Kenangan Bersama Ibu (3)

by -

Kenangan Bersama Ibu (3)

”Kamu suka silat? Kalau mau saya bisa ajar kamu silat,” ujarnya.

Chen Lung, pemain film Mandarin kegemaran kakakku yang kedua. Dia suka mengajakku nonton film Man­darin di bioskop kota kecamatan. Selain film Mandarin kakakku juga senang nonton film silat Indonesia yang dibintangi Barry Prima, Advent Bangun, George Rudy.

Aku menyerahkan catatan belan­jaanku kepada Rico Tampatty. Lalu dia membacakannya dengan nyaring. Richie Ricardo dengan sigap mengam­bilkan barang belanjaan dari rak toko mereka. Sementara Ikang hanya mengawasi sesekali menunjukkan tempat barang dagangan ditaruh. Setelah barang pesananku terkum­pul lengkap, Ikang menghitungnya sambil memasukkan belanjaanku ke dalam tas keranjang yang kubawa dari rumah. Dia mengucapkan jum­lah uang yang harus kubayarkan. Leni Marlina yang menerima dan menghitung uang dari pembeli.

Aku mencangkolkan keranjang penuh belanjaan di stang sepeda yang membuatnya jadi berat sebelah. Tetapi aku sudah terlatih me­nyeimbangkan laju sepedaku. Sam­bil mengayuh sepeda aku menging­at-ingat pelajaran di buku pelajaran berselang seling dengan cerita film yang kutonton. Itu hal yang meny­enangkan buatku. Perjalananku jadi terasa lebih cepat sampai.

Kakak perempuanku yang nomor tiga menurunkan keranjang belan­jaan dari sepeda, mengeluarkan dan memeriksanya.

Bersambung

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *