Belum Diakui Negara, 53 Pasutri Bogor Jalani Isbat Nikah Massal

by -

METROPOLITAN.id – Tak kurang dari 53 pasangan suami istri (pasutri) di Kota Bogor yang belum memiliki buku nikah dan belum tercatat resmi oleh negara, melaksanakan sidang isbat nikah massal di Pengadilan Agama (PA) Bogor Kelas IA, belum lama ini.

Diinisiasi oleh Kantor PA Bogor Kelas IA bersama organisasi masyarakat Kerukunan Warga Bogor (KWB) Kota Bogor, yang menggelar Isbat Nikah Massal ketiga tahun 2021.

Ketua KWB Kota Bogor, Tb Alex Solihin mengatakan, isbat nikah dilakukan untuk memberikan kemudahan bagi warga Kota Bogor yang belum memiliki buku nikah dan belum tercatat resmi oleh negara. Ia bersyukur acara berjalan dengan lancar dan selesai dalam satu hari.

“Peserta ini berbagai macam usia pernikahannya yang belum memiki buku nikah. Ada ada yang sudah 15 tahun, 23 tahun, bahkan ada juga yang sudah diatas 60 tahun,” katanya.

Baca Juga  Bandara Internasional Semarang Larang Penumpang Inapkan Kendaraan Saat Mudik

Dari catatannya, paling banyak pasangan berasal dari Kecamatan Tanahsareal, Bogor Barat dan Bogor Utara. Sejatinya ada 74 pasanga yang mendaftar. Namun karena dibatasi waktu dan persyaratan, akhirnya hanya ada 53 pasang yang mengikuti.

“Biasanya yang tidak ikut tahun ini, tahun selanjutnya pasti akan menanyakan kapan diadakan isbat nikah kembali,” ungkapnya.

Sekretaris KWB, Anita Primasari Mongan menambahkan, isbat nikah tahun ini berbeda dari tahun sebelumnya. Sebab isbat nikah massal yang diselenggarakan KWB Kota Bogor tidak dikenakan biaya alias gratis.

Tahun ini, kata dia, biaya ditanggung oleh pihak PA Bogor. Ia pun berterimakasih kepada ketua PA Bogor beserta jajaran lantaran kegiatan tidak dikenakan biaya apapun alias gratis.

Baca Juga  Ahok akan Menikah Usai Bebas dari Penjara

“Terimakasih juga kepada pihak Kementerian Agama, Kader KUA karena biasanya sidang selesai, keputusan pengadilan ada, KUA ini yang menerbitkan buku nikahnya,” jelasnya.

Ia melanjutkan, KWB Kota Bogor juga telah bekerjasama dengan pihak Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melalui Disdukcapil. Pasutri yang sudah memiliki buku nikah, didaftarkan untuk memperoleh Kartu Keluarga (KK) dari Disdukcapil Kota Bogor.

Sementara itu, Ketua PA Bogor, Nasrul menambahkan, isbat nikah ini bisa terlaksana berkat kerjasama PA Bogor dengan KWB Kota Bogor. Biaya isbat nikah massal tahun ini ditanggung PA Bogor sebagai bentuk perhatian dalam rangka mentertibkan data kependudukan warga Kota Bogor, terutama tentang kepemilikan buku nikah.

“Semoga di tahun selanjutnya kita bisa terus bersinergi mengadakan isbat nikah terpadu tidak hanya dengan KWB Kota Bogor, melainkan bersama Kementerian Agama, Disdukcapil termasuk harapan biayanya bisa ditanggung oleh negara,” singkatnya. (ryn)

Baca Juga  Kejari Dalami Aliran Dana Duit Korupsi BOS Madrasah di Bogor : Digunakan Tersangka untuk Kepentingan Pribadi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *