Distribusi ABT 2021 Nggak Jelas, Pengusaha Konstruksi di Bogor Ngambek

by -

METROPOLITAN.id – Para pengusaha bidang konstruksi di Kota Bogor mempertanyakan Anggaran Biaya Tambahan (ABT) dalam Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (BPBD) Perubahan 2021.

Sebab alokasi itu disebut hingga saat ini belum jelas penyalurannya. Hal itu diungkapkan Ketua Asosiasi Jasa Konstruksi (Aksi) Kota Bogor Deni Andriyanto.

Menurutnya para ketua asosiasi meradang dan mempertanyakan ABT lantaran mendekati deadline atau akhir November, namun belum tau sejauh mana penyaluran ABT. Terutama dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).

“Disana kita dapat informasi itu cukup banyak ABT di Kota Bogor. Tapi sampai hari ini kita tidak tahu ini kemana. Terus terang dari paket-paket yang lelang pun kita banyak yang tidak tersosialisasi, tidak kebagian dengan pengusaha-pengusaha yang ada,” katanya, Selasa (23/11).

Baca Juga  Linmas Cigudeg Tiap Malam Rajin Sms-An

“Jadi yang kita pertanyakan ini sekarang anggaran (ABT, red) ini kemana. Baik dari dinas terkait maupun dari para dewan,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Gapeksindo Kota Bogor, Dida Wahyudi menuturkan bahwa para pengusaha yang tergabung Forum Komunikasi Usaha Jasa Kontruksi (Forkopjakon) merasakan ada ketidakjelasan informasi soal ABT dan juga pendistribusiannya.

“Sejauh ini informasi untuk ABT ini tidak jelas masih abu-abu, pendistribusiannya untuk para pengusaha lokal dan pengusaha jasa konstruksi, kita mempertanyakan itu,” tukasnya.

Pihaknya juga mendorong supaya pendistribusian itu dilakukan secara transparan dan jelas serta dapat tersalurkan kepada para pengusaha-pengusaha lokal dan mengedepankan kearifan lokal.

“Pemberdayaan kita sebagai assosiasi juga melakukan pembinaan terhadap anggota- anggota. Tapi disisi lain mereka juga teriak tentang pendistribusian kegiatan-kegiatan yang ada di Kota Bogor,” ketus Dida.

Baca Juga  Bertahun-tahun Tinggal Digubuk Reyot Beralas Tanah

Selain ABT, Dida juga menyinggung kegiatan reguler dan merasa keseimbangan profesional masih jauh dari harapan.

Forkopjakon sendiri mewadahi di mana 12 asosiasi dan 230 badan usaha. Mulai dari Gapensi, Gapeksindo, AKSI, Garansi, Askindo, Gapeknas, Aspeksindo, Gapeknas, Askumindo, Aspeknas, Askonas dan Apaksindo.

Para pengusaha berteriak lantang meminta kejelasan mengenai kegiatan ABT maupun reguler.

“Mewakili asosiasi juga mewakili forum mempertanyakan masalah ABT ini. Kita ingin ada perubahan yang sifatnya mendasar, harusnya paket-paket ini distribusikan kepada para pengusaha lokal. Tolong ini diperhatikan oleh pihak-pihak terkait, dewan ataupun dinas-dinas terkait,” tegasnya.

Senada, Ketua Gapensi Kota Bogor Irwan M. Nur juga mengatakan ratusan badan usaha aktif akhir-akhir ini sedang resah mempertanyakan infomasi ABT.

Baca Juga  Diguyur Hujan, Jalan Semplak–Grendong Longsor

“Sebagaimana diketahui ABT banyak di aspirasi dewan. Itu yang dipertanyakan ke dewan, juga akhirnya ke dinas terkait dan Kadin sebagai induk organisasi kami,” ungkapnya.

Ia mengemukakan ada beberapa hal dari hasil diskusi bersama asosiasi, salah satunya alokasi ABT bisa menjadi bagian dari para pengusaha di Kota Bogor.

“Mudah-mudahan kedepannya ABT bisa menjadi bagian dari kegiatan yang bisa dilakukan oleh pengusaha-pengusaha lokal. Mudah-mudahan kegundahan kami tentang ABT di akhir 2021 ini segera didistribusikan kepada kami betul-betul pelaksana di lapangan,” pungkasnya. (ryn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *