Armada Biskita Ditambah, Cek Rutenya

by -

METROPOLITAN – Armada Biskita yang sudah mengaspal di koridor 5 bakal kembali ditambah. Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor sudah menyiapkan sepuluh unit armada Biski­ta untuk melayani perjalanan warga Bogor.

Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim mengatakan, sepu­luh unit bus tambahan terse­but akan beroperasi pada koridor 6 Parungbanteng– Warungjambu via Regional Ring Road (R3).

“Insya Allah dilakukan pada Minggu, 28 November 2021 nanti,” ungkap Dedie.

Untuk saat ini, sebanyak enam unit Biskita sudah tiba di Kota Bogor, sedangkan empat unit lagi akan menyusul pekan ini.

“Kami akan membuka ko­ridor 6, dan Insya Allah pada 28 November 2021 ini,” kata Dedie, Rabu (24/11).

Dengan adanya penambahan unit bus tersebut, total yang sudah beroperasi di Kota Bo­gor sebanyak 20 unit Biskita.

Rinciannya, sepuluh Biskita mengaspal di koridor 5 trayek Stasiun Bogor–Ciparigi dan sepuluh unit lainnya mengas­pal di koridor 6 trayek Parung­banteng–Warungjambu via R3.

Baca Juga  Pemkot Ngarep Biskita Gratis Diperpanjang

“Total Biskita yang akan tiba di Kota Bogor itu 75 bus. Tapi untuk 2021 yang akan datang baru 49. Sisanya akan datang secara bertahap pada 2022 nanti. Saat ini yang baru datang baru 20 bus yang akan bero­perasi di koridor 5 dan koridor 6,” ujarnya.

Untuk diketahui, Biskita Trans Pakuan merupakan hasil kolaborasi Pemkot Bogor dengan Kementerian Perhu­bungan melalui Badan Peng­elola Transportasi Jabodeta­bek (BPTJ) lewat skema Buy The Service (BTS).

Sebelumnya, pada awal No­vember, Pemkot Bogor telah meresmikan operasional Biskita di Koridor 5.

Layanan transportasi umum Biskita Trans Pakuan mulai beroperasi pada Selasa dalam serangkaian uji coba (soft launching) di koridor 5 rute Stasiun Bogor–Ciparigi dengan 10 unit bus dan 27 titik pem­berhentian.

Baca Juga  Biskita Trans Pakuan Mulai Ditarif Awal 2022, ASN hingga Mahasiswa Dapat Diskon

Kepala BPTJ, Kementerian Perhubungan, Polana B Pra­mesti, mengatakan bahwa layanan Biskita masih perlu dilakukan evaluasi dan per­baikan. Pengoperasian unit bus maupun koridor pun akan dilakukan secara bertahap.

Biskita Trans Pakuan meru­pakan akronim dari Bus Ino­vatif, Solusi Transportasi Perkotaan Terintegrasi dan Andal.

Layanan transportasi massal ini adalah upaya bersama antara BPTJ dan Pemkot Bo­gor melalui subsidi berbasis skema BTS dan mengusung konsep Bus Rapid Transit (BRT).

Polana mengatakan, upaya yang didorong BTPJ ini baru terealisasi pada tahun ini dengan Kota Bogor terpilih sebagai pilot project penerima subsidi skema BTS.

Terpilihnya Kota Bogor, la­njutnya, tidak lain karena dianggap memiliki komitmen dalam melakukan pembena­han transportasi perkotaan di wilayahnya serta mendapat dukungan dari legislatif.

”Konsep BRT yang menjadi acuan standar pelayanan yang mensyaratkan pemenuhan berbagai aspek seperti kese­lamatan, kenyamanan dan kemudahan pelayanan, bah­kan didukung juga dengan teknologi digital di mana nanti menggunakan aplikasi sehingga dapat memudahkan masyarakat,” jelasnya.

Baca Juga  Bima Arya Imbau PNS Ngantor Naik Biskita Transpakuan

Biskita Trans Pakuan terin­tegrasi dengan layanan digi­tal, mulai dari sistem pem­bayaran hingga pengawasan. Sama seperti Transjakarta, pembayaran bisa dilakukan menggunakan e-money.

Untuk memudahkan penum­pang, Biskita Trans Pakuan menyediakan aplikasi untuk memantau jarak kedatangan maupun keberangkatan bus. Aplikasi bisa diunduh mela­lui Playstore pada gadget yang berbasis Android.

Pelibatan teknologi digital juga dilakukan dengan pema­sangan berbagai peralatan berbasis Internet Internet of Things (IoT), seperti passenger counting, GPS Tracking, dan camera surveillance pada se­tiap unit bus, untuk mendukung aspek monitoring, pengawasan, dan keselamatan.

”Di dalam bus bisa dimoni­tor oleh kami di control room, bagaimana perilaku penum­pang, bagaimana kondisi di dalam bus, bagaimana sopir­nya, dan sebagainya,” ujarnya. (feb/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *