Kontrak Habis, Kantor Kelurahan Pakuan Bogor segera Dipindah

by -

METROPOLITAN – Puluhan tahun berkantor di Jalan Dah­lia IV, Perumahan Pakuan 2, Kota Bogor, kantor Kelurahan Pakuan, Kecamatan Bogor Selatan, harus segera angkat kaki dan mencari kantor baru. Sebab, lahan tersebut bukan milik pemerintah, melainkan milik perorangan yang dip­injam pakai oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor. Kini pemkot melalui Kecamatan Bogor Selatan tengah men­cari lokasi sementara untuk dijadikan kantor kelurahan. Hal itu diungkapkan Camat Bogor Selatan, Hidayatulloh.

Ia membenarkan pemilik lahan kantor kelurahan eksisting sudah bersurat bahwa masa pinjam pakainya sudah habis. Pemkot Bogor sendiri memang sempat mem­buat perjanjian tersebut saat masih dipimpin Sekretaris Daerah (Sekda) lama, Ade Sarip Hidayat. ­

Baca Juga  212 Mart Hadir di Ciomas

“Kita sedang mencari kon­trakan untuk kantor kelurahan sementara. Yang pasti, akti­vitas pelayanan tetap akan berjalan sambil menunggu pindah ke tempat sementara. Kita juga masih diskusi dengan bidang aset di Badan Aset dan Keuangan Daerah (BKAD) soal lokasi,” katanya kepada Metropolitan, Selasa (23/11).

Ia memilih untuk mencari lokasi sementara lantaran sejatinya Pemkot Bogor sudah punya rencana membangun kantor Kelurahan Pakuan baru yang lokasinya lahan Pra­sarana Sarana Utilitas (PSU) milik Perumahan Royal Tajur.

“Makanya kita sedang ke­jar untuk segera diserahkan PSU itu, karena kelurahan mau pindah. Di lahan PSU Perumahan Royal Tajur itu rencana kita buat kantor Kelurahan Pakuan yang baru. Tapi, kita masih menunggu diserahkan dulu oleh peng­embang ke pemkot,” terang­nya.

Baca Juga  Pemkot Bogor Punya KPAID

Sementara itu, Lurah Pa­kuan, Erwin Subastian, men­gatakan, pihaknya harus se­gera pindah dari kantor ek­sisting paling lambat Desem­ber. Lokasi sementara tak akan jauh dari kantor Kelurahan Pakuan eksisting.

“Desember harus sudah keluar, rencana masih sekitar sini. Kemungkinan sih akan ngontrak dulu ya sementara. Sambil juga menunggu pembangunan kantor baru yang informasinya PSU dari Peru­mahan Royal Tajur,” ujar Erwin.

Menurutnya, itu merupakan hasil rapat terakhir beberapa waktu lalu. Selain itu, renca­nanya bisa di-split atau dipa­kai sebagian ketika penyera­han PSU sudah dilakukan dari pengembang ke Pemkot Bogor. Setelah itu menunggu pembuatan Feasibility Studies (FS) dan Detail Engineering Design (DED) pembangunan kantor baru tahun depan.

Baca Juga  Penguatan Karakter Religius dan Pemahaman TI

“Kita nunggu progres penyerahan PSU dulu, ya mungkin ngontrak dulu satu-dua tahun. Setelah penyera­han kan kecamatan dibuat dulu FS dan DED-nya di (ang­garan) perubahan, anggaran­nya mah kan belum ada,” ujarnya.

Ia juga mengakui kantor kelurahan eksisting merupa­kan milik perorangan dan bukan milik pemerintah. “In­tinya, kemungkinan ngontrak di tempat sementara sambil menunggu PSU dari Royal Tajur, baru kita merencanakan kantor baru,” tutup Erwin. (ryn/eka/py)

Leave a Reply

Your email address will not be published.