Kasus Positif Covid SDN Sukadamai 2 Bertambah, Total Jadi 25 Orang

by -

METROPOLITAN.id – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor mencatat ada penambahan kasus positif Covid-19 baru di klaster SDN Sukadami 2.

 

Hal itu diketahui berdasarkan hasil tracing yang dilakukan terhadap 210 kontrak erat dari 24 warga SDN Sukadamai 2 yang sebelumnya telah dinyatakan terpapar virus Corona.

 

“Jadi setelah ditemukan kasus kita melakukan tracing dan di dapati 210 orang yang melakukan kontak erat. Kita lakukan swab terhadap kontak erat ini,” kata Kepala Dinkes Kota Bogor, Sri Nowo Retno, Kamis (25/11).

 

Namun, dari 210 kontak erat yang terdata, baru 196 orang yang sudah dilakukan swab test. Dari jumlah itu pun, hasil swab tes baru keluar untuk 150 kontak erat.

 

“Satu orang dinyatakan positif dan sisanya (149 kontak erat) negatif. Itu pun OTG juga dan tidak menyadari,” ucapnya.

Baca Juga  Ingat! Harus Ada Petugas yang Mengawasi PTM

 

Sementara, dilanjutkan Retno, saat ini pasien positif baru yang didapati berdasarkan hasil swab 150 kontak erat itu sedang menjalani perawatan di rumahnya.

 

Disinggung kapan hasil swab test 46 kontak erat keluar, Retno meyakini satu dua hari ini hasil tersebut akan keluar.

 

“Belum keluar, diharapkan sehari dua hari sudah ada hasilnya. Yang pasti 46 orang ini mereka sementara karantina sambil menunggu hasil (keluar),” ujar Retno.

 

Sementara itu, Wali Kota Bogor, Bima Arya memastikan, jumlah pasien positif di klaster SDN Sukadami 2 semuanya tanpa bergejala atau OTG. Bahkan, pasien positif baru pun mengalami hal yang sama.

 

Sehingga, temuan ini bukan hal yang mengkhawatirkan. “Sukadamai semuanya tanpa gejala. Jadi sesuai dugaan mungkin ini sudah heard immunity, bukan varian baru yang berbahaya. Bukan hal yang mengkhawatirkan, kita analisis mungkin heard immunity,” kata Bima Arya.

Baca Juga  Waduh, Kasus DBD Kota Bogor Melonjak Tahun Ini

 

Sebelumnya, terkuaknya belasan siswa SDN Sukadamai 2, Kecamatan Tanahsareal yang terpapar Covid-19 saat pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas, membuat Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melakukan tracing terhadap 200 orang yang berstatus kontak erat.

Namun hingga saat ini belum terungkap dari mana sumber awal penularan kasus Covid-19 di klaster sekolah tersebut. Sebab, hasil tracing belum rampung. Hal itu diungkapkan Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor, Erna Nuraena.

 

Ia mengatakan bahwa sumber awal penularan kasus Covid-19 di SDN Sukadamai 2 bisa ditemukan setelah hasil tracing kontak erat keluar.

 

Nantinya baru bisa dipetakan dan diperkirakan apakah ini sumber penularannya awalnya dari rumah atau memang dari sekolah.

Baca Juga  6 Cara Membersihkan Gorden Tanpa Menurunkannya, Praktis!

 

Erna menjelaskan, Ketika ditemukan 24 kasus Covid-19 pada siswa dan guru SDN Sukadamai tersebut, PTM terbatas di sekolah tersebut dihentikan selama 10 hari ke depan.

 

Selain menantapkan protokol kesehatan untuk pelaksanaan PTM terbatas nantinya, seluruh pasien saat ini tengah menjalani isolasi mandiri (isoman) di rumah masing-masing dengan pengawasan.

 

“Semuanya dilakukan isoman di rumah masing-masing karena semuanya hampir tidak bergejala, hanya gejala ringan. Kemudian dilakukan pemantauan petugas kesehatan setempat juga RW siaga setempat untuk memastikan bahwa mereka melakukan isolasi mandiri dengan disiplin,” tandas Erna.

 

Di sisi lain, Dinkes Kota Bogor juga terus mengingatkan terkait penerapan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Baik saat di perjalanan berangkat sekolah, selama di sekolah, hingga ketika pulang sekolah. (rez) 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *