Hiks… Kontrak Habis, Kantor Kelurahan Pakuan Bogor Segera Dipindah

by -
Kondisi kantor Kelurahan Pakuan, Kota Bogor, yang akan habis masa pinjam pakainya, sehingga harus segera mencari lokasi baru. (IST)

METROPOLITAN.id – Puluhan tahun berkantor di Jalan Dahlia IV Perumahan Pakuan 2, Kota Bogor, kantor Kelurahan Pakuan Kecamatan Bogor Selatan harus segera angkat kaki dan mencari kantor baru.

Musababnya, lahan tersebut bukan milik pemerintah, melainkan milik perorangan yang dipinjam pakai oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor. Kini pemkot melalui Kecamatan Bogor Selatan tengah mencari lokasi sementara untuk dijadikan kantor kelurahan.

Hal itu diungkapkan Camat Bogor Selatan Hidayatulloh. Ia membenarkan bahwa pemilik lahan kantor kelurahan eksisting sudah bersurat bahwa masa pinjam pakainya sudah habis. Menurutnya, Pemkot Bogor sendiri memang sempat membuat perjanjian tersebut saat masih dipimpin Sekretaris Daerah (Sekda) lama, Ade Sarip Hidayat.

Baca Juga  Nggak Pakai Masker, Warga Dihukum Push Up dan Bersih-bersih

“Kita sedang mecari upaya langkah, mencari kontrakan lah untuk kantor kelurahan sementara. Yang pasti aktifitas pelayanan tetap akan berjalan sambil menunggu pindah ke tempat sementara. Kami juga masih diskusi dengan bidang aset di Badan Aset dan Keuangan Daerah (BKAD) soal lokasi,” katanya kepada Metropolitan.id, Selasa (23/11).

Pihaknya memilih untuk mencari lokasi sementara lantaran sejatinya Pemkot Bogor sudah punya rencana untuk membangun kantor Kelurahan Pakuan yang baru, yang lokasinya merupakan lahan Prasarana Sarana Utilitas (PSU) milik Perumahan Royal Tajur.

“Makanya kita sedang kejar untuk segera diserahkan PSU itu, karena memang kelurahan mau pindah. Di lahan PSU Perumahan Royal Tajur itu rencana kita buat kantor Kelurahan Pakuan yang baru. Tapi itu kita masih menunggu diserahkan dulu oleh pengembang ke pemkot,” tandasnya.

Baca Juga  Hari Terakhir PPKM Level 3, Bogor Zero Kasus Pasien Covid-19 di Pusat Isolasi

Sementara itu, Lurah Pakuan Erwin Subastian juga mengatakan bahwa pihaknya harus segera pindah dari kantor eksisting paling lambat Desember mendatang. Ia menyebut lokasi sementara tidak akan jauh dari kantor Kelurahan Pakuan eksisting.

“Desember harus sudah keluar, rencana masih sekitar sini. Kemungkinan sih akan ngontrak dulu ya sementara. Sambil juga menunggu pembangunan kantor baru yang informasinya PSU dari Perumahan Royal Tajur,” tukas Erwin.

Menurutnya, itu merupakan hasil dari rapat terakhir beberapa waktu lalu. Selain itu, rencannya bisa di split atau dipakai sebagian, ketika penyerahan PSU sudah dilakukan dari pengembang ke Pemkot Bogor.

Setelah itu sembari menunggu pembuatan Feasibility Studies (FS) dan Detail Engineering Design (DED) pembangunan kantor baru pada tahun depan.

Baca Juga  Kota Bogor Kejar Target Vaksinasi, Sehari Tembus 3.421 Orang Divaksin

“Kita nunggu progres penyerahan PSU dulu, ya mungkin ngontrak dulu satu-dua tahun. Setelah penyerahan kan kecamatan dibuat dulu FS dan DED-nya di (anggaran) perubahan, anggarannya mah kan belum ada,” ujarnya.

Ia juga mengakui, kantor kelurahan eksisting merupakan milik perorangan dan bukan milik pemerintah.

“Intinya kemungkinan sementara ngontrak di tempat sementara, sambil menunggu PSU dari Royal Tajur, baru kita merencanakan kantor baru,” tutup Erwin. (ryn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *