Inspiratif, Santri Bogor Getol Kembangkan Budidaya Tanaman Hias

by -
Santri di ABN Farm Pesantren Al-Ghozaly aktif membudidayakan tanaman hias. (IST)

METROPOLITAN.id – Santri zaman now rupanya tidak hanya berkutat dengan dunia kesantrian, tapi aktif dalam kegiatan lain seperti bertani. Hal itu yang dilakukan para santri Pondok Pesantren Al-Ghazaly, yang tergabung dalam kelompok tani ABN Farm.

Para santri secara bergantian melakukan aktivitas pertanian di green house dan tengah merintis budidaya tanaman hias, setelah sebelumnya sukses bercocok tanam sayur mayur dengan sistem hidroponik atau budidaya tanaman tanpa media tanah.

Di green house dengan luas 24 meter persegi  di Kelurahan Cimanggu, Kecamatan Tanahsareal, Kota Bogor itu, ABN Farm telah membudidayakan ratusan tanaman hias dari berbagai jenis. Mulai Aglonema, Philodendron, Scindapus dan jenis lain.

Baca Juga  Penuhi Panggilan Kejagung, Eks Mendag Lutfi Diperiksa Soal Korupsi Minyak Goreng

Penanggungjawab Green House, Ferdy Sugianto mengatakan, budidaya tanaman hias baru dilakukan sekitar sebulan lalu di sebagian lahan green house. Apalagi setelah melihat adanya peluang pasar dan tanaman hias yang saat ini sedang tren.

“Ini awalnya untuk pembibitan sayuran hidroponik, tapi pas dilihat ternyata masih banyak ruang yang kosong, akhirnya kita inisiatif dimanfaatkan untuk tanaman hias. Jadi pembibitan sayuran ada, sebagian untuk tanaman hias,” katanya.

Dalam budidaya tanaman hias, pihaknya menerapkan teknik stek untuk perbanyakan tanaman. Dipadukan dengan teknik hidroponik di green house khusus tanaman sayuran.

Menurutnya, perpaduan teknik itu untuk menghasilkan pertumbuhan akar yang lebih cepat dibandingkan menggunakan media tanah.

Baca Juga  Menko Airlangga Tegaskan Skenario Presidensi G20 Indonesia Dukung Pemulihan Ekonomi Global

“Setelah distek, ditaman pot yang sudah diberi mos. Kemudian dimasukkan ke hidroponik. Setelah tiga minggu, baru dipindahkan ke pot dan dimasukkan ke sini (green house). Di hidroponik itu lebih cepat tumbuh akarnya dibandingkan di tanah,” jelas Ferdy.

Saat ini terdapat 250 pot, namun dinilai belum maksimal karena masih baru. Sejatinya, tempatnya bisa menampung 300 sampai 400 pot.

Ferdy menuturkan, semua aktivitas pertanian di green house dikelola oleh dua orang santri dan dibantu 40 santri yang terdiri dari 20 santriwati dan 20 santriawan. Dalam aktivitasnya, para santri melakukan secara bergantian.

Ia menjelaskan bahwa kegiatan ini fungsinya yang pertama untuk membantu ekonomi pesantren. Kedua, memberikan pengalaman kepada santri-santri, sehingga ketika lulus tidak hanya kemampuan agama saja tapi pertanian juga didapat santri.

Baca Juga  Pimpinan ISIS Bakr al-Baghdadi Dinyatakan Tewas Akibat Serangan Udara AS

Untuk pemasaran tanaman hias, kata dia, ABN Farm sendiri telah menjalin kerjasama sebagai mitra usaha. Disamping itu, ABN Farm juga membuka layanan secara online dan pembelian langsung di Ponpes Al-Ghozaly.

“Di sini dikhususkan untuk ibu-ibu pengajian, ibu-ibu sekolah dan warga sekitar. Jadi kita terbuka dan harganya ekonomis,” tandas santriawan berusia 21 tahun itu. (ryn)

Leave a Reply

Your email address will not be published.