Komisi I Minta Pemkab Bogor Lapor Polisi soal Pencurian Tanah di Jalan Bomang

by -
Wakil Bupati Bogor Iwan Setiawan saat meninjau pembangunan Jalan Bomang.

METROPOLITAN.id – Komisi I DPRD Kabupaten Bogor meminta agar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor melapor polisi ihwal pencurian tanah di sekitaran proyek pembangunan jalan Bojonggede-Kemang (Bomang).

“Itukan lahan milik Pemkab Bogor atau negara, maka melanggar hukum jika mengambilnya tanpa izin,” kata anggota Komisi I DPRD Kabupaten Bogor Edi Kusmana.

Ia menilai jika pencurian tersebut dibiarkan akan menjadi preseden buruk bagi Pemkab Bogor. Terlebih pencurian tanah ini terjadi tidak jauh dari pusat pemerintah yang seharusnya dapat pengawasan yang lebih.

“Tidak mungkin kalau aparat tidak tahu soal pengambilan tanah disitu. Itukan dioperasikan pakai alat berat. Kalau masyarakat yang melihat berfikirnya itu kontraktor proyek tetapi aparat wilayah harusnya lebih jeli,” paparnya.

Baca Juga  Komisi IV Desak Dishub Selesaikan Persoalan Pemutusan Kerja Sepihak Sukarelawan

Pencurian tanah di area proyek pembangunan jalan Bomang ini dikhawatirkan dapat mengganggu pembangunan jalan. Sebab, lahan yang dikeruknya berada di tengah antara jalur kanan dan kiri.

“Setelah digali seperti itupun harusnya jangan dibiarkan, karena jika hujan bakal menjadi kubangan air dan dari kubangan itu bisa menggerus tanah yang ad dibawah jalanan. Makanya khawatir dengan dikeruknya tanah disitu betonisasi jalannya bisa pecah juga,” kata dia.

Sebelumnya,Wakil Bupati Bogor Iwan Setiawan murka. Musababnya, tanah di Jalur Jalan Raya Bomang hilang entah kemana dan diduga dicuri.

Kemarahan tersebut diungkapkan Iwan saat meninjau Jalan Raya Bomang, Kecamatan Tajurhalang. Iwan menyusuri jalur lambat di Jalan Raya Bomang dan memperhatikanya dengan seksama. Sesampainya di ujung jalan yang masuk Kecamatan Tajurhalang, langkahnya terhenti. Raut mukanya berubah. Ia marah melihat kondisi jalur yang nyaris seperti area galian tanah.

Baca Juga  Positif Corona, Ketua DPRD Tetap Ikut Rapat Paripurna Secara Daring

Di ujung jalan itu, area sisi jalur berubah menjadi legokan yang dalamnya sekitar tiga meter dengan luas sekira satu hektare. Legokan itu nampak seperti sengaja digali untuk dikeruk tanahnya

Padahal kurang dari dua tahun lalu saat menyusuri jalur yang sama, kondisinya masih rata dengan badan jalan.

“Yang saya sayangkan, ketika meninjau sampai di ujung ruas Jalan Bomang, tanah yang berada di ujung ruas jalan tersebut kondisinya tidak seperti sebelumnya. Dua tahun lalu saya berkunjung ke jalan ini tanahnya masih rata dengan jalan. Tapi saya lihat sekarang seperti dikeruk, berapa kubik tanah ini yang hilang? Siapa yang maling? Cari maling tanah di pembangunan Jalan Bomang ini!,” tegas Iwan. (mam)

Baca Juga  DPRD Dorong Pemkab Bogor Bentuk Perda soal Penanggulangan Penyakit Menular

Leave a Reply

Your email address will not be published.