Fakultas Hukum Unpak Lawan Pelecehan Seksual Anak

by -

METROPOLITAN – Tim Pengabdian Kepada Masy­arakat (PKM) Fakultas Hukum Universitas Pakuan menyel­enggarakan Sekolah Gerakan Saya Berani secara virtual pada Kamis (12/11). Kegia­tan ini diikuti 200 murid ke­las 4 hingga 6 didampingi orang tua beserta guru SDN Ciluar 2.

Ketua Tim PKM Fakultas Hukum Universitas Pakuan, Lilik Prihatini, mengatakan, program ini diselenggarakan sebagai salah satu bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi yang dila­kukan untuk mengedukasi masyarakat, khususnya pe­serta didik, guru dan orang tua murid. Yakni mengenai pentingnya pendidikan ke­kerasan dan seksual bagi anak sebagai bentuk upaya pen­cegahan kekerasan dan pe­lecehan seksual kepada anak. “Program ini diharapkan dapat menurunkan angka kekerasan dan pelecehan seksual kepada anak khus­usnya di Kota Bogor,” ujarnya.

Baca Juga  Uji Coba PTM Unpak Diwarnai Kebakaran

Pemberian materi menge­nai kekerasan dan pelecehan kepada anak merupakan hal penting dalam melakukan upaya pencegahan kekerasan dan pelecehan seksual.

Materi yang disampaikan tutor dari Tim PKM menge­nalkan mengenai bagian-bagian tubuh yang sensitif dan arti kekerasan kepada anak agar peserta didik mam­pu mewaspadai bentuk-ben­tuk kekerasan dan pelecehan seksual. Dalam hal ini ma­teri yang disampaikan dike­mas secara menarik dan menghibur, sehingga hal tersebut meningkatkan an­tusias peserta.

Sekolah Gerakan Saya Be­rani diharapkan menjadi rol model utama dalam pem­berantasan dan pencegahan tindak pidana pelecehan seksual. “Gerakan ini kami inisiasi dan diharapkan me­mang bisa menyebar dan memiliki efek multidimen­sional dan dapat dilakukan di berbagai tempat. Tak hanya di sekolah tingkat dasar, tapi juga di tingkat SMP, SMA ba­hkan perguruan tinggi. Kami memulai ini dengan harapan dan impian yang sangat be­sar, terutama bagaimana penanganan yang tepat ter­hadap tindakan atau terhadap pencegahan berkaitan dengan kejahatan pelecehan sek­sual,” beber Lilik.

Baca Juga  Basement Unpak Bogor Terbakar, Satpam Panik

Ia menjelaskan, PKM FH Unpak memiliki fokus utama sebagai sarana pemberian informasi yang valid dan kuat kepada anak-anak. Lem­baga yang beranggotakan Herli Antoni, Melisa Berliana dan Siti Maidinah Nurahma­diah ini memberikan sosia­lisasi secara langsung. Sebab, materi ini bisa dikategorikan cukup berat.

“Kami juga mengundang orang tua untuk bisa men­dampingi putra-putri me­reka dalam menerima ma­teri ini dan dalam pengema­sannya kami sudah memba­tasi klaster penerima manfaat untuk murid kelas 4 hingga 6,” beber dosen hukum pi­dana ini.

“Mengapa kelas tersebut menjadi tujuan utama kami? Karena kami coba menyesu­aikan bagaimana kemudian penerima ini bisa menerima materi-materi yang kami si­apkan,” sambungnya.

“Kami berharap gerakan ini mendapat dukungan yang maksimal baik dari sekolah, dinas pendidikan maupun Pemerintah Kota Bogor. Kami menginisiasi gerakan ini tentu diharapkan bisa menda­pat dukungan masyarakat dan secara langsung terlibat dalam setiap bentuk kegiatan,” tu­kasnya. (jp/feb/py)

Baca Juga  Waduh, Lab Geologi Unpak Bogor Hangus Dilalap Si Jago Merah

Leave a Reply

Your email address will not be published.