Demo Buruh Ricuh, Massa Lempar Botol

by -

METROPOLITAN – Demo buruh dari Konfederasi Seri­kat Pekerja Indonesia (KSPI) berlangsung ricuh. Demo digelar di depan gedung Balai Kota, Jakarta, kemarin. Sejum­lah demonstran melakukan tindakan provokatif dengan cara melemparkan botol air mineral ke halaman Balai Kota. Tak hanya itu, mereka juga mendorong pagar Balai Kota. Bahkan, sang orator meneriaki anggotanya yang rusuh untuk tetap kondusif. “Siapa itu, hoy hoy hoy mun­dur tiga langkah,” tegasnya.

Para demonstran turut mem­bawa atribut seperti slayer penutup kepala, bendera FSPMI, spanduk KSPI DKI Jakarta dan sebagainya. Mas­sa KSPI mendesak pemerintah mencabut SE Menaker ter­kait penetapan upah minimum dan mencabut Omnibus Law UU Cipta Kerja.

Baca Juga  Bekasi Minta Tambah 6.000 KK Penerima BLT Bantargebang

Pantauan di Balai Kota, ra­tusan buruh tersebut menolak formula penetapan upah mi­nimum dengan menggunakan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan. Mereka menilai Upah Minimum Provinsi (UMP) hanya bertambah sedikit. Pu­luhan anggota kepolisian ber­jaga dengan sigap menghada­pi kericuhan tersebut.

Sebelumnya, massa KSPI meminta majelis hakim memu­tus uji materi UU Cipta Kerja. Bila perlu dihentikan. ”Kepada Mahkamah Konstitusi (MK), kami harap bisa memutus perkara ini dengan fakta hukum, rasa kemanusiaan dan keadilan,” teriak sang orator di atas mobil komando. Sekadar diketahui, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta telah menaikkan UMP DKI 2022 sebesar Rp37.000. Kini UMP DKI 2022 menjadi sebesar Rp4.453.935,536. (oz/ tob/suf/py)

Baca Juga  Anggarkan Rp287,9 M untuk Tiga Titik

Leave a Reply

Your email address will not be published.