Kabupaten Bogor Minta Pusat Revisi Target Vaksinasi, Ridwan Kamil: Biar Fair

by -

METROPOLITAN.id – Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil mengaku mendukung langkah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor yang meminta Pemerintah Pusat dapat merevisi target capaian vaksinasi di Bumi Tegar Beriman.

 

Musababnya, Ridwan Kamil menilai perlu ada penyempurnaan yang dilakukan Pemerintah Pusat agar upaya Pemkab Bogor menurunkan status PPKM Level 3 di wilayahnya saat ini dapat terwujud.

 

“Saya apresiasi, jadi data-data itu harus terus di sempurnakan biar fair (adil) lah,” kata Ridwan Kamil saat meninjau pembangunan Alun-alun Kota Bogor, Selasa (30/11).

 

“Yang kerja baik kita apresiasi, Kota Bogor sangat baik, Kabupaten Bogor juga sangat baik. Mudah-mudahan akhir Desember heard imunity di kota dan kabupaten Bogor tercapai,” sambungnya.

 

Disinggung apakah surat permintaan revisi capaian target vaksin ini sudah masuk ke Pemprov Jabar, Ridwan Kamil menuturkan, untuk permintaan ini tidak perlu menggunakan surat. Karena, pihaknya pun sudah menyampaikan langsung ke Pemerintah Pusat.

 

“Tadi sudah di pidatokan, tidak perlu surat-suratan, yang penting kita di lapangan terkendali,” ujarnya.

 

Sebelumnya, Bupati Bogor, Ade Yasin, menilai PPKM di Kabupaten Bogor seharusnya sudah bisa turun ke level 1. Menurutnya, ca­paian vaksinasi Kabupaten Bogor sudah mencapai 70 persen jika pemerintah pusat merevisi target vaksinasi di Bumi Tegar Beriman.

Baca Juga  Wabup Bogor Terima Daftar Alokasi TKDD TA 2022 dari Gubernur Ridwan Kamil

Ade Yasin menjelaskan, ber­dasarkan data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah penduduk Kabupaten Bogor saat ini sebanyak 5,24 juta jiwa. Sementara pemerin­tah pusat menargetkan Ka­bupaten Bogor harus mampu memvaksin 4,2 juta orang atau 70 persen dari jumlah pen­duduk 6 juta jiwa.

 

“Kemarin diskusi dengan Dinas Kesehatan dan asisten, ternyata vaksinasi kita kele­bihan target. Karena target 4,2 juta itu dihitung dari 6 juta penduduk, sementara menurut survei terbaru BPS pada Agustus, jumlah pen­duduk kita sebanyak 5,427 juta. Ketika dihitung targetnya, seharusnya target vaksinasi kita 3,78 juta orang,” bebernya.

 

Artinya, Ade Yasin melanjut­kan, jika menggunakan data penduduk versi BPS, capaian vaksinasi di Kabupaten Bogor sudah 70 persen. Capaian ini harus membuat Kabupaten Bogor sudah bisa merasakan PPKM Level 1 yang saat ini masih berstatus level 3.

 

Menindaklanjuti hal itu, Ade Yasin mengaku sudah mem­buat surat yang ditujukan kepada gubernur Jabar seba­gai ketua Satgas Provinsi agar merevisi target vaksinasi Ka­bupaten Bogor.

Baca Juga  PKL Jambu Dua Ditertibkan Demi Bangun Shelter Biskita Transpakuan

 

“Kemarin waktu saya ke Jong­gol, di sana vaksinasi sudah 100 persen lebih dan di be­berapa kecamatan memenuhi target. Sekarang kita semakin sulit mencari orang yang ha­rus divaksin karena rata-rata sudah. Kalau kita tetap ditarget 4,2 juta agak sulit, karena itu artinya sudah hampir 100 persen. Jadi harus direvisi jumlah penduduk, dirasiona­lisasikan dengan jumlah tar­getnya,” ungkapnya.

 

Ade Yasin mengira target 4,2 juta penduduk yang ditetap­kan pemerintah pusat kemun­gkinan mengacu ada data penduduk 2018. Saat itu jum­lah penduduknya pernah berada di angka 5,9 juta pen­duduk. Akan tetapi setelah pandemi, banyak penduduk yang pindah karena beberapa hal. Di antaranya adanya pembangunan strategis na­sional, mahasiswa banyak yang libur hingga pabrik banyak yang tutup, sehingga banyak masyarakat yang pulang ke kampung halamannya. “Jadi, ketika kita menerima survei terakhir dari BPS jumlahnya 5,427 juta penduduk. Seha­rusnya dengan capaian vaksi­nasi sekarang kita sudah level 1 (PPKM),” kata Ade Yasin.

 

Tak hanya itu, ia juga sudah berdiskusi dengan Forko­pimda dan membuat surat untuk disampaikan ke Ka­polri. Ia ingin ada perbaikan data. “Surat akan kita kirim juga ke gubernur, tembusan­nya ke pemerintah pusat,” sambungnya.

Baca Juga  Gelar Raker Bareng ATR/BPN dan SKPD Kota Bogor, DPRD: Masalah Aset Harus Segera Diselesaikan

 

Dengan capaian vaksinasi saat ini, Ade Yasin menilai seharusnya ada kelonggaran dalam berusaha, baik dari sektor ekonomi maupun pa­riwisata di Kabupaten Bogor. Namun karena seolah-olah belum tercapai target 70 per­sen vaksinasi, Kabupaten Bogor dianggap tidak me­menuhi syarat.

 

“Jika dihitung kembali, Ka­bupaten Bogor sudah me­menuhi syarat kelonggaran, karena sudah di atas dua juta lebih masyarakat yang divak­sin. Makanya revisi ini penting, jangan sampai terus di Level 3. Bahkan untuk vaksinasi lansia, jika target 4,2 juta, maka sudah 43 persen. Kalau pakai data terbaru dari BPS, ada 780 ribu lansia yang sudah divaksin. Artinya, 50 persen lansia sudah divaksin dan kita sudah memenuhi syarat ke level 1. Ini akan kita ajukan juga suratnya,” bebernya.

 

Meski begitu, Pemkab Bogor akan tetap menjalankan vaksi­nasi agar seluruh penduduk Kabupaten Bogor yang me­menuhi syarat tervaksinasi. (rez)

Leave a Reply

Your email address will not be published.