Kasus Covid-19 Melandai, Bupati Ajak Masyarakat Cegah Lonjakan Penularan

by -

METROPOLITAN.id – Belakangan ini kasus penularan covid-19 di Kabupaten Bogor kian melandai, saat ini tak kurang dari tiga sampai lima orang setiap harinya terpapar covid-19. Hal itu berbanding jauh saat terjadi lonjakan kasus pasca idul fitri, dimana dalam sehari ratusan orang terpapar covid-19, begitu juga dengan angka kematian yang pada saat itu terus meroket.

Bupati Bogor Ade Yasin mengatakan, melandainya kasus covid-19 di Kabupaten Bogor berkat tingkat kepatuhan masyarakat akan protokol kesehatan serta masifnya vaksinasi yang dilakukan Satgas Covid-19 kepada masyarakat.

“Alhamdulilah semuanya semakin membaik, saya juga dapat laporan saat ini paling tiga sampai lima orang yang terpapar,” kata dia.

Baca Juga  Pemkab Bogor Sediakan 10 TPU Untuk Jenazah Pasien Covid-19, Ini lokasi-lokasinya!

Tak hanya itu, ruang isolasi terpadu saat ini pun kosong. Tak ada lagi pasien covid-19 yang diisolasi, sehingga ia pun mengaku saat ini hanya ingin fokus kepada vaksinasi serta mencegah agar tidak ada lagi lonjakan kasus covid-19.

“Kondisinya sekarang sudah membaik, tinggal kita mencegah agar tidak ada lagi lonjakan seperti kemarin-kemarin. Makanya saya ajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga, agar tidak ada lonjakan lagi,” paparnya.

Sementara itu, Sekretaris Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bogor Iman W Budiana mengungkapkan, jika tingkat kepatuhan masyarakat semakin hari semakin baik. Masyarakat saat ini sudah sadar akan menggunakan masker saat bepergian keluar rumah.

“Berbeda dengan tahun lalu, sekarang masyarakat lebih peduli akan kesehatan sehingga mereka aktif menggunakan masker serta menjaga jarak,” kata Iman.

Baca Juga  BOR Hanya 5 Persen, Kota Bogor Pertahankan Operasional RS Perluasan hingga Asrama IPB dan Pusdiklatwas BPKP Ciawi

Menurunnya kasus penularan covid-19 ini didukung juga dengan kebijakan pemerintah yang saat ini membatasi kegiatan masyarakat, seperti fasilitas publik, pelayanan publik serta beberapa yang lainnya.

“Seperti mal, selain pembatasan jumlah pengujung ada juga beberapa persyaratan lainnya untuk masuk kesana, hal itu mengurangi resiko penularan covid-19,” ungkapnya.

Meski begitu, Iman tidak memungkiri masih ada masyarakat yang masih acuh akan prokes. Bahkan pihaknya kerap menegur masyarakat yang tidak mematuhi prokes.

“Seperti di pasar-pasar tradisional itu masih banyak masyarakat yang tidak mematuhinya, tetapi kita tegur agar langsung menggunakan masker,” tandasnya. (mam)

Leave a Reply

Your email address will not be published.