Bos Pasar Kota Bogor Akui Harga Minyak Goreng Melejit: Stok Masih Aman

by -

METROPOLITAN.id – Dirut Perumda PPJ Kota Bogor, Muzakkir membenarkan harga minyak goreng saat ini tengah melejit di pasaran.

 

“Iya harga minyak goreng beberapa minggu ini terjadi kenaikan karena harga CPO (minyak sawit mentah) dunia terus naik,” kata Muzakkir, Jumat (5/11).

 

“Tingginya permintaan bahan baku CPO untuk industri biodiesel untuk program B 30 dan turunnya jumlah panen sawit di dalam negeri, ini penyebabnya,” sambungnya.

 

Untuk itu, dirinya berharap pemerintah menghentikan atau mengurangi ekspor minyak sawit mentah (CPO) untuk meningkatkan nilai tambah di dalam negeri

 

“Semoga pemerintah segera intervensi,” harap mantan Ketua HIPMI Kota Bogor tersebut.

 

Baca Juga  KRL Tabrak Angkot di Bogor Sampai Ringsek, Sopirnya Selamat Setelah Lakukan Ini

Meski demikian, bos pasar di perusahaan plat merah Kota Bogor ini mengklaim ketersediaan stok minyak goreng di pasar tradisional yang ada di Kota Hujan terbilang masih aman.

 

“Stok minyak goreng Kota Bogor masih aman,” tandas Muzakkir.

 

Sebelumnya, sejumlah pedagang sembako di Kota Bogor mengeluhkan sepinya pembeli imbas kenaikan harga minyak goreng saat ini. Kenaikan mencapai lebih dari 45 persen atau setara Rp6.000 perkilo dan perliternya.

 

Seperti diungkapkan pedagang sembako di Pasar Jambu Dua, Deden. Menurutnya, saat ini konsumenya terkaget-kaget ketika hendak membeli minyak goreng kepadanya.

 

Sebab, harga minyak goreng curah saat ini sudah menyentuh angka Rp19.000 dari sebelumnya Rp13.000 perkilonya. Dan, minyak goreng kemasan dari Rp14.000 kini menjadi Rp20.000 perliternya.

Baca Juga  Panaskan Mesin Politik, Hanura Kota Bogor Lantik Pengurus PAC

 

“Gini lah orang-orang kalau pada beli minyak pada kaget harganya tinggi. Bukan hanya minyak curah, tapi minyak kemasan juga lagi pada naik,” keluhnya kepada wartawan, Rabu (3/11).

 

Belum lagi, dilanjutkannya, saat ini ketersediaan minyak goreng di pasaran pun tengah langka. Kemungkinan hal tersebut terjadi karena kenaikan harga sawit yang disebut merata di seluruh Indonesia.

 

Untuk itu, dirinya berharap pemerintah hadir menstabilkan kembali harga pasaran baik minyak goreng curah dan kemasaan saat ini.

 

“Pembeli juga menurun karena harganya naik jadi pengaruh juga sama pendapatan. Iya maunya normal lagi aja seperi semula,” ujarnya. (rez)

Leave a Reply

Your email address will not be published.