (GVC), penguatan sumber daya manusia UMKM, implementasi sirkular eko­nomi, dan optimalisasi peng­gunaan sumber daya alam melalui industri hijau, pada masa pandemi Covid-19 dan seterusnya.

Baca Juga  OJK dan Perbankan Dukung Pembiayaan UMKM dan Sektor Informal, Menko Airlangga Beri Apresiasi

Bagi Indonesia, The 2nd RCID ini merupakan momentum yang sangat strategis bagi Ke- Ketua-an (Presidensi) G20 Indonesia, yang akan dimulai 1 Desember 2021, dengan tema besar ‘Recover Stronger, Recover Together’.

“Tema tersebut menetapkan visi,bahwa tidak ada yang ter­tinggal, dan pemulihan dari krisis ekonomi yang disebab­kan pandemi bukanlah se­buah kontes. Tema ini menunjukkan harapan dan kesiapan Indonesia untuk berpartisipasi dalam kemitra­an global, sebagai upaya men­gatasi dampak pandemic,” papar Airlangga Hartarto.

“Pemulihan ekonomi pas­capandemi Covid-19 akan difokuskan pada beberapa pilar, yaitu untuk mendorong produktivitas, meningkatkan stabilitas dan ketahanan eko­nomi, memastikan pertum­buhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, serta mem­berdayakan lingkungan dan kemitraan,” kata ketua umum Partai Golkar itu.

Airlangga juga mengemuka­kan kebanggaannya karena untuk pertama kalinya isu Industri masuk menjadi salah satu isu utama.

Baca Juga  Menko Airlangga Apresiasi Polri Tangani Pandemi, Sampaikan Kebutuhan Dukungan Polri Selama Penyelenggaraan Presidensi G20

Hal itu ditunjukkan dengan penambahan sektor industri ke dalam Trade Investment and Industry Working Group (TIIWG) G20.

TIIWG akan fokus untuk memberikan pemulihan yang kuat bagi ekonomi G20, ter­masuk dengan membuat ke­majuan dalam diskusi G20 tentang Industri 4.0, untuk pembangunan industri yang inklusif dan berkelanjutan. Dalam konteks itu, The 2nd RCID ini dapat dianggap se­bagai forum pengantar, untuk membahas isu-isu terkait In­dustri 4.0, dan mempersiapkan masukan Regional Asia-Pasi­fik untuk dibahas dalam forum G20.

“Melalui konferensi ini, saya sangat mengharapkan, kita semua dapat berbagi penga­laman dan pencapaian, tentang Industri 4.0 di wilayah kita, terutama dalam mendorong pemulihan ekonomi pasca pandemic,” ungkap Airlangga Hartarto.

“Semoga kita bersama-sama, dapat melewati badai pan­demi Covid-19 ini, dan dapat segera pulih, menjadi lebih baik dan lebih maju–Recover Together, Recover Stronger,” pungkas Airlangga. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published.