Gagal Mendarat Sempurna, Siswi Paralayang Nyangkut di Pohon

by -
Foto: Tim Rescue Damkar Ciawi

METROPOLITAN.id  – Nasib kurang baik dialami seorang siswi paralayang di Kabupaten Bogor. Ia gagal mendarat sempurna dan nyangkut di atas pohon.

Kondisi itu terjadi saat siswi tersebut terbang dari Paralayang Bukit Gantole Puncak, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, Kamis (25/11).

Informasi yang dihimpun, sang siswi bernama Ayu saat itu sedang berlatih sekitar pukul 10.00 WIB. Namun saat terbang dan akan mendarat, ia kehilangan arah dan tersangkut di pepohonan.

Siswi tersebut cukup lama tergantung di antara dahan-dahan pohon, sekitar dua jam.

Beruntung, siswi tersebut dalam kondisi baik saat itu hingga akhirnya berhasil dievakuasi Tim Rescue dari Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Bogor.

Baca Juga  Warga Sempat Berhamburan Saat Banjir Terjang Gunung Mas Puncak Bogor

Salah seorang saksi mata, Yusuf menjelaskan, siswi paralayang tersebut tersangkut pohon di area kebun teh Gunung Mas saat mendekati titik landing.

“Sempat teriak minta tolong, sampai akhirnya petugas dari Paralayang Bukit Gantole Puncak datang ke lokasi,” kata Yusuf.

Koordinator Landing Gunung Mas, Saeful menjelaskan, faktor cuaca ditengarai menjadi penyebab siswi tersebut tersangkut karena terhempas angin kencang secara tiba-tiba saat hendak mendarat.

Kondisi itu diketahui saat Saeful berkomunikasi melalui radio komunikasi dengan penerbang. Ia pun sempat mengarahkan penerbang untuk berbelok ke kanan karena angin jelek.

“Tapi saya sudah suruh belok kanan karena angin sedang jelek, angin agak besar dari kanan, kemungkinan susah belok, karena kalau paralayang ini kalau mau masuk ke landing itu tergantung anginnya dia mungkin kebawa angin beloknya nggak cepet jadi agak lambat tadi saya sudah teriak-teriak dari radio tahan kanan,” terangnya.

Baca Juga  Dewan Minta Produk UMKM Warga Puncak Diakomodir Pusat Oleh-oleh

Sementara itu, Instruktur Paralayang, Gendon menjelaskan hal serupa. Saat akan memasuki titik landing, ada angin yang sedikit berbeda arah sehingga saat penerbang hendak mendarat harus mengubah arah dari biasanya.

“Kaget karena ada angin yang tidak seperti biasanya, jadi penerbang dalam posisi yang salah. Safety itu sudah harus diutamakan, ini karena faktor cuaca saja,” jelas Gendon.

Usai kejadian itu, sang siswi mengaku cukup terkejut dan masih bingung dengan kondisi angin yang tiba-tiba berubah.

Padahal, ayu terbilang sudah cukup sering terbang, nyaris 70 kali ia pernah mengudara.

“Saya masih bingung, kok angin tiba-tiba berubah arah saat mau landing. Padahal sudah puluhan kali terbang di mana-mana, tapi memang kali ini agak berbeda anginnya,” tandasnya. (fin)

Baca Juga  Bogor Sedang Tidak Baik-baik Saja, Tindakan Tegas Diberlakukan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *