Bima Arya Imbau PNS Bogor Ngantor Naik Biskita Transpakuan

by -
Wali Kota Bogor Bima Arya. (Dok. Prokompim Kota Bogor)

METROPOLITAN.id – Wali Kota Bogor mengimbau para Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor untuk ngantor dengan menggunakan tranportasi umum, dalam hal ini Biskita Transpakuan, yang baru saja meluncur di dua koridor di Kota Bogor dengan tarif Rp0 alias gratis.

Untuk memacu para ASN dibawah komandonya, Bima Arya mengaku bakal mencoba untuk ngantor ke Balai Kota Bogor dengan menggunakan Biskita Transpakuan. Apalagi, Biskita Transpakuan koridor 6 (Air Mancur-Parungbanteng), melintasi kawasan perumahan Baranang Siang Indah (BSI), Katulampa, Kecamatan Bogor Timur.

“Itu nggak masalah, kita akan lakukan itu. Beberapa hari (akan) kita lakukan itu. Saya sudah ngomong ketika launching, jadi saya akan coba menikmati itu, ngantor (naik Biskita Transpakuan) pakai baju dinas dari rumah ke kantor,” kata Bima Arya kepada awak media, Senin (29/11).

Ia pun bakal mengimbau para ASN di lingkungan Pemkot Bogor untuk ngantor menggunakan transportasi umum, dalam hal ini Biskita Transpakuan. Namun ia akan mengecek terlebih dahulu dinas atau kantor Pemkot Bogor mana saja yang dilewati jalur Biskita Transpakuan, yang kini baru ngaspal di dua koridor, yakni Koridor 5 (Stasiun Bogor-Terminal Ciparigi) dan Koridor 6 (Air Mancur-Parungbanteng).

Baca Juga  Kemenkumham Jabar Komitmen Bersih dari Pungli Menuju Jabar Juara Lahir Batin

“Untuk ASN lainnya juga, kita imbau juga. Begitu koridor semua beroperasi, bus ini kita akan cek dinas mana saja yang melewati jalur itu,” imbuh Bima Arya.

Ia juga mengaku senang dengan adanya Biskita Transpakuan Koridor 6 yang melintasi kawasan rumahnya. Bima Arya pun menceritakan masa lalu saat masih SMP tinggal di BSI, ia pergi sekolah menggunakan angkot 11.

“Kalau nggak ada, saya naik angkot 13, turun ke Pajajaran, lanjut jalan kaki, sekarang makin dekat dan makin mudah,” tandasnya.

Sebelumnya, Bus Program Buy The Service (BTS) Biskita Transpakuan kini sudah ngaspal di dua koridor, yakni Koridor 5 (Stasiun Bogor-Terminal CIparigi) dan Koridor 6 (Air Mancur-Parungbanteng), dengan tarif Rp0 alias gratis hingga akhir 2021.

Baca Juga  777 Petani Millenial Dikukuhkan, Jadikan Pertanian Gaya Hidup

Rencananya, tarif akan mulai diterapkan pada awal 2022. Untuk meningkatkan minat dan jumlah penumpang, pengelola Biskita Transpakuan berharap Wali Kota Bogor Bima Arya bisa membuat kebijakan mewajibkan para Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor untuk ngantor naik Biskita Transpakuan pada hari-hari tertentu.

Pengelola Biskita Transpakuan sendiri merupakan konsorsium dari Perusahaan Daerah Jasa Transportasi (PDJT) Kota Bogor, yang terdiri dari PDJT, badan usaha angkutan Kodjari dan Lorena.

“Saya sangat setuju dengan usulan Ibu Polana (Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek, red), untuk meminta Pemkot Bogor, untuk ASN Pemkot Bogor-nya, mewajibkan naik transportasi umum, Biskita Transpakuan ini kedepannya,” kata Ketua Badan Pengawas Koperasi Duta Jasa Angkutan Mandiri (Kojari) Kota Bogor selaku investor Biskita Transpakuan, Dewi Jani Tjandra, belum lama ini.

Ia mengusulkan setidaknya wali kota mewajibkan para ASN-nya untuk naik transportasi umum atau Biskita Transpakuan dua hari dalam satu minggu. Menurutnya, hal itu bisa diterapkan di Kota Bogor, seperti yang sudah dilakukan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Depok kepada para ASN-nya.

Baca Juga  Tingkatkan Wawasan Pariwisata, Disparbud Gelar Pelatihan

Buatnya, kebijakan itu bisa menumbuhkan kecintaan para ASN juga memacu masyarakat untuk menggunakan transportasi umum. Dalam hal ini Biskita Transpakuan.

“Dalam seminggu setidaknya 2 hari (diwajibkan) naik transportasi umum, yang (kebijakan itu) sudah dilakukan di Kota Depok. Untuk supaya pegawai negeri mencintai Biskita Transpakuan dan transportasi umum,” tegas Dewi.

Di sisi lain, terkait tarif Biskita Transpakuan jika nanti berbayar pada tahun 2022, masih perlu dilakukan evaluasi oleh BPTJ. Salah satunya melihat pendapatan secara umum masyarakat Kota Bogor. Tidak serta merta disamakan tarifnya dengan Busway Transjakarta lantaran perbedaan income warga ibukota dengan Kota Bogor.

Dewi sendiri mengusulkan tarif BisKita TransPakuan nanti yakni Rp 2.500 saja.

“Tarif itu sudah pantas untuk bus dengan fasilitas AC yang nyaman di Kota Bogor,” ujarnya. (ryn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *