Dewan Duga ASN Terlibat Pencurian Tanah di Jalan Bomang

by -
Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Bogor, Usep Supratman

METROPOLITAN.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor memang telah membentuk tim imvestigasi untuk mengungkap kasus pencurian tanah di area proyek Jalan Bojonggede – Kemang (Bomang). Namun hal itu dirasa kurang efektif untuk mencari dalang pencurian tanah tersebut.

Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Bogor Usep Supratman mengatakan, jika Pemkab Bogor membentuk tim investigasi yang terdiri dari Inspektorat dan Satpol PP, Usep menduga ada keterlibatan internal Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam pengerukan tanah di area tersebut. Sebab jika memang benar tanah tersebut dikeruk oleh pihak asing, Usep meminta agar Pemkab Bogor segera melaporkan kepada pihak kepolisian.

“Kalau tim investigasi dari insepektorat dan Satpol PP kan berarti mengawasinya dari internal saja dan mencari SPK yang dikeluarkan untuk melakulan pengerukan tanah disitu (Bomang,red). Kalau begitu ada dugaan ASN yang terlibat,” kata Usep.

Baca Juga  Pembangunan Taman Olahraga Panca Karsa Molor, Ada Apa?

Dengan lapor kepada polisi, Usep menambahkan nantinya bakal ada ahli yang dapat mentukan kerugian akibat pengerukan tanah di area proyek Jalan Bomang , dan hal itu yang akan menjadi dasar Pemkab Bogor untuk menjerat orang-orang yang diduga mencuri tanah di area Bomang, apalagi pencurian ada dugaan pencurian tanah dilokasi teraebut sudah terjadi sejak 2020.

“Kalau tim inveatigasi dari inspektorat dan Satpol PP nanti hasil kerjanya apa? Kalau polisi sudah pasti jelas, bahkan bisa melakukan pemeriksaan hingga penahanan kepada orang-orang yang diduga terlibat dalam pengerukan tanah tersebut,” paparnya.

Sebelumnya, Wakil Bupati Bogor Iwan Setiawan telah menggelar rapat dengan pihak-pihak terkait dan membentuk tim investigasi. Namun Iwan mengaku belum ngetahui atas kerugian yang dialami Pemkab Bogor.

Baca Juga  Pemkab Bogor Waspada Varian Omicron Masuk saat Nataru

“Dari keterangan warga pengerukan ini terjadi sejak 2020 akhir. Artinya terjadi sudah cukup lama, harusnya pemerintah wilayah ataupun Dinas PUPR mengetahui persoalan itu,” kata dia.

Akibat pencurian tanah tersebut, Iwan mengaku pembangunan jalan Bomang akan terkana dampak. Sebab lahan yang semula rata dan akan dibangun jalur cepat dan lambat terkena dampak. (mam)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *