Kota Bogor Larang Warga Belum Vaksin Wisata di Seputaran Kebun Raya Bogor

by -
METROPOLITAN.id – Satuan Gugus Tugas (Satgas) Covid-19 Kota Bogor secara resmi melarang warga yang belum vaksin Covid dapat berwisata di sekitaran Kebun Raya Bogor (KRB).
Kebijakan yang mulai berlaku sejak Sabtu (27/11) hingga libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) ini diklaim bertujuan untuk mengantisipasi lonjakan gelombang baru Covid-19 menjelang libur akhir tahun.
Wakil Ketua Satgas Covid-19 Kota Bogor, Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro mengatakan, untuk mengantisipasi libur Nataru maka Satgas Covid-19 Kota Bogor akan mulai memberlakukan kawasan wisata wajib vakin, dengan target daerah atau wilayah yang dilaksanakan di seputaran Sistem Satu Arah (SSA) atau Kebun Raya Bogor.
“Artinya semua masyarakat yang memanfaatkan berwisata pada hari akhir pekan, baik itu di KRB hingga pedestrian SSA wajib sudah di vaksin,” kata Kombes Pol Susatyo di Balai Kota Bogor, Kamis (25/11).
Dijelaskan pria yang juga menjabat sebagai Kapolresta Bogor Kota, pengecekan warga sudah di vaksin ini merupakan model bagaimana pihaknya mengelola kawasan wisata yang terbuka secara luas. Karena, untuk di tempat-tempat seperti mal dan sebagainya tentu sudah ada pengecekan melalui aplikasi pedulilindungi dan sebagainya.
 
Sementara, untuk area terbuka secara luas dengan tingkat interaksi masyarakat yang tinggi di dalam area pedestrian SSA dan Kebun Raya Bogor belum ada. Sehingga, kebijakan ini bertujuan sebagai langkah-langkah memastikan semua yang berinteraksi di area terbuka harus sudah tervaksin. 
 
“Kalau sudah weekend, Kota Bogor menjadi miliknya Indonesia, semua akan datang ke Bogor untuk menikmati wisata kuliner, tentunya ini harus aman untuk warga Kota Bogor,” ucap dia. 
 
“Jadi Kami mengimbau kepada semua masyarakat yang akan ke SSA dan KRB, baik warga Bogor maupun luar Kota Bogor, untuk menyiapkan semua bukti yang menunjukan sudah di vaksin,” sambungnya. 
Apabila pada pelaksanaan pengecekan nanti ada warga yang diketahui belum vaksin, dilanjutkan Kombes Pol Susatyo, pihaknya akan langsung membawa yang bersangkutan ke lokasi sentra vaksin yang sudah disediakan. 
 
Di mana, ada tiga sentra vaksin yang disiapkan jajaran Satgas Covid-19 Kota Bogor diantaranya di mal BTM, Bakorwil dan RS Siloam. 
 
Sanksinya dibawa ke sentra vaksin untuk di vaksin. Kita juga menyediakan 8 bus untuk mengantar para pengunjung wisatawan (belum di vaksin) untuk ke tempat vaksin yang terdekat,” imbuhnya.
 
Dalam kesempatan ini, Kombes Pol Susatyo menuturkan, nantinya pihaknya akan menyediakan petugas gabungan dengan jumlah anggota sebanyak 800 personil baik dari unsur TNI, Polri, Satpol PP hingga Dishub Kota Bogor untuk memastikan semua yang berkegiatan di seputaran SSA dan Kebun Raya Bogor sudah tervaksin.
Dengan cara, mereka akan berjaga di lima titik check point yang akan disiapkan untuk memantau baik para pejalan kaki hingga warga yang berolahraga sepeda di seputaran SSA dan Kebun Raya Bogor. 
 
“Jadi kalau mereka yang berolahraga tanpa berhenti di seputaran SSA itu tidak masalah (tidak akan dicek). Tapi yang berhenti atau parkir dan turun maka kami akan memastikan bahwa mereka sudah di vaksin (dilakukan pengecekan),” bebernya. 
 
“Tentunya kami sangat memperhatikan bagaimana ekonomi mulai tumbuh di saat kita di level 1 ini, sehingga juga kami menjaga warga Kota Bogor yang sudah capaian vaksinnya tinggi, untuk kita maksimalkan kembali sampai dengan bisa mencapai angka 100 persen,” ujar Kombes Pol Susatyo.
Sementara itu, Ketua Satgas Covid-19 Kota Bogor, Bima Arya meminta kepada warga Kota Bogor dan Jabodetabek untuk memperhatikan kebijakan-kebijakan yang sudah ditentukan Satgas Covid-19 Kota Bogor. Karena, kebijakan ini bertujuan untuk mengurangi kemungkinan kerumunan dan kemungkinan terjadinya lonjakan kasus Covid-19.
“Kami minta warga mengikuti terus apa yg dilakukan Pemkot beserta Satgas, bahwa akan ada langkah-langkah kita di akhir minggu yang harus diperhatikan,” kata Bima Arya.
Disinggung apakah kebijakan ini juga berlaku bagi warga yang belum bisa di vaksin, Bima membenarkannya. Karena, melalui kebijakan ini pihaknya ingin memastikan bahwa kawasan wisata ini hanya dimasuki oleh orang yang sudah di vaksin.
“Engga bisa. Pokoknya belum di vaksin jangan dulu keluar. Jangan dulu berwisata. (Kalau berapa kali harus sudah di vaksin) Berapapun yang penting sudah di vaksin,” ucap dia.
“Jadi kalau mau ke Bogor silahkan tapi ikuti aturan kita. Silahkan mau jalan-jalan, bepergian, berwisata di Kota Bogor, tetapi pastikan sudah divaksin dan membawa buktinya. Bisa melalui aplikasi pedulilindungi atau bukti fisik lain yang menunjukan sudah di vaksin,” sambungnya.
Dalam kesempatan ini, Bima Arya juga meyakini kebijakan ini tidak akan berdampak buruk terhadap pariwisata di Kota Bogor. Karena, kebijakan ini mampu menjawab keresahan yang selama ini dirasakan para pelaku sektor wisata.
“Saya kira tidak. Pariwisata ini justru akan terbantu. Sektor wisata membutuhkan kepastian, kenyamanan terkait prokes. Keamanan untuk semua,” imbuh Bima Arya
“Jadi Ketika tempat tempat wisata ini kita pastikan semua pengunjungnya sudah divaksin, maka akan lebih aman dan nyaman. Justru ini Berdampak positif juga bagi pengunjung yang ada di Kota Bogor,” tandasnya. (rez) 

Baca Juga  Pengelolaan Aset Kota Bogor Jadi Catatan KPK, Bima Arya Ancam Rombak Anak Buah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *