Korban Longsor Dijanjikan Kontrakan beserta Isinya

by -

METROPOLITAN –Rumah bercat putih yang terlihat usang kini jadi tempat berlindung pa­sangan suami-istri Muhammad Soleh dan Um­siyah. Korban longsor yang rumahnya hancur tertimbun tanah merah itu, sementara men­gungsi di rumah kontrakan yang disewa pihak Ke­lurahan Panara­gan, Kecamatan Bogor Tengah. Lokasinya berada di Kampung Kra­mat, RT 05/01.

Di rumahnya, Soleh tengah duduk di ruang tamu. Sementara istrinya, Umsiyah, hanya bisa rebahan. Umsiyah tak bisa jalan karena kakinya terluka akibat ter­timpa longsoran material, Minggu (7/11) sore. Luka baretnya terlihat jelas di bagian kaki kanannya

tak lama, selepas Zuhur, rom­bongan Wali Kota Bogor Bima Arya mengunjungi Soleh dan sang istri. Raut wajah bahagia terpancar dari senyumnya yang merekah.

“Gimana, Pak, kondisinya?” tanya Bima Arya kepada Soleh dan istri. “Alhamdulillah sudah membaik, Pak Wali. Hatur nuhun sudah dikunjungi,” jawab Soleh sambil terus ter­senyum.

Soleh mengalami cedera bahu akibat tertimpa mate­rial longsoran. Tapi beruntung kondisinya hanya mengalami luka ringan.

Rumah kontrakan Soleh memang tak jauh dari lokasi kejadian. Jaraknya hanya se­kitar sepuluh langkah dari dua rumah roboh itu. Sejujurnya, Soleh masih trauma atas ke­jadian rumahnya yang ambruk.

Baca Juga  Longsor Rusak Dua Rumah Warga Puncak

Namun, ia tak punya pilihan selain menerima bantuan tempat pengungsian yang disediakan pemerintah se­tempat.

”Iya, khawatir. Cuma kita bertahan dulu sampai pak lurah dapat rumah peng­ganti yang aman untuk kita,” ujar Soleh kepada Metropo­litan, Senin (8/11).

Memasuki rumah pengung­sian milik Soleh dan Umsiyah yang tak jauh dari lokasi ke­jadian, terdapat sekitar 15 anak tangga untuk menuju sebuah ruang tamu di sisi kanan, satu buah kamar, dan dapur.

Wali Kota Bogor Bima Arya mengaku sengaja meninjau warga yang rumahnya long­sor pada Minggu (7/11) sore. Bima meminta pihak kelura­han, khususnya RT dan RW, membantu korban longsor agar mendapat rumah kon­trakan permanen agar tak tinggal di lokasi yang sama.

”Tempat itu tidak bisa lagi digunakan sebagai tempat ting­gal. Itu juga peringatan untuk semua warga yang tinggal di daerah yang rawan. Dan tidak ada legalitasnya, untuk secara bertahap seharusnya bergeser supaya tidak terjadi lagi dan ada korban. Saya minta untuk dipindahkan. Jadi akan dipin­dahkan oleh pak lurah,” beber Bima usai meninjau lokasi bencana di Kampung Kramat, Kelurahan Panaragan, Keca­matan Bogor Tengah, Kota Bogor, Senin (8/11).

Baca Juga  Cegah Longsor Susulan, TPT Sungai Cibalung Dicor

Bima menyebut saat ini Kota Bogor masuk fase siaga bencana. Banyaknya titik-titik rawan harus disiagakan untuk seluruh masyarakat di Kota Bogor.

”Warga yang memang be­rada di titik-titik rawan di­minta tidak ada di lokasi. Lebih baik menghindar ke­tika bencana belum datang,” ucap Bima.

Sementara itu, Umsiyah dan Muhammad Soleh yang ke­marin hampir meregang nyawa karena runtuhan bangu­nan rumahnya akibat long­sor, Bima meminta agar kor­ban segera dirujuk ke RSUD Kota Bogor untuk menjalani perawatan intensif.

”Untuk kondisi Ibu Umsiyah, saya minta dirujuk ke RSUD. Khawatir ada luka di dalam,” kata Bima.

Di lokasi yang sama, Lurah Panaragan Dario Amirullah menjelaskan pascalongsor, warga langsung membersih­kan bangunan yang roboh akibat longsor.

”Ada dua rumah roboh. Ru­mah tersebut memang harus segera dikosongkan. Warga yang tinggal di kiri-kanan ru­mah yang roboh pun sudah diungsikan,” tutur Dario.

Baca Juga  Cegah Longsor di Sepanjang DAS Ranggamekar

Selanjutnya, warga yang rumahnya roboh akan segera dicarikan tempat tinggal per­manen. Sebab, rumah yang sudah roboh itu, permukaan tanahnya sudah tidak layak untuk dibangun kembali men­jadi sebuah rumah.

”Kita carikan kontrakan. Berikut isi-isinya. Seperti pa­kaian, parabotan. Insya Allah akan kami bantu,” ujar Dario.

Saat ini, pihak Kelurahan Panaragan masih mencari hunian pengganti rumah ro­boh untuk warga yang terdam­pak tanah longsor.

”Keinginannya warga yang terdekat dengan rumah yang lama. Karena salah satu war­ga ada yang mengurus mu­sala yang ada di Kampung Kramat ini,” terang Dario.

Dari dua rumah yang roboh, terdapat dua KK di dalamnya. Sekitar sepuluh jiwa, terpak­sa harus mencari hunian yang baru untuk mengganti rumah­nya yang roboh.

Selain dua rumah roboh, terdapat juga satu pohon be­sar yang tumbang akibat hu­jan yang mengguyur kawasan Kampung Kramat, tepat di seberang tempat dua rumah roboh itu. (far/d/feb/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published.